Cuaca Hari Ini Rabu 26 Februari 2025: Waspada Jabodetabek Hujan di Malam Hari

Cuaca pagi Jakarta pada hari ini, Rabu (26/2/2025), diprakirakan seluruh langitnya akan berawan. Demikianlah prediksi cuaca hari ini.

oleh Fauziah Basahil Diperbarui 26 Feb 2025, 06:15 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 06:15 WIB
Januari-Februari 2015, Puncak Musim Hujan
Cuaca mendung terlihat dari ketinggian Tanah Abang, Jakarta. Foto diambil pada Minggu (4/1/2015). (Liputan6.com/Miftahul Hayat)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Cuaca pagi Jakarta pada hari ini, Rabu (26/2/2025), diprakirakan seluruh langitnya akan berawan. Demikianlah prediksi cuaca hari ini.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca Jakarta pada siang hari seluruhnya diprakirakan cerah berawan. 

Selain itu, untuk wilayah penyangga Kota Jakarta, yaitu Bekasi, Jawa Barat, pagi dan siang diprediksi berawan. Lalu, malamnya diprakirakan hujan berintensitas ringan.

Selanjutnya, di Depok, Jawa Barat, cuaca pagi diprediksi berawan dan siang, malam akan hujan berintensitas ringan.

Di kawasan Kota Bogor, Jawa Barat, pada pagi dan siang hari diprakirakan berawan. Lalu, malamnya diprakirakan akan hujan berintensitas ringan.

Kemudian, di wilayah Kota Tangerang, Banten, diprediksi berawan di pagi hari, lalu siang akan hujan dengan intensitas ringan. Lalu malamnya diprakkirakan berawan.

Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:

 Kota  Pagi  Siang   Malam 
 Jakarta Barat  Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Pusat   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Selatan   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Timur   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Jakarta Utara   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Kepulauan Seribu   Berawan  Cerah Berawan  Hujan Ringan
 Bekasi   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Depok   Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
 Kota Bogor   Berawan  Berawan  Hujan Ringan
 Tangerang  Berawan  Hujan Ringan  Berawan
 

HomeHot Imbauan BMKG Soal Siklon Tropis 99S, Ancaman Cuaca di Selatan Indonesia

Cuaca Ekstrem Melanda Jakarta
Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras mengguyur kawasan Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (31/5/2022). Potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah di Indonesia pada hari ini dipengaruhi oleh kemunculan bibit siklon tropis 92S di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya

Jakarta Siklon tropis 99S kini menjadi perhatian utama di wilayah selatan Indonesia, khususnya di Samudra Hindia. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bibit siklon ini terdeteksi pada tanggal 20 Februari 2025.

BMKG memprediksi potensi penguatan siklon ini akan meningkat dalam waktu dekat, sehingga masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk tetap waspada.

Dalam laporan terbaru disebutkan bahwa kecepatan angin maksimum yang dihasilkan oleh 99S berkisar antara 45-50 km/jam, dengan tekanan permukaan laut minimum sekitar 1003 hPa.

Lokasi bibit siklon ini bervariasi, berada di antara selatan Jawa Timur dan utara Australia Barat, serta sekitar Laut Timor. Hal ini menunjukkan bahwa siklon ini memiliki potensi untuk mempengaruhi cuaca di beberapa wilayah Indonesia.

Pada tanggal 22 Februari 2025, Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menyatakan peluang berkembangnya 99S menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan adalah sedang. Dengan potensi dampak yang signifikan, hujan lebat hingga sedang diprediksi akan melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta angin kencang yang dapat membahayakan masyarakat di sekitar daerah tersebut. Berikut Liputan6.com ulas, Senin (24/02/2025). 

  • Potensi Dampak Siklon 99S

Siklon 99S berpotensi memberikan dampak yang cukup besar bagi wilayah NTT dan NTB. Hujan lebat hingga sedang diperkirakan akan terjadi, yang dapat menyebabkan banjir di beberapa daerah. Selain itu, angin kencang yang menyertai siklon ini juga dapat menimbulkan risiko bagi masyarakat, terutama di daerah pesisir yang rentan terhadap angin kencang.

Gelombang laut yang tinggi, berkisar antara 1,25-2,5 meter, juga menjadi perhatian serius. BMKG mengingatkan para pelaut untuk waspada terhadap kondisi ini, karena dapat menimbulkan bahaya saat berlayar. Oleh karena itu, masyarakat di daerah terdampak diimbau untuk tetap memantau perkembangan cuaca dan mengikuti informasi terkini dari BMKG.

  • Imbauan dari BMKG

BMKG meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat disebabkan oleh siklon 99S. Banjir, tanah longsor, dan puting beliung adalah beberapa ancaman yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini. Masyarakat di daerah rawan bencana diharapkan untuk mempersiapkan diri dan mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Informasi terkait perkembangan siklon ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu memperbarui informasi melalui BMKG dan lembaga meteorologi lainnya. Dengan demikian, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi diri dan keluarga dari dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh siklon tropis 99S.

Cegah Banjir

Cuaca Ekstrem Jakarta, Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Pejalan kaki menggunakan payung saat hujan deras di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (23/11/2022). Sejak Oktober, DKI Jakarta mulai memasuki musim penghujan yang sudah masuk ke dalam tahap ekstrem. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya

Budi menambahkan tujuan OMC di wilayah Jakarta yang dilakukan kali ini adalah untuk mengurangi ekstremitas cuaca yang jika tidak diantisipasi berpotensi menimbulkan banjir.

"Kami punya ambang batas intensitas curah hujan yang dapat menimbulkan banjir di wilayah Jakarta adalah jika intensitas curah hujannya di atas 50 mm/hari," kata dia.

Oleh karena itu, jika dari prediksi terdeteksi akan ada kejadian hujan dengan intensitas lebih dari 50 mm/hari, maka pihaknya akan mengantisipasi dengan sorti penyemaian NaCl.

"Sebaliknya jika diprediksi curah hujannya normal-normal saja, maka akan kita biarkan sel awan itu menjadi hujan di atas wilayah Jakarta. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir jika selama periode pelaksanaan OMC, Jakarta menjadi kekeringan, seperti banyak anggapan masyarakat yang masih keliru menilai saat ini," katanya.

Infografis BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem
Infografis BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem (Liputan6.com/Triyasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya