Â
Liputan6.com, Jakarta Mentega Wijsman telah menjadi nama yang sangat akrab di dapur-dapur Indonesia selama beberapa generasi. Produk asal Belanda ini khususnya populer di kalangan pembuat kue kering, terutama saat momen Lebaran tiba. Kehadirannya yang konsisten selama puluhan tahun telah menjadikan Wijsman sebagai pilihan utama para penggemar kuliner dan pembuat kue profesional.
Advertisement
Dilansir dari laman resmi mereka, Wijsman didirikan pada 1846 oleh Hendrik Johannes Wijsman Barentszoon, perusahaan ini awalnya mengekspor mentega menggunakan tong kayu. Metode ini umum digunakan pada masa itu untuk pengiriman jarak jauh. Namun, terobosan besar terjadi pada 1945 ketika Wijsman mulai mengemas produknya dalam kaleng. Inovasi ini menjadi kunci kesuksesan global Wijsman, terutama di negara-negara tropis seperti Indonesia. Pengemasan dalam kaleng memastikan kualitas dan kesegaran mentega tetap terjaga selama perjalanan panjang dan penyimpanan di iklim yang lebih hangat.
Advertisement
Dengan sejarah panjang, kualitas unggul, dan peran pentingnya dalam kuliner Indonesia, mentega Wijsman telah membuktikan diri sebagai produk yang lebih dari sekadar bahan makanan. Ia telah menjadi bagian dari warisan kuliner yang menghubungkan generasi dan budaya, membuktikan bahwa kualitas dan konsistensi dapat menghasilkan legenda kuliner yang bertahan sepanjang masa.
Berikut Liputan6.com ulas rahasia di balik Wisjman, beserta mitos dan faktanya juga alasan kenapa mentega ini bisa membuat makanan menjadi lebih lezat.
Mitos dan Fakta Seputar Butter Wijsman
1. Mitos: Butter Wijsman adalah Mentega Tawar Biasa
Fakta: Butter Wijsman sebenarnya adalah mentega asin. Salah satu ciri khasnya adalah kandungan garam yang lebih tinggi dibandingkan dengan mentega tawar lainnya. Garam ini tidak hanya memberikan rasa yang lebih gurih, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet alami yang memperpanjang umur simpan produk tanpa perlu tambahan bahan kimia. Hal ini membuat Wijsman Butter lebih stabil dan tahan lama dalam penyimpanan.
2. Mitos: Butter Wijsman Mengandung Bahan Pengawet Berbahaya
Fakta: Salah satu alasan utama butter Wijsman dapat bertahan lama tanpa bahan pengawet berbahaya adalah metode pengolahan dan kandungan garamnya yang tinggi. Garam berfungsi sebagai pengawet alami yang memperpanjang umur simpan produk. Dengan demikian, Wijsman Butter tidak memerlukan tambahan bahan kimia pengawet, menjadikannya lebih aman untuk dikonsumsi.
3. Mitos: Semua Mentega Memberikan Hasil yang Sama pada Kue
Fakta: Tidak semua mentega memiliki komposisi lemak dan kadar air yang sama. Butter Wijsman memiliki kandungan lemak susu yang lebih tinggi, sehingga memberikan tekstur kue yang lebih lembut, moist, dan aroma yang khas. Tekstur yang lebih lunak dan aroma yang wangi membuat Wijsman Butter sangat cocok digunakan dalam berbagai jenis kue kering maupun basah.
Dengan demikian, Wijsman Butter bukan hanya mentega biasa, tetapi memiliki ciri khas yang membuatnya lebih unggul dalam penggunaannya dalam masakan dan kue.
Advertisement
Alasan Ilmiah Mengapa Butter Wijsman Memberikan Hasil yang Berbeda
Butter Wijsman memiliki karakteristik unik yang membuatnya berbeda dari butter biasa. Beberapa faktor ilmiah yang mempengaruhi hasil akhirnya adalah:
Kandungan Lemak yang Tinggi
Menurut Pakar kuliner Indonesia, Chef William Wongso, Butter Wijsman memiliki kandungan lemak yang tinggi dan tekstur yang khas. Hal ini membuat butter ini menjadi pilihan utama untuk kue-kue tradisional Indonesia, terutama nastar dan kastengel. Kadar garam yang lebih tinggi juga memberikan dimensi rasa yang tidak ditemukan pada butter lainnya.
Butter Wijsman memiliki kadar lemak sekitar 82%, lebih tinggi dibandingkan butter lokal yang biasanya hanya sekitar 80%. Kandungan lemak yang lebih tinggi ini membuat kue lebih lembut, flaky, dan kaya rasa.
Kadar Air yang Rendah
Kadar air yang lebih rendah membantu adonan lebih stabil saat dipanggang, menghasilkan tekstur yang lebih kering dan renyah dibandingkan mentega dengan kadar air lebih tinggi.
Hal ini senada dengan pernyataan Chef Sisca Soewitomo, pakar kuliner Indonesia dan penulis berbagai buku resep, kadar air yang rendah dan kandungan lemak yang tinggi membuat kue kering lebih renyah dan tahan lama, sementara aromanya yang khas memberikan signature taste yang dicari dalam kue-kue klasik Indonesia.
Garam Sebagai Flavor Enhancer
Kandungan garam dalam butter Wijsman tidak hanya berfungsi sebagai pengawet alami. Tingginya kadar garam ini memberikan beberapa keunggulan:
- Rasa yang lebih gurih dan kompleks
- Meningkatkan cita rasa pada masakan atau kue
- Membantu menyeimbangkan rasa manis pada kue
Sejarah Panjang Wijsman: Lebih dari Sekadar Butter
Perjalanan Wijsman dimulai pada tahun 1846, jauh sebelum teknologi penyimpanan dan transportasi makanan semaju sekarang. Ekspor perdana ke Indonesia pada tahun 1900 masih menggunakan tong kayu, menunjukkan tantangan yang dihadapi pada masa itu.
Inovasi pengemasan dalam kaleng pada tahun 1945 merupakan tonggak sejarah Wijsman. Pengemasan ini mampu menjaga kualitas dan kesegaran mentega selama pengiriman dan penyimpanan, memungkinkan ekspansi global Wijsman ke berbagai negara tropis.
Popularitas Wijsman di Asia, khususnya Indonesia, tidak lepas dari komitmennya terhadap kualitas dan inovasi. Wijsman telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Indonesia, dan terus menjadi pilihan utama bagi para pecinta kue kering hingga saat ini. Rahasia di balik butter Wijsman terletak pada komitmen terhadap kualitas bahan baku, inovasi pengemasan, dan cita rasa yang khas.
Dari sejarah panjangnya hingga komposisi ilmiahnya, rahasia di balik butter Wijsman telah terungkap. Mentega ini bukan hanya sekadar mentega, tetapi warisan kuliner yang telah melewati berbagai generasi dan terus memberikan kelezatan dalam setiap suapan kue kering.
Kualitas Unggul
Wijsman terkenal karena kualitasnya yang superior. Mentega ini terbuat dari susu sapi pilihan dari peternakan Belanda, dengan kadar lemak susu mencapai 99,8%. Tingginya kadar lemak susu ini memberikan rasa yang kaya dan tekstur yang lembut, menjadikan Wijsman pilihan ideal untuk berbagai aplikasi kuliner, terutama dalam pembuatan kue kering.
Perjalanan ke Indonesia
Wijsman pertama kali tiba di Indonesia sekitar tahun 1900, pada masa penjajahan Belanda. Sejak saat itu, mentega ini telah menjadi bagian integral dari tradisi kuliner Indonesia. Popularitasnya terus bertahan bahkan setelah Indonesia merdeka, membuktikan kualitas dan cita rasanya yang disukai oleh lidah lokal.
Fakta Menarik:
Warna Keemasan: Warna keemasan khas Wijsman berasal dari pigmen beta-karoten alami yang terkandung dalam susu sapi yang diberi pakan rumput segar.
- Aroma Khas: Aroma mentega Wijsman yang khas berasal dari proses fermentasi krim susu yang terkontrol, memberikan kompleksitas rasa yang unik.
- Daya Tahan: Dikemas dalam kaleng vakum, Wijsman dapat bertahan hingga 2 tahun tanpa refrigerasi jika belum dibuka, menjadikannya pilihan ideal untuk penyimpanan jangka panjang.
- Versatilitas: Selain untuk membuat kue, Wijsman juga sering digunakan dalam masakan tradisional Indonesia seperti nasi goreng dan rendang untuk memberikan cita rasa yang lebih kaya.
- Ekspansi Global: Meskipun sangat populer di Indonesia, Wijsman juga diekspor ke berbagai negara lain di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika, menunjukkan daya tariknya yang universal.
Advertisement
