Liputan6.com, Praha - Pemerintah Ceko memutuskan untuk menutup restoran, bar, hingga melarang alkohol di tempat umum akibat lonjakan kasus COVID-19. Aturan ini berlaku hingga 3 November mendatang.
Sebelumnya, Ceko sudah pernah lockdown, namun banyak wilayah yang pembatasannya dicabut pada Agustus. Kasus COVID-19 lantas terpantau kembali naik. Perdana Menteri Ceko Andrej Babis berambisi agar pembatasan kali ini hanya berlaku sekali dan berhasil.
Advertisement
Baca Juga
"Kita sekarang hanya punya satu kesempatan dan harus sukses," ujar kata miliarder populis, yang kabinetnya dikritik karena tanggapannya terhadap pandemi, seperti dikutip France24, Selasa (13/10/2020).
European Centre for Disease Prevention and Control berkata Ceko mengalami pertumbuhan kasus COVID-19 tertinggi di Uni Eropa, per 100 ribu penduduk dalam dua minggu terakhir.
Hingga Senin 12Â Oktober, Ceko mencatat ada 119 ribu kasus COVID-19 dan pasien meninggal 1.045 orang.
Pemerintah Ceko berkata jika tren kasus COVID-19 tidak berkurang maka kapasitas rumah sakit akan terus berkurang.
"Kita perlu mengambil langkah-langkah yang membalikan tren dalam dua atau tiga minggu, jika tidak kita akan kehabisan kapasitas rumah sakit," ujar Menteri Kesehatan Roman Prymulai.
Â
Â
** #IngatPesanIbu
Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.
Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.
Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:
Aturan Baru
Pada aturan ini, jumlah peserta kumpul-kumpul dibatasi menjadi enam orang saja. Institusi pendidikan mulai dari SD hingga universitas akan kembali menerapkan distance learning.
Pemerintah telah meminta masyarakat untuk wajib memakai masker di dalam ruangan, serta mengurangi jumlah peserta acara dalam ruangan dan luar ruangan.
Kolam renang, kebun binatang, dan gym kembali ditutup. Bioskop, teater, dan galeri juga harus tutup.
Advertisement