Liputan6.com, Jakarta - BlackRock, perusahaan manajer aset terbesar di dunia, resmi meluncurkan produk bitcoin (BTC-USD) pertama yang diperdagangkan di bursa (ETP) di Eropa.
Dilansir dari Yahoo Finance, Rabu (26/3/2025), langkah ini diambil untuk merespons meningkatnya permintaan terhadap eksposur mata uang kripto di berbagai pasar baru. Sebelumnya, BlackRock telah berhasil menarik investasi lebih dari USD 50 miliar ke produk serupa di Amerika Serikat.
Baca Juga
Produk terbaru ini diberi nama iShares Bitcoin ETP dan berbasis di Swiss. ETP ini terdaftar di beberapa bursa saham besar di Eropa, termasuk Paris, Amsterdam, dan Frankfurt, sebagaimana tercantum dalam halaman produk resmi BlackRock.
Advertisement
Kabar mengenai rencana peluncuran produk ini sebenarnya telah dilaporkan oleh Reuters sejak bulan lalu. Namun, hingga saat ini, pihak BlackRock masih belum memberikan komentar resmi terkait peluncuran tersebut.
Salah Satu Investor Institusional Pertama
Sebagai salah satu investor institusional pertama yang menghadirkan produk ETP berbasis bitcoin di Amerika Serikat, BlackRock mendapat persetujuan dari Securities and Exchange Commission (SEC) pada Januari 2024 untuk menawarkan produk serupa. Keputusan ini memungkinkan BlackRock untuk memperluas eksposurnya ke pasar kripto dengan lebih luas.
Dalam menghadirkan produk barunya di Eropa, BlackRock menggandeng beberapa mitra utama. Coinbase akan bertindak sebagai kustodian, sementara Bank of New York Mellon berperan sebagai administrator.
Dengan kolaborasi ini, BlackRock berharap dapat memberikan solusi investasi bitcoin yang lebih aman dan terpercaya bagi para investor di kawasan Eropa.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
BlackRock Genggam Lebih dari 567.000 BTC, Segini Nilainya
BlackRock, perusahaan manajer aset terbesar di dunia dengan total aset kelolaan sekitar USD 11,6 triliun, saat ini memiliki lebih dari 567.000 Bitcoin (BTC) dengan nilai lebih dari USD 47,8 miliar. Kepemilikan ini menjadikan BlackRock sebagai salah satu pemegang BTC terbesar di dunia.
Menurut Arkham Intelligence, akuisisi BTC terbaru BlackRock terjadi pada 14 Maret, ketika dompet Coinbase Prime mentransfer 268 BTC senilai lebih dari USD 22 juta ke dompet iShares Bitcoin ETF (IBIT) milik BlackRock. Data dari Arkham juga menunjukkan BlackRock memiliki lebih dari 1,2 juta Ether (ETH) senilai lebih dari USD 2,3 miliar, sekitar 70 juta USDC (stablecoin USDC), serta berbagai altcoin lainnya.
Melansir Cointelegraph, Sabtu (15/3/2025), ETF Bitcoin dianggap sebagai peluncuran ETF paling sukses dalam sejarah, karena manajer aset seperti BlackRock mendorong puluhan miliar dolar ke pasar kripto dan mengubah pola rotasi modal dalam investasi kripto.
ETF kripto mengalami arus keluar dana selama empat minggu berturut-turut pada Februari hingga awal Maret 2025 akibat ketidakpastian makroekonomi dan kekhawatiran terhadap perang dagang yang berkepanjangan.
Menurut CoinShares, total dana yang keluar akibat penurunan pasar baru-baru ini mencapai USD 4,75 miliar, dengan rekor tertinggi pada pekan 9 Maret sebesar USD 876 juta. Dana iShares Bitcoin (IBIT) milik BlackRock mengalami arus keluar sebesar USD 193 juta pada pekan tersebut, sementara seluruh ETF BTC mencatat arus keluar sebesar USD 756 juta sejak awal bulan.
Advertisement
Portofolio BlackRock
Meskipun volatilitas meningkat dan ketidakpastian makroekonomi masih tinggi, BlackRock tetap memasukkan IBIT ke dalam model portofolionya pada Februari 2025.
Model portofolio BlackRock adalah paket investasi yang sudah dirancang sebelumnya, mencakup berbagai instrumen keuangan dengan profil risiko yang berbeda. Portofolio ini ditawarkan kepada manajer aset, yang kemudian menawarkannya kepada investor.
Inklusi suatu ETF atau aset dalam model portofolio dapat meningkatkan arus masuk modal dengan menarik lebih banyak investor. Dalam kasus IBIT, memasukkan ETF ini ke dalam portofolio investasi preset akan membuka peluang bagi investor pasif untuk memiliki eksposur terhadap Bitcoin tanpa harus menyimpan aset digital tersebut sendiri atau melakukan transaksi on-chain.
