Wamenhan: Indonesia Kini Masuk ke Tatanan Dunia Baru

Sakti mengatakan, Indonesia kerap diserang dengan menggunakan teknologi. Misalnya dengan menyebarkan hoaks dengan tujuan melunturkan ideologi.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 20 Nov 2019, 04:03 WIB
Diterbitkan 20 Nov 2019, 04:03 WIB
Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Wahyu Sakti Trenggono.
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono. (Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Indonesia kini masuk ke dalam tatanan dunia baru, seiring penggunaan teknologi yang kian terintegrasi dalam kehidupan masyarakat.

"Kita ini tengah dibawa ke dalam tatanan dunia baru dimana semua terkoneksi satu sama lainnya. Tatanan dunia baru ini membawa tantangan bagi ketahanan nasional karena bentuk serangan berubah dari fisik menjadi cyber," kata Sakti di acara "Goesmart 2019: Smart Cities Week 2019" yang diselenggarakan Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) di ITB Bandung, Selasa (19/11/2019).

Sakti mengatakan, Indonesia kerap diserang dengan menggunakan teknologi. Misalnya dengan menyebarkan hoaks dengan tujuan melunturkan ideologi.

"Jika penyebar hoaks merasa berhasil menghancurkan ideologi seseorang, dia akan masuk dengan paham baru dan merusak tatanan yang ada. Kondisi ini yang harus diwaspadai para penggiat smart city karena di era kota cerdas masyarakatnya belum tentu cerdas," ungkap Sakti.

Saksikan video pilihan di bawah ini:


Jaga Kedaulatan

Dia menyebutkan, agar Indonesia mampu bersaing di era tatanan baru, maka semua pihak harus ikut dalam menjaga keamanan dan kedaulatan nasional ketika membuat konsep Smart City atau transformasi digital dalam semua sektor.

"Keamanan dan kedaulatan negara terhadap itu harus masuk dalam perencanaan kala membuat jaringan, konten, dan aplikasi untuk membuat smart apapun bagi masyarakat," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya