Fakta Menarik Pindang, Proses Pengawetan Ikan yang Disalahartikan Sebagai Jenis Ikan

Ikan pindang banyak dijual di tukang sayur, pasar tradisional, maupun pasar syalawan. Ikan yang kerap disalahartikan sebagai jenis ikan ini menyimpan banyak fakta menarik di baliknya.

oleh Switzy Sabandar Diperbarui 31 Mar 2025, 17:00 WIB
Diterbitkan 31 Mar 2025, 17:00 WIB
Rahasia Membuat Ikan Pindang Lembut dan Gurih Tanpa Bau Amis, Simak Caranya
Ilustrasi ikan pindang. (Foto: YouTube/Sandy kitchen)... Selengkapnya

Liputan6.com, Yogyakarta - Selama ini, pindang dikenal sebagai salah satu nama ikan. Namun, sebenarnya pindang bukanlah nama ikan, melainkan salah satu cara mengolah atau memasak ikan.

Ikan pindang banyak dijual di tukang sayur, pasar tradisional, maupun pasar syalawan. Ikan yang kerap disalahartikan sebagai jenis ikan ini menyimpan banyak fakta menarik di baliknya. Mengutip dari PPID Kabupaten Gunungkidul, berikut beberapa fakta menarik tentang pindang.

1. Bukan jenis ikan, melainkan cara mengolah ikan

Selama ini, sebagian orang berpikir bahwa pindang yang banyak dijual di tukang sayur maupun pasar adalah salah satu jenis ikan. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pindang berarti ikan yang digarami dan dibumbui kemudian diasapi atau direbus sampai kering agar dapat tahan lama.

Dari penjelasan tersebut, dapat diartikan bahwa pindang adalah proses memasak ikan. Sayangnya, selama ini banyak yang salah mengira pindang sebagai salah satu jenis ikan.

2. Jenis ikan yang dipindang

Ada banyak jenis ikan yang bisa dimasak dengan metode pindang. Umumnya, jenis ikan yang sering dipindang adalah ikan-ikan pelagis atau ikan yang hidup di permukaan air hingga kolom air antara 0-200 meter.

Beberapa jenis ikan yang kerap diolah menjadi ikan pindang adalah ikan kembung, tongkol, layang, selar, ikan tembang, tuna, dan cakalang. Ikan yang sudah melalui proses pindang biasanya akan dijual dalam bentuk besek bambu kecil.

3. Tujuan pengolahan dengan cara pindang

Pengolahan ikan dengan dipindang bukan tanpa alasan. Tujuan pengolahan dengan metode ini adalah agar ikan menjadi lebih awet.

Dengan cara ini, ikan dapat disimpan lebih lama. Selain itu, ikan pindang dapat diolah menjadi beragam jenis masakan.

4. Lamanya masa simpan ikan pindang

Ikan pindang memiliki umur simpan produk lebih lama, yakni lbisa berkisar antara 1-2 hari pada suhu ruang. Sementara jika disimpan dalam kulkas bisa bertahan selama tiga hari hingga 1 minggu selama disimpan dalam kemasan yang tertutup rapat.

Masa simpan ikan ini akan lebih lama jika disimpan di dalam freezer. Ikan pindang dalam freezer bisa awet hingga satu bulan atau lebih. Meski masa simpannya cukup lama, disarankan untuk mengolah ikan pindang sesegera mungkin karena dapat terjadi perubahan tekstur dan rasa.

5. Cara mengolah ikan pindang

Meski diproses dengan cara digarami, tetapi ikan pindang berbeda dengan ikan asin. Selain menggunakan garam, ikan pindang juga diolah dengan mengombinasikan proses pemanasan.

Proses ini membuat produk yang dihasilkan mempunyai karakteristik tersendiri. Ikan yang ukurannya kecil biasanya dipindang dalam keadaan utuh, sedangkan ikan dengan ukuran besar dipindang dalam bentuk potongan.

6. Karakteristik ikan pindang

Ikan pindang memiliki karakteristik yang khas, baik dari segi penampakan, cita rasa, tekstur, maupun keawetannya. Setiap jenis ikan memiliki karakteristik berbeda setelah dipindang. Perbedaan ini bergantung pada jenis ikan, kadar garam, dan lamanya proses perebusan.

 

Harga Terjangkau

7. Harga terjangkau

Ikan pindang banyak dijual di pasar tradisional maupun di tukang sayur. Hampir setiap hari, ikan pindang ludes diburu masyarakat.

Ikan pindang memang banyak disukai masyarakat dari berbagai kalangan. Selain karena rasanya yang khas dan gurih, harganya pun relatif terjangkau.

8. Macam-macam teknik pemindangan

Terdapat beberapa macam teknik pemindangan, yakni pemindangan garam, pemindangan air garam, dan pemindangan presto. Pemindangan garam di Jawa Barat disebut dengan pindang badeng atau pindang paso.

Hal ini karena prosesnya menggunakan kendil atau paso tanah liat. Selain menggunakan kendil atau paso tanah liat, proses ini juga bisa menggunakan sesuatu dari plat logam.

Pada pemindangan jenis ini, ikan disusun di dalam kendil tanah liat. Setiap lapisannya ditaburi garam.

Selanjutnya, ikan direbus selama 4-6 jam atau 6-8 jam, kemudian ditiriskan. Kendil tetap digunakan sebagai wadah pada saat proses distribusi.

Sementara itu, pemindangan air garam atau pemindangan naya atau cue adalah proses pemindangan dengan cara menyusun ikan pada keranjang atau rak bambu (naya). Ikan kemudian direbus selama 15-45 menit dalam larutan garam pekat hingga matang. Selanjutnya, ikan pindang diangin-anginkan dan disusun pada besek bambu untuk didistribusikan.

Adapun pemindangan presto dilakukan melalui proses menggunakan tekanan tinggi. Hasilnya adalah ikan dengan duri lunak.

9. Manfaat dan kandungan gizi ikan pindang


Ikan pindang memiliki kandungan protein yang tinggi. Selain itu, zat yang ada pada ikan pindang bisa meregenerasi sel-sel darah merah, sehingga dapat meminimalisir risiko anemia.
Ikan pindang juga memiliki kandungan hormon serotonin, sehingga menjaga mood tetap positif. Kandungan lainnya pada ikan pindang adalah memiliki kandungan lemak tak jenuh yang berfungsi untuk meningkatkan kadar HDL untuk mencegah naiknya kadar kolesterol yang buruk.

Selain itu, ikan pindang juga memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang dapat meminimalisir risiko serangan jantung dan tekanan darah tinggi. Asam lemak omega-3 juga baik untuk perkembangan otak dan pertumbuhan anak. Zat pada ikan pindang juga dapat membantu menjaga sistem imun tubuh.

Penulis: Resla

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya