Liputan6.com, Jakarta KH Ahmad Bahauddin Nursalim, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Baha, pernah menyampaikan pandangannya terkait praktik sholawat yang dilakukan secara berlebihan.
Menurut Gus Baha, meskipun sholawat merupakan bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad, penting untuk tetap menjaga keseimbangannya. Ia menekankan bahwa inti dari sholawat adalah pujian kepada Nabi, bukan sekadar memperbanyak permintaan pribadi.
Advertisement
Dalam praktik sholawat yang berlebihan, justru pujian kepada Nabi menjadi minim, sementara permintaan yang diajukan lebih dominan. "Sholawat yang benar adalah yang banyak menyifati Nabi dan sedikit mengungkapkan keinginan pribadi," ujarnya dengan tegas, seperti dikutip kanal YouTube @AlGhifari27.
Advertisement
Simak penjelasan lebih lengkap yang dirangkum dari berbagai sumber pada Kamis (3/4/2025).
Penjelasan Menurut Gus Baha
Salah satu jenis sholawat yang sangat disukai oleh Gus Baha adalah karya monumental dari Habib Ali al Habsyi, pengarang Kitab Simtudurror.
Ketika melantunkan sholawat ini, Gus Baha merasakan hubungan spiritual yang mendalam dengan Nabi Muhammad.
"Dengan sholawat ini, saya berharap roh saya bisa bersatu dengan roh Rasulullah," katanya mengartikan kalimat demi kalimat tentang sholawat tersebut.
Gus Baha juga menambahkan bahwa cinta kepada Rasulullah merupakan kunci untuk diakui sebagai umat yang dicintai Nabi Muhammad.
Ia berharap bahwa cinta tulusnya kepada Rasulullah akan mencatatnya sebagai salah satu umat yang tercinta.
Secara lengkap, Gus Baha mengartikan sholawat yang ia sukai tersebut.
"Ya Allah berikan sholawat kepada kekasihmu Muhammad, dengan sholawat ini rohnya saya yang membaca sholawat bisa sambung dengan rohnya Rasulullah. Dan setelah sambung saya terhitung sebagai orang yang mencintai Rasulullah dan saya berharap dari cinta itu saya tertulis sebagai umatnya," ujar Gus Baha.
Ungkapan ini menunjukkan pandangan mendalam Gus Baha tentang pentingnya menjaga sholawat sebagai bentuk pengabdian yang benar kepada Nabi Muhammad.
Dalam setiap ungkapannya, terpancar kecintaan dan kesetiaan yang tulus kepada Nabi sebagai teladan bagi umat manusia.
Gus Baha juga menyampaikan bahwa sholawat yang dia senangi adalah yang menguatkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat Islam tentang nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.
Menurutnya, sholawat bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menguatkan rasa cinta kepada Rasulullah.
Advertisement
Contoh Sholawat Penyejuk Hati
1. Ya Nabi Salam ‘Alaika
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Asyroqol Badru ’Alaina
Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Ro’aina
Khottu Ya Wajha Sururii
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Anta Syamsun Anta Badrun
Anta Nuurun Fauqo Nuuri
Anta Iksiru Wagholi…
Anta Misbahus Shuduri
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
Ya Habibi Ya Muhammad
Ya ’Arusal Khofiqoini
Ya Muayyad Ya Mumajaad
Ya Imamal Qiblataini
Ya Nabi Salam ’Alaika
Ya Rasul Salam ’Alaika
Ya Habib Salam ’Alaika
Sholawatullah ’Alaika
2 Ya Ayyuhannabi
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Fa inni ‘abdun himli tsaqiilun.
Fa inni ‘abdun himli tsaqiilun.
Wali dzunuubun mitslarrimali.
Wali dzunuubun mitslarrimali.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Washolli dauman ‘ala nabiina.
Washolli dauman ‘ala nabiina.
Thohal mumajad bahil jamaali.
Thohal mumajad bahil jamaali.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Ya man yarooni walaa aroohu.
Ya man yarooni walaa aroohu.
Undzur bi’aini ridho lihaali.
Undzur bi’aini ridho lihaali.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Yaa ayyuhan Nabi wal kaukabud durri.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
Anta imaamul hadroh sulthoonuhal ghoibi.
