WSBP Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 31,58 Persen di 2024

Menurutny Fandy, pihaknya juga terus berfokus menerapkan program transformasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, diversifikasi pemasaran, dan optimalisasi penggunaan teknologi

oleh Tim News Diperbarui 27 Mar 2025, 10:47 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 22:31 WIB
Produksi Beton Menuju New Normal di Plant Karawang PT. Waskita Beton Precast
Pekerja menyelesaikan pembuatan spun pile atau tiang pancang di Plant Karawang PT Waskita Beton Precast, Jawa Barat. (Liputan6.com/Fery Pradolo)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 31,58% sepanjang tahun 2024 menjadi Rp1,97 Triliun dibanding Rp1,49 Triliun pada tahun 2023. Kepala Divisi Corporate Secretary Fandy Dewanto mengatakan, pencapaian ini didorong dari kinerja positif seluruh lini bisnis utama perusahaan, yaitu precast, readymix, serta konstruksi dan instalasi. 

"Pertumbuhan yang kami raih ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh Insan WSBP dan implementasi strategi yang tepat dalam meningkatkan kinerja operasional. Kami terus berfokus pada pengembangan produk dan layanan berkualitas untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ujar Fandy dalam keterangan tertulisnya, Senin, 26 Maret 2025. 

WSBP juga menghasilkan profitabilitas operasi atau laba kotor yang positif di tahun ini yaitu sebesar Rp369,67 miliar dengan Gross Profit Margin sebesar 18,75%. Pencapaian ini tidak lepas dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan proses produksi serta menerapkan manajemen rantai pasok bahan baku yang efisien.

"Peningkatan utilitas Precast Plant kami menjadi indikator kuat bahwa kapasitas produksi WSBP semakin dimaksimalkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan proyek infrastruktur nasional,” tambahnya. 

Menurutny Fandy, pihaknya juga  terus berfokus menerapkan program transformasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, diversifikasi pemasaran, dan optimalisasi penggunaan teknologi dalam proses produksi untuk mendukung proyek- proyek infrastruktur nasional. 

Transformasi bisnis WSBP juga mencakup akselerasi digitalisasi proses kerja serta penguatan tata kelola perusahaan yang adaptif serta berorientasi pada proses bisnis secara efektif dan efisien dengan memaksimalkan potensi dalam memberikan hasil terbaik. 

"Langkah ini tercermin dalam turunnya Beban Umum dan Administrasi sebesar 6,44% atau Rp32,60 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumya,” kata dia. 

Selain Beban Umum dan Administrasi, sepanjang tahun 2024 WSBP berhasil meningkatkan utilitas unit produksinya terutama Precast Plant yang dimiliki selaras dengan meningkatkan permintaan produk beton precast WSBP sehingga mampu menurunkan beban Non Contributing Plant sebesar 21,27% dibandingkan tahun sebelumnya. 

“Peningkatan utilitas plant kami menjadi indikator kuat bahwa kapasitas produksi WSBP semakin dimaksimalkan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan proyek infrastruktur nasional,” tambahnya. 

 

Promosi 1

Penuhi Sesuai Standar

PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 31,58% sepanjang tahun 2024 menjadi Rp1,97 Triliun dibanding Rp1,49 Triliun pada tahun 2023. (Istimewa)
PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sebesar 31,58% sepanjang tahun 2024 menjadi Rp1,97 Triliun dibanding Rp1,49 Triliun pada tahun 2023. (Istimewa)... Selengkapnya

Lebih lanjut, pada tahun 2024 WSBP mencatatkan Total Aset sebesar Rp3,62 Triliun, Liabilitas sebesar Rp5,18 triliun, dan Defisiensi Modal sebesar Rp1,56 triliun. 

Sebagai informasi, WSBP telah mempublikasikan Laporan Keuangan Tahun Buku 2024 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan (Parker Russell International). KAP memberikan Opini bahwa Laporan Keuangan WSBP telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material dan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. 

WSBP menegaskan komitmennya untuk menjalankan proses bisnis dengan tata kelola perusahaan yang baik dan manajemen risiko yang terukur.

"Perusahaan mengutamakan transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, guna memastikan bahwa setiap langkah yang diambil berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang," kata Fandy.  

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Tag Terkait

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya