Polisi Selidiki Penyebab Bentrokan di Lapas Kerobokan

Peristiwa berawal pada pukul 15.30 Wita dari perkelahian 2 narapidana di dalam lapas.

oleh Yudha Maruta diperbarui 17 Des 2015, 20:04 WIB
Diterbitkan 17 Des 2015, 20:04 WIB
Yudha Maruta/Liputan6.com
Polisi berjaga di Lapas Kerobokan Bali (Yudha Maruta/Liputan6.com)

Liputan6.com, Denpasar - Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Made Sudana mengatakan hingga kini pihaknya belum mengetahui pasti penyebab bentrok yang terjadi Lapas Kelas II Kerobokan Bali yang menewaskan 2 orang dan 2 lainnya luka .

"Kita belum tahu, ini baru kita sidik karena belum ada laporan. Kronologis awal saya terima telepon bahwa ada keributan di LP itu saja," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Anak Agung Made Sudana usai membubarkan massa di depan Lapas Kerobokan, Kamis (17/12/2015).
 
Dari informasi sementara, 4 warga binaan menjadi korban dalam bentrok ini, 2 diantaranya meninggal. Korban tewas adalah Robot asal Ubung Kaja Denpasar yang meninggal akibat luka pada perut kanan dan Dore asal Pekambingan Denpasar meninggal akibat luka pada lambung kiri.

Kedua jenazah korban kini disemayamkan di kamar jenazah RSUP Sanglah Denpasar. Sementara 2 korban luka adalah Putu Semal dan Doglet yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar.

Bentrok antar 2 kelompok massa terjadi di Lapas kelas II A Kerobokan Denpasar. Peristiwa berawal pada pukul 15.30 Wita dari perkelahian 2 narapidana di dalam lapas.

Perkelahian tersebut akhirnya meluas hingga mengakibatkan 2 kelompok masa ormas di blok H dan blok C-1 dalam lapas terlibat bentrok.
 
Ratusan personel Brimob Polda Bali dan Polresta Denpasar dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

Ratusan personel dengan senjata lengkap langsung disiagakan dan merangsek masuk lapas mengendalikan narapidana. Ratusan personel lainnya disiagakan di luar Lapas. 

Petugas berupaya menenangkan kelompok masa yang akan mendekat ke lapas. Dengan persuasif akhirnya kelompok massa bisa dibubarkan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya