Liputan6.com, Jakarta Bulan Ramadhan selalu identik dengan tradisi sahur yang menjadi bagian penting dalam ibadah puasa. Di berbagai daerah Indonesia, terdapat kebiasaan unik untuk membangunkan orang-orang saat sahur, salah satunya adalah dengan menyanyikan lagu-lagu khusus sahur. Tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan kini semakin berkembang dengan adanya berbagai variasi lagu sahur yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena lagu sahur semakin menarik dengan viralnya beberapa lagu di media sosial, khususnya TikTok. Platform ini menjadi wadah bagi lagu-lagu sahur untuk menyebar dengan cepat dan menjangkau audiens yang luas. Dengan adanya fitur-fitur seperti duet dan tantangan, lirik sahur ini semakin mudah dibagikan dan diingat oleh pengguna. Fenomena ini menunjukkan kekuatan media sosial dalam mempromosikan karya musik dan budaya tradisional kepada generasi yang lebih muda.
Advertisement
Menggunakan lagu sebagai pengingat sahur memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan alarm biasa. Suara musik yang meriah dan lirik sahur yang menggugah semangat bisa lebih efektif membangunkan kita daripada bunyi alarm yang monoton. Selain itu, lagu-lagu dengan nuansa religi juga bisa meningkatkan suasana spiritual di pagi hari, menambah khusyuk ibadah puasa. Yang paling penting, lagu-lagu sahur ini bisa membuat kita bangun dengan hati yang lebih gembira dan penuh semangat untuk menjalani ibadah puasa.
Advertisement
Artikel ini akan mengulas lirik lagu sahur terpopuler, mulai dari lagu tradisional hingga lagu modern yang viral. Kita akan membahas sejarah, makna, dan lirik lengkapnya, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/2/2025)
Hai Ibu Bapak Sahur (Watee Ka Sahoe) - Versi Indonesia
"Hai Ibu Bapak Sahur" merupakan lagu sahur yang berasal dari Aceh dan telah menjadi fenomena nasional. Lagu ini adalah adaptasi dari lagu Aceh yang berjudul "Watee Ka Sahoe" yang secara harfiah berarti "Waktu Sudah Sahur". Sejarah mencatat bahwa Aceh merupakan salah satu pintu masuk Islam pertama di Indonesia, sehingga tradisi-tradisi yang berkaitan dengan bulan Ramadhan telah berkembang dan mengakar di sana sejak berabad-abad lalu.
Di berbagai daerah Indonesia, lagu ini dinyanyikan oleh para remaja yang berkeliling kampung untuk membangunkan warga. Mereka biasanya membawa bedug kecil atau alat musik tradisional lainnya sambil menyanyikan lirik sahur yang mengajak semua orang untuk bangun dan menyiapkan diri menjalani ibadah puasa. Tradisi ini menciptakan suasana khas Ramadhan yang penuh kehangatan dan kebersamaan.
Â
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu "Hai Ibu Bapak Sahur" versi Indonesia:
Hai ibu bapak (Ibu Bapak)
Sudah bisa bangun waktunya Sahur
Wahai Ibu Bapak yang masih tidur
Sudah waktunya bangun sahur
Â
Untuk memananaskan nasi dan memanaskan kuah
Untuk makan bersama keluarga
Â
Bulan Ramadhan bulan mulia
Ayo kita rekan kita puasa
Makan sahur supaya kita ada tenaga
Besok siang waktu berkerja
Â
Wahai Ibu Bapak yang masih tidur
Sudah waktunya bangun sahur
Â
Untuk memanaskan nasi dan memanaskan kuah
Untuk makan bersama keluarga
Ayo kita beribadah supaya diberi rahmat berlipat ganda
Sudah waktunya bangun hai rekan semua
Â
Wahai Ibu Bapak yang masih tidur
Sudah waktunya bangun sahur
Untuk memananaskan nasi dan memanaskan kuah
Untuk makan bersama keluarga.
Â
Pesan utama dalam lirik sahur ini adalah pentingnya bangun tepat waktu untuk sahur dan menikmati kebersamaan dengan keluarga. Pengulangan frasa "Sudah waktunya bangun sahur" menegaskan pentingnya tidak melewatkan waktu sahur yang terbatas. Lagu ini juga mengingatkan bahwa sahur bukan hanya tentang makan sebelum berpuasa, tetapi juga menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga di waktu yang spesial.
Advertisement
Watee Ka Sahoe - Versi Asli Aceh
Untuk memahami akar budaya dari lagu sahur yang populer ini, penting untuk mengenal versi aslinya dalam bahasa Aceh. "Watee Ka Sahoe" merupakan bagian dari tradisi membangunkan sahur di Aceh yang sudah berlangsung sejak lama. Di Aceh, tradisi ini dilakukan oleh kelompok yang disebut "meurukon" yang terdiri dari anak-anak muda yang berkeliling kampung pada dini hari.
Tradisi menyanyikan lagu sahur di Aceh tidak hanya sebagai pengingat waktu sahur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai keislaman yang kuat di daerah tersebut. Para pemuda akan berkeliling kampung sambil memukul bedug atau alat musik lainnya, menciptakan suasana khas Ramadhan yang penuh semangat dan kebersamaan.
Berikut adalah lirik lengkap "Watee Ka Sahoe" dalam bahasa Aceh:
Â
Hai Ibu Bapak (Ibu bapak ibu bapak)
Hai Ka jeut beudoeh, wate ka sahoe (2x)
Hai Ibu Bapak yang Mantong teunget
Hai kajeut beudoh wate ka sahoe (2x)
Ta pe su'um bu, pe su'um kuah
Ngak jeut ta pajoh ngon keluarga (2x)
Buleun Ramadhan buleun mulia
Jak tanyo rakan ta jak puasa (2x)
Pajoh bu sahoe ngekna teunaga'
Oh singoeh leuhoe beu ek ta kerja (2x)
Ta meu ibadah le that pahala
Meulimpah rahmat meulipat ganda (2x)
Kajeut beudoh eh hai rakan muda
Bukuah leumak mangat that rasa (2x)
Â
Bahasa Aceh memiliki keunikan tersendiri dengan dialek dan intonasi yang khas. Beberapa istilah penting dalam lirik sahur ini: "sahoe" berarti "sahur", "beudoh" berarti "bangun", "Ka jeut beudoeh, wate ka sahoe" berarti "Sudah bisa bangun, waktunya sahur", "Mantong teunget" berarti "masih tidur", "Ta pe su'um bu, pe su'um kuah" berarti "Memanaskan nasi, memanaskan kuah", "pajoh" berarti "makan", dan "Ngak jeut ta pajoh ngon keluarga" berarti "Untuk makan bersama keluarga".
Keunikan budaya membangunkan sahur di Aceh tercermin dalam lagu ini, yang menunjukkan bahwa masyarakat Aceh sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan, terutama dalam konteks keluarga. Lagu ini juga mencerminkan karakter masyarakat Aceh yang pekerja keras, yang tetap produktif bahkan saat bulan puasa, seperti terlihat dalam lirik "Pajoh bu sahoe ngekna teunaga, 'Oh singoeh leuhoe beu ek ta kerja" yang berarti "Makan sahur agar ada tenaga, besok siang bisa bekerja".
Dendang Sahur Nabi Yusuf - Nino Absover
"Dendang Sahur Nabi Yusuf" adalah lagu sahur yang berasal dari Maluku dan telah menjadi viral di media sosial, khususnya TikTok. Lagu ini diciptakan oleh Kamil Tupamahu (Maikel) dan Yusri Mussa dari Negeri Latu, Maluku. Keunikan lagu ini terletak pada perpaduan antara kisah Nabi Yusuf dengan ajakan untuk bangun sahur, menciptakan nuansa religi yang khas.
Popularitas lagu ini tak lepas dari penyampaiannya yang energik oleh Nino Absover dan Kelompok Lorong Arab. Mereka menyanyikan lagu ini dengan penuh semangat saat membangunkan sahur warga di Masohi, Maluku Tengah. Video mereka yang beredar di TikTok berhasil menarik perhatian banyak pengguna dan menjadi viral, menunjukkan bagaimana lagu tradisional dapat mendapatkan nafas baru melalui platform digital.
Berikut adalah lirik lengkap dari "Dendang Sahur Nabi Yusuf":
Â
Sebelas bintang matahari
Dan rembulan malam bersujud kepadamu
Nabi Yusuf tiada mendendam
Walau dia disakiti
Â
Yusuf... Yusuf... Alaihi Salam
Yusuf... Yusuf... Alaihi Salam
Â
Ya... bangun makan sahur
Sudah pukul 3
Ayo bangun sahur
Â
Inilah kisah Nabi Yusuf
Mimpi yang menjadi nyata
Sujud bintang dan rembulan
Kepada Nabi Yusuf yang mulia
Yusuf... Yusuf... Alaihi Salam
Yusuf... Yusuf... Alaihi Salam
Ya... bangun makan sahur
Sudah pukul 3
Ayo bangun sahur
Â
Pesan moral yang terkandung dalam lirik sahur ini sangat kuat, mengajak pendengar untuk merenungkan kisah Nabi Yusuf dan semangat ketaatan dalam beribadah. Kisah Nabi Yusuf yang tidak dendam meskipun disakiti oleh saudara-saudaranya menjadi pelajaran penting tentang memaafkan dan sabar menghadapi cobaan, nilai yang sangat relevan selama bulan Ramadhan.
Nuansa musik tradisional Maluku dalam lagu ini menjadi daya tarik tersendiri, membedakannya dari lagu-lagu sahur lainnya yang mungkin lebih bertema pop atau dangdut. Lagu ini telah menjadi bagian dari tradisi sahur di Masohi, di mana banyak warga yang sudah terbiasa dibangunkan dengan "Dendang Sahur Nabi Yusuf", menjadikan lagu ini bagian tak terpisahkan dari bulan Ramadhan di daerah tersebut.
Advertisement
Sahur-Sahur - Eny Sagita ft. Duo Asoy
Lagu "Sahur-Sahur" yang dinyanyikan Eny Sagita bersama Duo Asoy merupakan lagu sahur kontemporer yang dirilis pada 29 Maret 2022. Lagu ini bergenre jandut, perpaduan unik antara musik dangdut dan jaranan, yang merupakan musik tradisional dari Jawa Timur. Keunikan genre ini memberikan sentuhan baru pada lagu-lagu bertema sahur dan membuat lirik sahur dalam lagu ini mudah diingat oleh pendengar.
Eny Sagita dikenal sebagai penyanyi dangdut dengan ciri khas vokal yang kuat dan kemampuan membawakan lagu jaranan dengan energik. Kolaborasinya dengan Duo Asoy menciptakan dinamika yang menarik dalam lagu ini. Aransemen musiknya yang easy listening dan bersemangat cocok untuk membangunkan orang-orang yang masih tertidur saat waktu sahur tiba.
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu "Sahur-Sahur":
Â
Sahur sahur
Sahur sahur
Sahur sahur
Ayo kita sahur
Â
Sahur sahur
Sahur sahur
Sahur sahur
Ayo kita sahur
Â
Ibu-ibu bapak-bapak yuk kita bangun sahur
Besok kan kita akan berpuasa
Berpuasa kita akan dapat pahala
Tidak puasa akan dapatkan dosa
Â
Adek-adek kakak-kakak yuk kita bangun sahur
Besok kan kita akan berpuasa
Berpuasa kita akan dapat pahala
Tidak puasa akan dapatkan dosa
Â
Sahur sahur
Sahur sahur
Sahur sahur
Ayo kita sahur
Â
Lirik sahur dalam lagu ini sederhana namun sangat efektif dalam menyampaikan pesan pentingnya bangun untuk sahur dan menjalankan ibadah puasa. Penggunaan frasa "Ibu-ibu bapak-bapak yuk kita bangun sahur" dan "Adek-adek kakak-kakak yuk kita bangun sahur" menunjukkan bahwa ajakan untuk sahur ditujukan kepada semua anggota keluarga, dari yang tertua hingga yang termuda.
Bagian yang paling mencolok dari lirik sahur ini adalah penekanan pada konsekuensi spiritual dari puasa: "Berpuasa kita akan dapat pahala, tidak puasa akan dapatkan dosa." Pesan ini mengingatkan pendengar akan tujuan utama berpuasa, yaitu menjalankan perintah Allah dan mendapatkan pahala. Penggunaan instrumen drum yang khas dan sentuhan jaranan membuat lagu ini energik dan mampu membangunkan semangat di pagi hari.
Sahur! Sahur! - Project Pop
Project Pop, grup musik yang terkenal dengan musik komedi mereka, juga turut meramaikan suasana Ramadhan dengan lagu "Sahur! Sahur!". Grup yang beranggotakan Tika, Gugum, Oddie, Udjo, Yosi, dan Odie ini dikenal dengan lirik-lirik jenaka dan penampilan yang menghibur. Lagu sahur mereka menghadirkan nuansa yang berbeda dari lagu-lagu sahur tradisional, dengan sentuhan modern dan humor yang menjadi ciri khas Project Pop.
"Sahur! Sahur!" memadukan unsur pop, rap, dan sedikit sentuhan komedi dalam liriknya. Penggunaan bahasa gaul dan elemen rap membuat lagu ini lebih dekat dengan generasi muda. Lagu ini cocok untuk pendengar yang menyukai musik modern dengan sedikit sentuhan jenaka, sambil tetap membawa pesan penting tentang sahur dan puasa.
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu "Sahur! Sahur!" oleh Project Pop:
Â
Jangan bobok, jangan lagi bobok
Waktunya sahur, jangan lagi tidur
Jangan bobok, jangan lagi bobok
Kalau masih bobok nanti tak gigit
Â
Get up get up yo people
Wake up wake up yo people
Get up get up yo people
Wake up wake up yo people
Â
Yo bangun pagi-pagi, bulan ini lebih pagi
Tidak semua orang bisa bangun nggak cranky
Sejak dini hari emak sudah masak nasi
Tapi kamu masih asyik ngorok pake vibrasi
Â
Jangan bobok, jangan lagi bobok
Waktunya sahur, jangan lagi tidur
Jangan bobok, jangan lagi bobok
Kalau masih bobok nanti tak gigit
Â
Sahur sahur sahur sahur
Bukalah matamu sahur sahur
Sahur sahur sahur sahur
Ayo makan dulu sahur sahur
Â
Pasang alarm enam biji, tiap menit pasti bunyi
Ayam-ayam sudah dilatih berkokok suara sakti
Warga juga dari tadi teriak-teriak setengah mati
Tapi kamu masih asyik ngorok (woiii)
Â
Jangan bobok, jangan lagi bobok
Waktunya sahur, jangan lagi tidur
Jangan bobok, jangan lagi bobok
Kalau masih bobok nanti tak gigit
Â
Sahur sahur sahur sahur
Bukalah matamu sahur sahur
Sahur sahur sahur sahur
Ayo makan dulu sahur sahur
Â
Hanya dirimulah mampu melawan semua ooh ooh
Serasa bermimpi menahan sabar jiwa ooh ooh
But you know what to do, like scooby-doo-be-doo
Bukalah kedua tanganmu uh
Angkat kepala tinggalkan bantalmu
Kini saatnya sahur sahur Sahur sahur sahur sahur
Bukalah matamu sahur sahur
Sahur sahur sahur sahur
Ayo makan dulu sahur sahur
Â
Sahur sahur sahur sahur
Get up get up yo people
Wake up wake up yo people
Â
Sahur sahur sahur sahur
Get up get up yo people
Wake up wake up yo people
Â
Elemen modern dalam lirik sahur ini terlihat dari penggunaan bahasa Inggris seperti "Get up, get up, yo people" dan referensi populer seperti "scooby-doo-be-doo". Bagian yang paling relatable adalah penggalan lirik: "Pasang alarm enam biji, tiap menit pasti bunyi...tapi kamu masih asyik ngorok (woiii)," yang menggambarkan situasi yang sering dialami banyak orang saat sahur—sulit bangun meskipun sudah dipasang banyak alarm.
Penggunaan elemen rap dan musik pop yang dinamis membuat lagu ini tetap asyik didengar berulang kali. Lirik sahur yang jenaka namun tetap berisi pesan penting tentang sahur menjadikan lagu ini pilihan yang menyegarkan untuk playlist sahur Ramadhan.
Advertisement
Sahur Tiba – Gigi
Gigi, band pop rock kenamaan Indonesia yang dipimpin oleh Armand Maulana, juga turut meramaikan suasana Ramadhan dengan lagu "Sahur Tiba". Band yang terkenal dengan lagu-lagu hits seperti "Nakal", "Akhirnya", dan "11 Januari" ini menunjukkan kepedulian mereka terhadap nilai-nilai religiusitas dengan menciptakan lagu bertema Ramadhan. "Sahur Tiba" memiliki karakteristik musik pop rock yang khas Gigi, namun tetap bernuansa religi yang sesuai dengan semangat bulan suci.
Lirik sahur dalam lagu ini sederhana, mudah diingat, dan penuh pesan moral. Dengan musik yang tidak terlalu keras namun tetap bersemangat, lagu ini sangat cocok digunakan sebagai alarm sahur karena mampu membangunkan tanpa mengejutkan. Pesan moralnya yang kuat tentang manfaat puasa juga menjadi nilai tambah lagu ini.
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu "Sahur Tiba" oleh Gigi:
Â
Bangun bangun
Sahur sahur
Bangun bangun
Sahur sahur
Â
Bangun bangun
Sahur sahur
Bangun bangun
Sahur sahur
Â
Bangun bangunlah
Waktu sahur tiba
Walau masih mengantuk
Makan minum sekedarnya
Â
Bangun bangunlah
Waktu sahur tiba
Walau masih mengantuk
Makan minum sekedarnya
Â
Bangun bangun
Sahur sahur
Â
Bangun bangunlah
Waktu sahur tiba
Walau masih mengantuk
Makan minum sekedarnya
Â
Bangun bangunlah
Waktu sahur tiba
Walau masih mengantuk
Makan minum sekedarnya
Â
Allah suka orang puasa
Badan jadi sehat
Hati jadi kuat
Allah suka orang puasa
Puasa hari esok
Karna Allah semata
Â
Allah suka orang puasa
Badan jadi sehat
Hati jadi kuat
Â
Allah suka orang puasa
Puasa hari esok
Karna Allah semata
Â
Bangun bangun
Sahur sahur
Bangun bangun
Sahur sahur
Â
Bangun bangunlah
Waktu sahur tiba
Walau masih mengantuk
Makan minum sekedarnya
Â
Bangun bangunlah
Waktu sahur tiba
Walau masih mengantuk
Makan minum sekedarnya
Â
Allah suka orang puasa
Badan jadi sehat
Hati jadi kuat
Â
Allah suka orang puasa
Puasa hari esok
Karna Allah semata
Â
Allah suka orang puasa
Badan jadi sehat
Hati jadi kuat
Allah suka orang puasa
Puasa hari esok
Karna Allah semata
Â
Bangun bangun
Sahur sahur
Bangun bangun
Sahur sahur
Â
Bangun bangun
Sahur sahur
Bangun bangun
Sahur sahur
Â
Lirik sahur "Bangun bangunlah, waktu sahur tiba, walau masih mengantuk, makan minum sekedarnya" sangat efektif sebagai pengingat untuk bangun sahur. Lagu ini juga menyampaikan pesan moral tentang manfaat puasa, baik dari segi spiritual maupun kesehatan, melalui lirik "Allah suka orang puasa, badan jadi sehat, hati jadi kuat."
Pesan kunci dalam lirik sahur ini adalah bahwa puasa dilakukan "karena Allah semata," mengingatkan pendengar akan tujuan utama berpuasa yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan musik pop rock yang melodius dan lirik yang mudah diingat, "Sahur Tiba" menjadi pilihan lagu yang tepat untuk membangunkan keluarga saat sahur.
Sahur 2024 Mberot - Yeni Inka feat. Bayu Pratama
"Sahur 2024 Mberot" adalah lagu sahur terbaru yang dinyanyikan oleh Yeni Inka bersama Bayu Pratama. Yeni Inka merupakan penyanyi dangdut koplo yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, sementara Bayu Pratama adalah penyanyi dangdut yang juga memiliki basis penggemar yang kuat. Kolaborasi keduanya dalam lagu sahur ini menghasilkan karya yang segar dan enerjik.
Lagu ini mengusung genre dangdut koplo yang merupakan subgenre dangdut yang sangat populer di Indonesia, terutama di Jawa Timur. Aransemen musiknya yang riang dan tempo yang cepat sangat efektif untuk membangunkan orang-orang yang masih tertidur di waktu sahur. Kendang yang menjadi instrumen khas dangdut koplo memberikan sentuhan dinamis yang membuat pendengar ingin bergoyang.
Berikut adalah lirik lengkap dari lagu "Sahur 2024 Mberot":
Â
Â
Â
Sahur sahur sahur mberot
Sahur sahur sahur mberot
Ayo bangun sahur
Sahur sahur ayo sahur
Â
Hai teman-teman semua mari bangun sahur
Jangan sampai ketinggalan waktu
Sebentar lagi adzan subuh
Segera bangun dan sahur
Â
Kalau nggak sahur nanti lemas
Kalau nggak sahur nanti loyo
Bangun sahur bikin kenyang
Bangun sahur bikin kuat
Â
Sahur sahur sahur mberot
Sahur sahur sahur mberot
Ayo bangun sahur
Sahur sahur ayo sahur
Â
Makanannya ya apa saja
Yang penting perut terisi
Mau nasi atau bubur
Yang penting kita sahur
Â
Habis sahur jangan lupa
Sholat Subuh berjamaah
Setelah itu baca Al-Quran
Agar puasa kita sempurna
Â
Sahur sahur sahur mberot
Sahur sahur sahur mberot
Ayo bangun sahur
Sahur sahur ayo sahur
Keunikan lirik sahur dalam lagu ini terletak pada penggunaan kata "mberot" yang merupakan istilah dalam bahasa Jawa yang bisa diartikan sebagai "bergegas" atau "cepat-cepat". Hal ini menekankan pentingnya segera bangun dan sahur sebelum waktu imsak tiba. Lirik seperti "Kalau nggak sahur nanti lemas, kalau nggak sahur nanti loyo" juga mengingatkan pendengar tentang manfaat praktis dari sahur, yaitu memberikan energi untuk berpuasa sepanjang hari.
Lagu "Sahur 2024 Mberot" juga mengandung pesan moral tentang ibadah di bulan Ramadhan, seperti terlihat pada lirik "Habis sahur jangan lupa, sholat Subuh berjamaah, setelah itu baca Al-Quran, agar puasa kita sempurna." Hal ini menunjukkan bahwa sahur hanyalah awal dari rangkaian ibadah di bulan Ramadhan, dan ibadah-ibadah lain seperti sholat dan membaca Al-Quran juga sama pentingnya.
Popularitas lagu ini di media sosial tidak lepas dari kecenderungan masyarakat Indonesia yang menyukai dangdut koplo dan lirik-lirik yang ringan namun bermakna. Format video yang energik dan menarik juga berkontribusi terhadap viralnya lagu ini di TikTok dan platform media sosial lainnya.
Advertisement
