Kronologi Satu Keluarga Wisatawan Tertimpa Pohon Pinus di New Sekipan Karanganyar, Bocah 12 Tahun Meninggal

Wisatawan cilik berusia 12 tahun itu meninggal dunia dengan luka di bagian kepala dan patah kaki.

oleh Asnida Riani Diperbarui 05 Apr 2025, 13:00 WIB
Diterbitkan 05 Apr 2025, 13:00 WIB
Ilustrasi pohon pinus
Ilustrasi wisata pohon pinus saat libur Lebaran. (Photo by Liam Pozz on Unsplash)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Satu keluarga wisatawan yang sedang berkemah di New Sekipan Karanganyar, Jawa Tengah, tertimpa pohon pinus yang tumbang. Camat Tawangmangu, Eko Joko Widodo, mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat pagi, 4 April 2025.

Melansir merdeka.com, Sabtu (5/4/2025), ia mengatakan, pohon pinus di kawasan perkemahan tersebut tiba-tiba tumbang. Akibat kejadian nahas tersebut, bocah berusia 12 tahun berinisial JCPS asal Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Jawa Tengah, meninggal dunia dengan luka di bagian kepala dan patah kaki.

Menurut kronologi yang diceritakan Eko, korban bersama keluarganya berwisata di New Sekipan Tawangmangu sejak Kamis siang, 3 April 2025. Rombongan keluarga tersebut tiba di lokasi sekitar pukul 13.30 WIB.

Selanjutnya, mereka mendirikan tenda. Pada Jumat pukul 04.45 WIB, pohon pinus di lokasi perkemahan tiba-tiba tumbang dan menimpa tenda keluarga tersebut. Eko mengatakan, saat itu korban masih tidur. Tiga anggota keluarga lain, yakni ayah, ibu, dan adik korban selamat.

Terkait kejadian tersebut, Kapolsek Tawangmangu Ajun Komisaris Polisi Eling Adi Utomo mengatakan, setelah mendapat laporan, pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian untuk proses evakuasi korban. Saat itu, korban sempat dievakuasi ke Puskemas Tawangmangu, namun nyawanya tidak tertolong.

Bergeser ke Jawa Barat, Tim SAR Gabungan menemukan dua wisatawan korban terseret arus di Pantai Pangandaran dalam kondisi meninggal dunia di periode libur Lebaran. Korban pertama Suhendar (19) ditemukan Tim SAR Gabungan pada Kamis, 3 April 2025, dan Dede Sulaiman (15) pada ditemukan Jumat (4/4/2025).

"Dengan telah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan selesai. Seluruh unsur SAR kembali ke satuannya masing masing," bunyi rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 4 April 2025. 

Wisatawan Terseret Arus Pantai Pangandaran

1 Orang Korban Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Tim SAR Gabungan
1 Orang Korban Terseret Arus di Pantai Pangandaran Ditemukan Tim SAR Gabungan. (Dok: IG @basarnas_jabar https://www.instagram.com/p/DIATP91BC4z/?img_index=3&igsh=MWpyazVyem03M2t0ag==)... Selengkapnya

Mengenai kronologi pencarian, jenazah pertama ditemukan nelayan sekitar dua km dari lokasi kejadian. Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran, Edwin Purnama, menyebut Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi penemuan dan melaksanakan evakuasi ketika mendapat informasi tersebut.

Menurut informasi yang diterima dari Kantor SAR Bandung, insiden pertama terjadi pada Selasa, 1 April 2025, sekitar pukul 14.40 WIB. Suhendar dilaporkan tenggelam di depan Hotel Sandaan, tepatnya di Pos 4 Pantai Barat. Keesokan harinya, Dede mengalami nasib serupa di sekitar Pos 5.

Dede dilaporkan tengah berenang bersama lima temannya ketika mereka terseret ombak yang kuat pukul 07.00 WIB. Dalam pencarian korban kedua, tim sempat dibagi dari jadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 menyisir perairan menggunakan waverunner Basarnas, jetski Satpolairud Polres Pangandaran, dan perahu jukung SAR Barakuda sejauh tiga km dari lokasi kejadian awal. Kemudian, tim SRU 2 sempat melakukan upaya penyisiran di pesisir pantai menggunakan mobil Satpolairud Polres Pangandaran dengan radius tiga km ke arah beach strip Susi Air.

Longsor di Cangar

Longsor Cangar Mojokerto
Tim SAR gabungan polisi, TNI, Basarnas, BPBD dan para relawan mengevakuasi para korban dan melakukan pencarian korban yang masih belum ditemukan. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)... Selengkapnya

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya selaku SAR Mission Coordinator dalam Operasi SAR Cangar Mojokerto, Nanang Sigit, melaporkan hasil operasi SAR hari kedua tanah longsor di Cangar, Kabupaten Mojokerto.

"Tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 10 orang meninggal dunia, penumpang dari mobil Innova dan Pickup yang kemarin jadi korban bencana alam tanah longsor di Cangar Mojokerto," ujarnya, lapor kanal Regional Liputan6.om, Jumat, 4 April 2025.

"Pukul 09.38 WIB, ditemukan satu korban balita 3,5 tahun atas nama Mikaila (penumpang pickup) selanjutnya dibawa Ambulance Perkemi," ucapnya. Pukul 09.48 WIB, lanjut Nanang, ditemukan satu korban perempuan belum teridentifikasi selanjutnya dibawa ambulans PKM.

"Pukul 11.00 WIB, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia dengan rincian tujuh korban (mobil Innova) dibawa ke RS Hasta Brata Kota Batu," ujarnya. Nanang melanjutkan, tiga korban mobil pickup dibawa ke RSUD Sumberglagah Pacet untuk proses identifikasi oleh DVI Polda Jatim.

"Pukul 12.00 WIB, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing, operasi SAR selesai dan diusulkan untuk di tutup. Unsur SAR terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," ucapnya.

4 Objek Wisata Tutup Sementara

Longsor Cangar Mojokerto
Longsor di Cangar Kabupaten Mojokerto, Jatim, menimpa dua mobil. (Liputan6.com/ Dian Kurniawan)... Selengkapnya

UPT Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo menutup empat objek wisata setelah longsor jalur Pacet-Cangar berdampak pada lalu lintas antara Kota Batu-Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis, 3 April 2025. Keempat tujuan wisata tersebut adalah Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Petung Sewu.

"Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan," tulis pihaknya di unggahan Instagram, Kamis. "Demikian pengumuman ini disampaikan untuk dimaklumi."

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Ahmad Wahyudi, mengatakan pada Antara, tanah longsor menyebabkan akses menuju lokasi empat tempat wisata tertimbun material tanah longsor, sehingga tidak bisa dilintasi kendaraan. Proses pembersihan jalur tersebut dilaporkan berlanjut pada Jumat, 4 April 2025.

Ketika tanah longsor terjadi, sebut Wahyudi, Pemandian Air Panas Cangar, Coban Watu Ondo, Coban Watu Lumpang, dan Wisata Panorama Putung Sewu masih beroperasi. Namun, Wahyudi memastikan tidak ada satupun wisatawan di masing-masing lokasi wisata yang jadi korban tanah longsor tersebut.

"Wisatawan aman, karena longsor yang terjadi bukan di tempat wisatanya, tapi di antara Air Terjun Watulumpang dan Watuondo," ujar dia.

Infografis Risiko Bencana di Daerah Wisata
Infografis Risiko Bencana di Daerah Wisata. (Dok: Liputan6.com)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya