Liputan6.com, Bandung - Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikenal memiliki keberagaman budaya yang kaya. Setiap daerahnya memiliki tradisi-tradisi unik baik dalam menyambut suatu acara salah satunya bulan Ramadan.
Diketahui setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi khas yang bisa dilakukan secara turun-temurun untuk menyambut bulan suci. Tradisi-tradisi ini bahkan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat dan menambah semangat dalam menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga
Adapun dalam menyambut bulan Ramadan setiap daerah mempunyai tradisi tersendiri. Misalnya saja di Jawa Timur, terdapat tradisi yang disebut dengan nama Megengan yaitu berupa kenduri atau doa bersama yang biasanya dilakukan menjelang Ramadan.
Advertisement
Kemudian di Sumatera Barat terdapat tradisi Balimau yaitu mandi menggunakan air yang dicampur jeruk nipis atau rempah-rempah di sungai atau tempat pemandian alami. Tradisinya melambangkan penyucian diri sebelum menjalani ibadah puasa.
Selain itu, ada juga tradisi Meugang yang dilakukan di Aceh berupa tradisi memasak daging dalam jumlah besar dan menyantapnya bersama keluarga sebelum pelaksanaan ibadah puasa dimulai.
Hadirnya keberagaman tradisi Ramadan di Indonesia menunjukkan betapa eratnya budaya dan agama dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi sarana mempererat hubungan sosial, tradisi-tradisi ini juga menjadi warisan budaya yang patut dilestarikan.
Sementara itu, melalui artikel ini akan membahas tentang kegiatan munggahan salah satu tradisi yang umum dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat. Berikut kenali tujuan dan keunikannya.
Apa Itu Munggahan?
Melansir dari beberapa sumber, Munggahan adalah tradisi khas yang umum dilakukan menjelang Ramadan di Jawa Barat. Kata munggahan sendiri berasal dari “unggah” yang berarti naik atau meningkat.
Adapun secara umum, arti munggahan memiliki makna tentang meningkatkan kualitas iman dari bulan Syaban menuju bulan Ramadan. Kegiatan munggahan masih sering dilakukan bahkan sampai saat ini.
Kemudian kegiatan yang biasanya dilakukan dalam tradisi munggahan bisa berupa makan bersama dan memanjatkan doa bersama. Selain itu, tradisi ini juga bermakna untuk mempererat tali silaturahmi sebelum bulan Ramadan dimulai.
Bagi banyak orang, munggahan bisa sangat berarti terutama ketika saling bersilaturahmi dan menyantap hidangan khas munggahan seperti misalnya di Jawa Barat identik dengan hidangan nasi liwet dan lauk pauk khasnya.
Advertisement
Tujuan Munggahan
Munggahan mempunyai tujuan utama untuk menyambut Ramadan dengan penuh makna dan suka cita. Tradisi ini juga menyimpan banyak tujuan lain yang penuh makna bagi orang yang melaksanakannya.
Bagi beberapa orang, munggahan bertujuan untuk mempererat silaturahmi bersama keluarga dan kerabat. Pasalnya di tengah-tengah kesibukan ketika orang jarang memiliki waktu berkumpul munggahan jadi momen yang sempurna.
Selain itu, munggahan juga memberikan kesempatan untuk saling meminta maaf dan memberi maaf. Alhasil tradisi ini mencerminkan pentingnya memulai Ramadan dengan keadaan yang suci baik fisik dan batin.
Kemudian munggahan juga jadi sebuah refleksi diri sebelum Ramadan dengan umumnya dimanfaatkan untuk berziarah ke makam keluarga yang telah meninggal serta jadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanya sementara.
