Hoegeng, Sosok Panutan Para Polisi

"Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".

oleh Liputan6 diperbarui 20 Nov 2013, 11:25 WIB
Diterbitkan 20 Nov 2013, 11:25 WIB
131120ahugeng.jpg
Citizen6, Jakarta: "Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".

Demikian kata Almarhum Gus Dur mengenai mantan Kapolri era 1968-1971 Hoegeng Imam Santoso. Sosok Hoegeng mungkin tidak terlalu dikenal masyarakat masa kini. Hoegeng dikenal sebagai seorang Kapolri yang jujur, bebas korupsi, dan anti disogok dalam menjalankan tugasnya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum, Hoegeng berpegang teguh pada pesan ibunya,"Selesaikan tugas dengan kejujuran. Karena kita masih bisa makan nasi dengan garam". Akibat kejujuran dan kesungguhannya melakukan pembersihan di jajaran kepolisian, Hoegeng dipensiunkan oleh Presiden Soeharto sebelum masa tugasnya habis. Ia kemudian ditawarkan menjadi duta besar di luar negeri, namun menolak dengan alasan dirinya bukan politisi, melainkan polisi.

Ketua KPK Abraham Samad, menginginkan pimpinan Polri saat ini bisa mencontoh sosok Hoegeng agar tidak terjadi kasus korupsi lainnya. Sudah menjadi rahasia umum bahwa polisi sering menerima suap, bahkan KPK menyebut Polri sebagai lembaga terkorup. Untuk memperbaiki citra tersebut, Polri membutuhkan sosok polisi-polisi seperti Hoegeng yang penuh kejujuran dan keberanian dalam menegakkan hukum dan mencegah serta memberantas korupsi.

Jika dua modal utama tersebut tidak dimiliki oleh aparat Indonesia, jangan harap keadilan akan mampu ditegakkan, dan Indonesia yang bebas dari korupsi hanya akan menjadi cita-cita tanpa usaha untuk mewujudkannya. Masyarakat pun harus membantu aparat dengan cara tidak memberikan suap ketika melakukan pelanggaran hukum. Kebersihan hukum harus diciptakan bersama antara masyarakat dan aparat demi Indonesia yang maju. (Rika Prasatya/mar)

Rika Prasatya adalah pewarta warga.

Mulai 18 November-29 November ini, Citizen6 mengadakan program menulis bertopik "Guruku Idolaku". Dapatkan merchandise menarik dari Liputan6.com bagi 6 artikel terpilih. Syarat dan ketentuan bisa disimak di sini.

Anda juga bisa mengirimkan artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas atau opini Anda tentang politik, kesehatan, keuangan, wisata, social media dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya