Liputan6.com, Jakarta - Sony Electronics (Singapore) Pte. Ltd. (SES) telah mengumumkan kemitraan dengan Crypto.com untuk menerima USDC, stablecoin yang dipatok dalam dolar AS, untuk pembayaran langsung di Sony Store Online.
Integrasi kedua perusahaan ternama ini bertujuan untuk membuat pembayaran mata uang kripto lebih mudah diakses oleh konsumen, khususnya pembeli yang paham teknologi.
Baca Juga
Dikutip dari bitcoin.com, Rabu (2/4/2025), Crypto.com, salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia, menekankan kepatuhan terhadap peraturan dan keamanan dalam operasinya.
Advertisement
General Manager Singapura Crypto.com, Chin Tah Ang menyoroti bahwa kolaborasi ini tidak hanya memberi pengguna cara baru untuk memanfaatkan aset kripto mereka untuk pembelian sehari-hari tetapi juga memperluas basis pelanggan Sony Electronics.
Sebagai merek elektronik konsumen pertama di Singapura yang mengadopsi pembayaran kripto langsung, Sony Electronics berencana untuk memperluas penawarannya untuk menyertakan mata uang kripto tambahan di masa mendatang, meningkatkan pengalaman berbelanja bagi pelanggannya melalui proses pembayaran yang dioptimalkan melalui Crypto.com Pay.
Untuk diketahui, Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang untuk memiliki nilai yang stabil dengan mengaitkannya pada aset tertentu, seperti mata uang fiat (USD, EUR, IDR), emas, atau bahkan algoritma yang mengontrol pasokan koin.
Tujuan utama stablecoin adalah mengurangi volatilitas yang sering terjadi pada mata uang kripto seperti Bitcoin atau Ethereum, sehingga lebih cocok digunakan untuk transaksi sehari-hari, pengiriman uang lintas negara, dan sebagai penyimpan nilai.
Penerbit USDC Circle Bakal IPO di AS Pada Akhir April 2025
Sebelumnya, penerbit USDC, Circle Internet Financial sedang bersiap untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) di pasar saham Amerika Serikat.
Mengutip Cryptonews, Selasa (1/4/2025) sebuah sumber terkait melaporkan bahwa Circle telah meminta bantuan bank investasi JPMorgan Chase dan Citi untuk memfasilitasi penawaran umum.
Laporan Fortune Crypto mengungkapkan bahwa Circle diperkirakan akan mengajukan IPO di AS pada akhir April 2025, meskipun jadwalnya masih belum diketahui secara pasti.
Setelah diajukan, saham Circle nantinya dapat mulai diperdagangkan dalam beberapa pekan, meskipun proses persetujuan regulasi dapat memperpanjang jadwal tersebut.
Diketahui, IPO Circle akan menjadi penawaran umum paling signifikan di sektor kripto sejak pencatatan langsung Coinbase tahun 2021. JPMorgan dan Citi juga bertindak sebagai penasihat dalam pencatatan tersebut.
Dengan upaya IPO keduanya, Circle berharap untuk memanfaatkan peningkatan kondisi pasar dan kejelasan regulasi untuk mengamankan tempatnya sebagai perusahaan publik.
Advertisement
Dijegal SEC
Circle sendiri telah mencoba untuk go public sebelumnya. Pada tahun 2021, penerbit Stablecoin tersebut berupaya melakukan merger SPAC, rute yang dulunya populer menuju pasar publik, tetapi penundaan regulasi dari Securities and Exchange Commission menggagalkan rencana tersebut.
Penggabungan tersebut akhirnya dibatalkan pada akhir tahun 2022 di tengah runtuhnya bursa kripto FTX dan penurunan aset digital yang lebih luas. Pada Januari 2024, Circle secara rahasia mengajukan IPO tradisional.
Pengajuan publik yang akan datang akan memberikan gambaran terperinci pertama tentang keuangan Circle dan simbol ticker yang diusulkan.
Didirikan pada tahun 2013 oleh Jeremy Allaire dan Sean Neville, Circle awalnya berfokus pada pembayaran dan perdagangan kripto sebelum beralih ke Stablecoin pada tahun 2018.
USDC, yang menjadi produk andalan Circle, awalnya diatur oleh konsorsium yang mencakup Coinbase.
