BNPB Ajukan Tambahan Dana Rp 500 M ke Kemenkeu untuk Palu-Donggala

BNPB akan mengevaluasi masa tanggap darurat di Palu-Donggala yang berakhir pada 11 Oktober 2018.

oleh Fachrur Rozie diperbarui 08 Okt 2018, 16:33 WIB
Diterbitkan 08 Okt 2018, 16:33 WIB
Dampak Gempa Sigi, Rumah dan Tiang-Tiang Listrik Roboh
Tiang-tiang listrik roboh usai gempa dan tsunami melanda Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan beberapa lokasi di Sigi terisolir akibat gempa dan tsunami. (ADEK BERRY/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta tambahan anggaran Rp 500 miliar ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Anggaran diajukan BNPB untuk merampungkan proses tanggap darurat di Palu-Donggala menuju rehabilitasi.

"Kami mengusulkan tambahan anggaran Rp 500 miliar ke Kemenkeu untuk tahap awal," ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei dalam jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (8/10/2018).

Willem juga memastikan masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Palu-Donggala akan berakhir pada 11 Oktober 2018. Satu hari sebelumnya, pihaknya akan memutuskan apakah tanggap darurat di Palu-Donggala diteruskan atau tidak.

"Tanggal 10 akan kita evaluasi. Apakah dilanjutkan atau tidak," kata dia.

Namun dia mengatakan, berdasarkan koordinasinya dengan Basarnas, 11 Oktober 2018 dipastikan sebagai hari terakhir evakuasi terhadap para korban.

"Basarnas mengatakan hanya sampai tanggal 11," terang dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya