, Taipei - Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo meyakini bahwa Amerika Serikat tidak akan meninggalkan kawasan Asia-Pasifik yang merupakan bagian dari kepentingan nasional utama Washington.
Pertengkaran yang disiarkan televisi antara Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, minggu lalu telah memicu kekhawatiran di Taiwan tentang komitmen keamanan AS terhadap sekutu-sekutunya.
Baca Juga
"Kami memang memperhatikan situasi internasional yang berubah cepat dan rumit dan sangat memahami bahwa kita tidak bisa hanya berbicara tentang nilai-nilai tetapi bukan kepentingan nasional," ujar Koo, dikutip dari DW Indonesia, Jumat (7/3/2025).
Advertisement
"Jadi kita harus bertanya, menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik termasuk status quo di Selat Taiwan dan Laut China Selatan, apakah itu merupakan kepentingan nasional inti AS?" tanya Koo.
"Saya rasa tidak mungkin bagi Amerika Serikat untuk mundur dari Indo-Pasifik karena itu adalah kepentingan nasional intinya," paparnya, menjawab pertanyaannya sendiri.
Taiwan Tingkatkan Belanja Militer
Koo mengatakan, pulau Taiwan berencana untuk meningkatkan belanja militer dalam menghadapi "situasi internasional yang berubah cepat dan meningkatnya ancaman dari musuh." Ia tidak memberikan angka spesifik.
Kantor kepresidenan di Taipei pada Selasa (4/3) menyatakan, pemerintah Taiwan akan membantu Taiwan Semiconductor Manufacturing Company Ltd. (TSMC) berekspansi ke AS sambil tetap mempertahankan teknologi "tercanggih"-nya di dalam negeri.
Trump telah berulang kali mengkritik Taiwan atas dominasinya dalam industri cip semikonduktor global dan bahkan menyarankan agar Taiwan meningkatkan belanja pertahanannya hingga 10% dari PDB-nya. Taiwan saat ini menganggarkan 2,45% dari PDB-nya untuk belanja militernya.
Â
Hubungan AS-Taiwan
AS merupakan pendukung keamanan terpenting Taiwan dalam menghadapi ancaman invasi yang terus-menerus dari Beijing.
China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan milter untuk menegaskan kembali perbatasannya.
Di bawah mantan Presiden Joe Biden, AS menyetujui dukungan pertahanan senilai jutaan dolar untuk Taiwan dan tetap menjadi sekutu terkuatnya, meskipun Washington tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taipei. Hal itu dapat berubah di bawah kebijakan baru dari presiden Trump
Minggu lalu, Trump menolak berkomitmen untuk membela Taiwan jika China melakukan invasi.
Advertisement
