Lockdown di Ibu Kota India Melonggar, Lebih dari 500 Warga Antre Beli Minuman Keras

Ratusan orang mengantre di luar toko minuman keras di New Delhi, ketika ibu kota India itu mulai melonggarkan aturan lockdown selama 40 hari karena Virus Corona COVID-19.

oleh Natasha Khairunisa Amani diperbarui 05 Mei 2020, 12:10 WIB
Diterbitkan 05 Mei 2020, 12:08 WIB
Grafiti Betebaran di Jalan Demi Tingkatkan Kepedulian soal COVId-19
Pengendara motor melewati melewati grafiti virus corona yang dilukis di jalan selama penerapan lockdown nasional di Chennai, India, Senin (13/4/2020). Grafiti itu dibuat untuk meningkatkan kesadaran warga yang keluyuran keluar rumah saat lockdown karena pandemi virus corona. (Arun SANKAR/AFP)

Liputan6.com, New Delhi- Pada Senin 4 Mei 2020, ratusan orang mengantre di luar toko minuman keras di New Delhi, ketika ibu kota India mulai melonggarkan pembatasan dalam lockdown selama 40 hari karena Virus Corona COVID-19. Sementara itu, aktivitas kerja kembali berjalan di beberapa kantor dengan staf yang lebih sedikit dan lalu lintas menyusut ke jalan-jalan.

Pemberlakuan lockdown nasional Negeri Bollywood disebut-sebut masuk daftar yang paling ketat di dunia.

Pelonggaran dalam masa lockdown ini dilaporkan berlaku pada beberapa daerah dengan infeksi rendah, meskipun pemerintah mengatakan pekan lalu bahwa pemberlakuan aturan itu akan tetap berlaku sampai 17 Mei, seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (5/5/2020). 

Menurut laporan, banyak mobil pemerintah pada Senin 4 Mei, berada di antara lalu lintas di jalan-jalan raya New Delhi, dan polisi di pos pemeriksaan memastikan tidak ada lebih dari dua penumpang, juga semuanya menggunakan masker. 

Menurut keterangan seorang saksi mata, barisan antrean sebanyak lebih dari 500 orang terbentuk di luar sebuah toko minuman keras di wilayah timur ibu kota, yaitu Kalyan Puri. Terlihat sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat, hingga akhirnya toko ditutup dan polisi bersenjata tongkat datang memecah kerumunan itu.

Seorang pejabat pemerintah New Delhi yang bertanggung jawab atas toko minuman keras, Ajay Kumar mengatakan bahwa polisi meminta beberapa outlet untuk menutup toko, sejalan dengan perintah dari otoritas cukai. 

"Kami ingin toko-toko itu tetap buka," ujar Ajay Kumar tanpa penjelasan lebih lanjut.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Berikut Ini:


Perjuangan Jutaan Orang

Penampakan Grafiti Virus Corona untuk Tingkatkan Kesadaran Masyarakat India
Petugas kepolisian India berdiri disamping grafiti yang mengilustrasikan virus corona di Bangalore (3/4/2020). Grafiti tersebut dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mematuhi lockdown yang diberlakukan pemerintah India sebagai langkah pencegahan COVID-19. (Xinhua/Stringer)

Pelonggaran pada pembatasan tersebut dikatakan dapat mendorong infeksi lebih lanjut di India, yang dilaporkan telah bertambah lebih dari 42.500 kasus dan 1.300 kematian dalam peningkatan yang stabil.

Tetapi karena pendapatan berkurang dan jutaan orang berjuang tanpa pendapatan, pemerintah negara bagian ingin kegiatan ekonomi dilanjutkan.

Menteri Utama New Delhi, Arvind Kejriwal mengatakan bahwa warga harus harus bersiap-siap untuk hidup dengan keberadaan Virus Corona jenis baru.

"Kita harus bersiap-siap untuk hidup bersama korona, kita harus terbiasa dengannya," ujar menteri utama Delhi, Arvind Kejriwal, pada briefing Minggu 3 Mei saat menjelaskan langkah-langkah untuk menutup 97 area infeksi sambil membuka seluruh kota dengan 20 juta populasi,

Di negara tetangga Pakistan, jumlah kasus yang dikonfirmasi mendekati 20.000, dengan 462 kematian. Pihak berwenang di Sri Lanka dan Nepal masing-masing melaporkan 718 dan 75 kasus.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya