Jasa WO Mulai Ditinggalkan, Tren Pernikahan DIY yang Ramah Bujet Naik Daun di Kalangan Anak Muda Korea

Saat ini, biaya menggelar pernikahan di Korea Selatan dengan menerapkan konsep konvensional mencapai lebih dari Rp4,2 miliar.

oleh Dinny Mutiah Diperbarui 03 Apr 2025, 11:00 WIB
Diterbitkan 03 Apr 2025, 11:00 WIB
pernikahan selingkuh
ilustrasi pernikahan dan cincin/Photo by Jeremy Wong Weddings on Unsplash... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Selain sakral, pernikahan juga mahal. Persepsi itu ada di benak kebanyakan anak muda Korea Selatan saat ini. Mereka pun menyiasatinya dengan merancang sendiri pernikahan dan pernak-perniknya atau dikenal sebagai pernikahan DIY. Trennya meningkat lantaran dianggap ramah bujet.

Selama bertahun-tahun, paket pernikahan konvensional yang disebut studio-dress-makeup, meliputi sesi foto studio pranikah, gaun pengantin, dan riasan yang diatur melalui wedding organizer (WO), telah menjadi salah satu bagian penting dari persiapan pernikahan di Korea. Namun kini, lebih banyak pasangan yang akan menikah mendesain pernikahan mereka secara mandiri.

Mereka mengatur semuanya, mulai dari pakaian hingga aksesori dengan pendekatan do-it-yourself (DIY) daripada paket mahal yang bisa menghabiskan puluhan juta won. Menurut platform belanja daring, pencarian kata kunci terkait pernikahan dan penjualan melonjak.

Platform belanja lokal 29CM mengumumkan bahwa pencarian terkait mode pernikahan yang terjangkau lebih dari dua kali lipat pada Maret 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan gaun dan blus, yang sering dipilih sebagai alternatif gaun untuk foto pernikahan, meningkat masing-masing sebesar 20 persen dan 30 persen dari periode yang sama tahun lalu.

"Tren pernikahan DIY yang lebih fokus pada kepraktisan menyebar. Jadi, lebih banyak calon pengantin lebih menyukai gaun merek desainer yang lebih terjangkau daripada gaun mahal untuk pemotretan pernikahan," jelas perusahaan tersebut.

Promosi 1

Didorong Inflasi Pernikahan

Ilustrasi konsep nikah
Ilustrasi konsep nikah sederhana dan simpel/Copyright unsplash/Julia Solonina... Selengkapnya

Menurut perusahaan tersebut, perubahan tren itu salah satunya didorong oleh biaya untuk mempersiapkan pernikahan yang meningkat signifikan yang memunculkan istilah 'inflasi pernikahan'. "Lebih banyak anak muda mencari gaun pernikahan, pakaian tamu, dan pakaian ulang tahun pernikahan yang praktis sesuai dengan selera mereka sendiri," katanya.

Mencerminkan tren ini, 29CM mengadakan 29 CEREMONY, bagian khusus bertema pernikahan hingga 13 April 2025, memperkenalkan lini baru tampilan terinspirasi pernikahan dengan harga diskon.

Platform mode lainnya, Ably, berbagi bahwa kata kunci terkait pernikahan lebih banyak dicari sejak musim pernikahan musim semi bulan lalu. Pencarian untuk gaun pernikahan DIY dan gaun resepsi pernikahan meningkat 25 persen, dan pakaian pesta bridal shower meningkat 15 persen.

Platform belanja Tiongkok seperti AliExpress dan Temu juga diandalkan calon pengantin untuk membeli gaun yang lebih murah untuk dikenakan di resepsi atau pemotretan dengan orang-orang yang membagikan ulasan dan kiat untuk mendapatkan pakaian di platform tersebut.

 

Brand Lokal Perkuat Lini Pernak-pernik Pernikahan

Ilustrasi pernikahan, menikah
Ilustrasi pernikahan, menikah. (Gambar oleh Gde Kertayasa dari Pixabay)... Selengkapnya

Bersama dengan gaun, permintaan untuk aksesori seperti sepatu, kerudung, dan buket bunga juga meningkat karena lebih banyak pilihan yang terjangkau dibandingkan item rilisan desainer kelas atas. Merek sepatu lokal seperti Sappun dan Shoes de Blanc memperkuat lini pernikahan mereka dan merilis produk yang menawarkan desain dan kenyamanan dengan harga yang jauh lebih rendah.

Buket pernikahan DIY juga populer untuk pasangan yang ingin menghemat uang. Tagar seperti #selfbouquet dan #artificialflowerbouquet sedang tren di media sosial dengan ribuan unggahan. Video YouTube yang membagikan tutorial dan ulasan tentang membuat buket sendiri juga semakin populer.

Tren pernikahan DIY ini merupakan hasil dari inflasi dan terus meningkatnya biaya perencanaan pernikahan, yang membuat orang lebih enggan untuk mengambil langkah konvensional yang ditawarkan perusahaan perencanaan pernikahan. Menurut perusahaan konsultasi pernikahan dan perencanaan pernikahan Korea Duo, biaya rata-rata untuk menikah dalam dua tahun terakhir adalah 361,73 juta won (sekitar Rp4,1 miliar).

Pemerintah Korea Sinyalir Ada Kesenjangan Informasi

Cincin Pernikahan
Ilustrasi cincin pernikahan (Pixabay.com).... Selengkapnya

Biaya rata-rata tempat pernikahan pada 2024 adalah 12,83 juta won, yang berarti naik 21 persen dari 10,57 juta won tahun sebelumnya. Biaya rata-rata paket studio-dress-makeup juga meningkat setiap tahun menjadi 3,6 juta won tahun lalu, yang delapan persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Dibandingkan 2020, ketika sekitar 2,35 juta won, biayanya melonjak 53 persen.

Seiring dengan terus meningkatnya biaya pernikahan setiap tahun, pemerintah akan melakukan survei nasional terhadap tempat pernikahan dan agen perencanaan untuk mengatasi kesenjangan informasi di pasar pernikahan dan membantu konsumen membuat keputusan yang lebih tepat. Badan Konsumen Korea akan melakukan survei harga bulanan dari April hingga Desember, memeriksa 711 tempat pernikahan dan 1.500 perusahaan layanan perencanaan pernikahan.

Di sisi lain, angka kelahiran di Korea Selatan naik pada 2024 untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun. Angka ini rupanya juga didukung oleh peningkatan pernikahan. Data awal menunjukkan pada Rabu, 26 Februari 2025, sebagai tanda bahwa krisis demografi negara itu telah membaik.

Angka kesuburan di Korea Selatan -- dengan melihat jumlah rata-rata bayi yang diharapkan dimiliki seorang wanita selama masa reproduksinya -- berada pada angka 0,75 pada 2024, menurut Statistik Korea, dikutip dari laman Japan Today.

Infografis Komponen Wajib Pernikahan Indonesia
Infografis Komponen Wajib Pernikahan Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya