Liputan6.com, Jakarta Cuaca pagi Jakarta diprediksi seluruh langitnya akan berawan pada Jumat, 21 Februari 2025. Demikianlah prediksi cuaca besok.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan, cuaca di hampir seluruh wilayah Jakarta pada siang hari berawan, turun hujan dengan intensitas ringan,
Advertisement
Baca Juga
Kemudian pada malam harinya cuaca wilayah Jakarta seluruhnya akan berawan.
Advertisement
Sementara untuk wilayah penyangga Jakarta, yaitu Bekasi, Jawa Barat diprediksi akan berawan pada pagi hingga malam hari.
Cuaca pagi dan siang hari di Depok dan Kota Bogor, Jawa Barat, akan berawan, hujan dengan intensitas ringan, dan hujan petir. Namun pada malamnya berawan dan turun hujan berintensitas ringan.
Begitu juga cuaca pagi dan malam di wilayah Kota Tangerang, Banten, yang diprediksi berawan, namun siangnya akan hujan ringan.
Berikut informasi prakiraan cuaca Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) selengkapnya yang dikutip Liputan6.com dari laman resmi BMKG www.bmkg.go.id:
Kota | Pagi | Siang | Malam |
Jakarta Barat | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
Jakarta Pusat | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
Jakarta Selatan | Berawan | Berawan | Berawan |
Jakarta Timur | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
Jakarta Utara | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
Kepulauan Seribu | Berawan | Berawan | Berawan |
Bekasi | Berawan | Berawan | Berawan |
Depok | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
Kota Bogor | Berawan | Hujan Petir | Hujan Ringan |
Tangerang | Berawan | Hujan Ringan | Berawan |
BMKG: Sebanyak 713 Petir Menyambar Bali Saat Cuaca Buruk 7-13 Februari 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebanyak 713 petir menyambar Bali saat cuaca buruk terjadi dalam periode pengamatan selama satu minggu yakni 7-13 Februari 2025.
"Sambaran petir paling banyak dari awan ke tanah," ujar Kepala Stasiun Geofisika BMKG Rully Oktavia Hermawan di Denpasar, Bali, melansir Antara, Minggu (16/2/2025).
Dia menjelaskan, ada pun selama periode tersebut masuk musim hujan, salah satunya juga diwarnai bibit siklon tropis 96S yang kemudian berubah menjadi Siklon Tropis Zelia terpantau di wilayah barat Australia dan memberi pengaruh cuaca buruk di beberapa wilayah di Indonesia termasuk Bali.
"Sebanyak 713 sambaran petir yang terjadi di Pulau Dewata itu terdiri atas petir dari awan ke tanah (cloud to ground/CG) sebanyak 534 petir dan sambaran petir di dalam awan (intracloud/IC) sebanyak 179 petir," papar Rully.
BMKG mengungkapkan, lanjut dia, petir dari awan ke tanah merupakan jenis petir yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan bangunan, kebakaran hingga kematian.
"Dari sebanyak 534 petir CG itu, petir dari awan ke tanah positif (CG+) atau petir dengan muatan positif dengan ciri sambaran tunggal sebanyak 301 dan petir dari awan ke tanah negatif (CG-) atau petir dengan muatan negatif dengan ciri sambaran bercabang banyak mencapai 233 petir," terang Rully.
Dia merinci, dominan kejadian petir itu terjadi di Kabupaten Tabanan mencapai 259 petir kemudian di Kabupaten Buleleng sebanyak 133 petir. Kabupaten lainnya di Bali, kata Rully, jumlah petir masih di bawah 54 kali kejadian.
Advertisement
Potensi Pembentukan Awan Konvektif
Rully menjelaskan, berdasarkan analisis temporal Stasiun Geofisika Denpasar, banyaknya petir yang terjadi di Kabupaten Tabanan mengindikasikan tingginya potensi pembentukan awan konvektif atau awan hujan di wilayah itu.
"Ada pun awan cumulonimbus (CB) merupakan awan yang paling sering menghasilkan sambaran petir," ucap dia.
Menurut BMKG, lanjut Rully, meski banyak terjadi sambaran petir, namun ditinjau dari segi kerapatan wilayah, aktivitas petir itu termasuk kategori rendah yakni kurang dari delapan sambaran petir per kilometer persegi.
"Sementara itu, BMKG mendata selama Desember 2024 terjadi 558.347 kali sambaran petir di Bali dan pada Januari 2025 sebanyak 478.845 kali sambaran petir di Pulau Dewata," kata dia.
Selama Januari 2025, menurut Rully, petir dari awan ke tanah juga mendominasi yakni 59 persen dan sisanya petir dalam awan sebanyak 41 persen.
"Ada pun dari sisi kerapatan sambaran petir pada Januari 2025, kategori tinggi terjadi di beberapa daerah di Buleleng, Tabanan, Jembrana, Badung dan Kota Denpasar. Ada pun kerapatan kategori tinggi itu mencapai di atas 16 petir per kilometer persegi," pungkas Rully.
