Pramono Anung: Kemenangan Trump Tak Pengaruhi Hubungan dengan AS

Banyak pihak yang khawatir hubungan Indonesia dengan Amerika terganggu karena program-program Trump yang kontroversial.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 10 Nov 2016, 07:00 WIB
Diterbitkan 10 Nov 2016, 07:00 WIB
20160609-Pramono Anung-Jakarta
Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dalam wawancara khusus bersama Liputan6.com dan SCTV, di kantornya, Jakarta, Kamis (9/6/2016). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Donald Trump akhirnya terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Banyak pihak yang khawatir hubungan Indonesia dengan Amerika akan terganggu karena program-program Trump yang kontroversial, utamanya bagi umat muslim.

Namun, kekhawatiran itu ditampik Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Menurut dia, Indonesia memiliki hubungan bersejarah dengan Amerika sehingga siapapun presidennya tidak akan mengganggu hubungan kedua negara.

"Kami secara geopolitik, geo-strategis dan juga hubungan bisnis perdagangan Indonesia pasti sangat menarik bagi pasar Amerika. Dan kita juga tahu Indonesia mempunyai sejarah cukup panjang dengan Amerika dalam hubungan politik, perdagangan, bisnis, sosial budaya. Dengan demikian kami melihat tidak akan ada pengaruh terhadap kemenangan Trump ini," jelas Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Bila dilihat program yang akan dijalankan Trump saat kampanye memang sarat akan kontroversi bahkan mendekat dengan pelanggaran HAM. Hanya, Indonesia juga harus menghormati keputusan yang diambil rakyat Amerika.

"Ya intinya kita menghargai pilihan rakyat Amerika, karena itu pilihan rakyat Amerika sebagai negara demokrasi, apapun pilihannya juga kita hormati," imbuh politisi PDIP itu.

Sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia, program Trump memang terkesan bertentangan dengan Indonesia. Tapi, Pramono yakin Trump bisa menyesuaikan diri dengan jabatan barunya.

"Ya dalam hubungan internasional, pasti ada penyesuaian antara sebelum dan setelah terpilih. Sehingga kami tidak khawatir terhadap hal itu," pungkas Pramono.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya