Liputan6.com, Jakarta Saat kebanyakan orang memilih menghabiskan libur nasional Nuzulul Quran dengan beristirahat di rumah atau pergi ke pusat perbelanjaan, sekelompok pelajar tunanetra memilih cara yang berbeda.
Bermodalkan tongkat dan Al-Quran Braille di tangan masing-masing, tujuh pelajar dari program Sertifikat Dasar Tahfiz dan Diploma Tahfiz Al-Quran dan Qiraat di Darul Quran JAKIM, Kuala Kubu Bharu, telah memasuki pintu utama masjid sejak pagi hari, melansir Bernama.
Advertisement
Baca Juga
Selain Al-Quran Braille, beberapa di antara mereka juga membawa eBraille Al-Quran, yaitu Al-Quran Braille elektronik yang mempermudah akses bagi penyandang disabilitas netra.
Setelah semuanya mengambil tempat, mereka mulai melantunkan ayat suci Al-Quran dengan bimbingan tenaga pengajar Darul Quran JAKIM, Ahmad Qusairi Mat Zizi, yang juga seorang tunanetra.
"Alhamdulillah, ini adalah salah satu kegiatan utama kami untuk menghayati dan memperingati peristiwa Nuzulul Quran, yaitu turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril," kata Ahmad Qusairi kepada Bernama, dilansir Liputan6.com, Rabu (19/3/2025).
Metode pembelajaran Al-Quran bagi tunanetra
Sebagai mantan pelajar Darul Quran JAKIM yang kini menjadi tenaga pengajar, Ahmad Qusairi mengaku merasa bangga melihat semangat dan tekad para pelajar tunanetra dalam mempelajari serta menghayati Al-Quran.
"Kami tidak pernah menjadikan keterbatasan sebagai penghalang, justru sebagai sumber kekuatan karena kami yakin Al-Quran akan menjadi bekal bagi kita di akhirat," ujarnya yang juga terlibat dalam penerbitan materi dan soal dalam format Braille untuk pelajar di sana.
Berbicara mengenai metode pembelajaran Al-Quran bagi tunanetra, Ahmad Qusairi menjelaskan bahwa pada tahap awal, pelajar diajarkan kode Braille Al-Quran yang membentuk huruf hijaiyah, tanda baca, serta kata-kata dalam ayat Al-Quran.
Ia menegaskan bahwa jika penyandang disabilitas netra mampu membaca Al-Quran, maka tidak ada alasan bagi umat Islam yang memiliki penglihatan normal untuk tidak melakukannya.
Advertisement
Pendidikan tahfiz Al-Qur'an
Darul Quran JAKIM berperan dalam menyelenggarakan pendidikan tahfiz Al-Quran, menjadi pusat rujukan studi tahfiz Al-Quran dan Qiraat di Malaysia, melaksanakan pelatihan dan sertifikasi pengajar tahfiz, serta melakukan penelitian dalam bidang studi tahfiz Al-Quran.
Peristiwa turunnya Al-Quran atau yang lebih dikenal sebagai Nuzulul Quran terjadi pada 17 Ramadhan, saat Nabi Muhammad tengah beribadah di Gua Hira.
