Dalil Malam Lailatul Qadar dalam Al-Quran dan Hadis, Muslim Wajib Tahu

Dalil malam Lailatul Qadar perlu kamu pahami agar termotivasi mendapatkannya.

oleh Husnul AbdiWoro Anjar Verianty Diperbarui 26 Mar 2025, 16:06 WIB
Diterbitkan 31 Mar 2023, 07:00 WIB
Dalil Malam Lailatul Qadar
Dalil Malam Lailatul Qadar. (Sumber: Pixabay)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Dalil malam Lailatul Qadar terdapat dalam Al-Quran dan hadis, yang menunjukkan keistimewaan malam ini dibandingkan dengan malam lainnya. Dalam surat Al-Qadr, Allah SWT menyebutkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Dalil malam Lailatul Qadar ini menegaskan bahwa setiap amalan baik yang dilakukan pada malam tersebut akan diberi pahala yang sangat besar. Selain itu, hadis juga menjelaskan bahwa malam ini penuh dengan keberkahan, di mana para malaikat turun membawa rahmat dan syafaat bagi umat yang beribadah.

Pada malam Lailatul Qadar, segala amal baik akan dilipatgandakan pahalanya. Dalil malam Lailatul Qadar dalam hadis juga mengungkapkan bahwa Allah SWT memberikan syafaat kepada orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan salat, zikir, doa, dan amalan kebaikan lainnya. Selain itu, Allah juga akan melapangkan rezeki bagi hamba-Nya yang memohon dengan tulus pada malam yang penuh kemuliaan ini.

Malam Lailatul Qadar menjadi kesempatan emas untuk meraih ketenangan dan keberkahan. Dalil malam Lailatul Qadar dalam Al-Quran dan hadis mengingatkan kita untuk memanfaatkan malam ini dengan penuh ibadah dan doa. Dengan beribadah secara ikhlas pada malam tersebut, kita akan mendapatkan keberkahan yang jauh lebih baik dari seribu bulan.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (30/3/2023) tentang dalil malam Lailatul Qadar.

Mengenal Lailatul Qadar

Surah Al-Qadr Ayat 1-5
Surah Al-Qadr Ayat 1-5. (Foto oleh Alena Darmel: https://www.pexels.com/id-id/foto/tangan-gadis-duduk-dalam-ruangan-8164742/)... Selengkapnya

Secara bahasa, "Lailatul Qadar" berasal dari kata "lailah" yang berarti malam dan "qadar" yang berarti kemuliaan atau ketetapan. Jadi, Lailatul Qadar dapat diartikan sebagai "malam kemuliaan" atau "malam penetapan". Pada malam ini, Allah SWT menetapkan takdir manusia untuk satu tahun ke depan dan menurunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia.

Dalil Malam Lailatul Qadar dalam Al-Quran

1. Surah Al-Qadr Ayat 1-5

Dalil utama tentang malam Lailatul Qadar terdapat dalam surah Al-Qadr. Surah ini secara khusus membahas tentang keistimewaan malam Lailatul Qadar dan menjadi rujukan utama bagi umat Muslim. Kata "Al-Qadr" sendiri berarti "kemuliaan", sehingga Lailatul Qadar dapat diartikan sebagai "malam kemuliaan".

Berikut adalah ayat-ayat dalam surah Al-Qadr beserta terjemahannya:

Salinإِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan."

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."

Dalam ayat-ayat di atas, Allah SWT menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa. Beribadah pada malam tersebut nilainya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun). Selain itu, pada malam ini para malaikat dan Jibril turun ke bumi untuk mengatur berbagai urusan dan memberikan keselamatan hingga terbitnya fajar.

2. Surah Ad-Dukhan Ayat 1-6

Selain surah Al-Qadr, dalil tentang malam Lailatul Qadar juga terdapat dalam surah Ad-Dukhan ayat 1-6:

Salinحم

وَالْكِتَابِ الْمُبِينِ

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Ha Mim."

"Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan."

"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami adalah pemberi peringatan."

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah."

"(Yaitu) urusan yang ditetapkan dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul,"

"sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dalam ayat-ayat tersebut, Allah SWT menyebutkan bahwa Al-Quran diturunkan pada "malam yang diberkahi" (lailatin mubarakatin), yang menurut para mufassir adalah malam Lailatul Qadar. Ayat ini juga menegaskan bahwa pada malam tersebut, Allah SWT menetapkan segala urusan yang penuh hikmah untuk tahun yang akan datang.

Dalil Malam Lailatul Qadar dalam Hadis

Hadis Riwayat Tirmidzi
Hadis Riwayat Tirmidzi Credit: pexels.com/Ali... Selengkapnya

Selain dalil dari Al-Quran, terdapat banyak hadis yang menjelaskan tentang keutamaan malam Lailatul Qadar, waktu terjadinya, dan tanda-tandanya. Berikut adalah beberapa hadis shahih tentang malam Lailatul Qadar:

1. Hadis Riwayat Bukhari tentang Sepuluh Malam Terakhir

Rasulullah SAW mengajarkan para sahabatnya untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:

Salinعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ"

"Dari Aisyah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: 'Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.'" (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW lebih menekankan pada malam-malam ganjil:

Salinعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ"

"Dari Aisyah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dalam sepuluh terakhir di bulan Ramadan.'" (HR. Bukhari)

2. Hadis Riwayat Bukhari tentang Malam ke-27

Banyak ulama yang berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar kemungkinan besar jatuh pada malam ke-27 bulan Ramadan. Hal ini berdasarkan hadis berikut:

Salinعَنْ زِرِّ بْنِ حُبَيْشٍ قَالَ: سَمِعْتُ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ يَقُولُ: وَقِيلَ لَهُ: إِنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ: مَنْ قَامَ السَّنَةَ أَصَابَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ. فَقَالَ أُبَيٌّ: وَاللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِنَّهَا لَفِي رَمَضَانَ - يَحْلِفُ مَا يَسْتَثْنِي - وَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَيُّ لَيْلَةٍ هِيَ، هِيَ اللَّيْلَةُ الَّتِي أَمَرَنَا بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقِيَامِهَا هِيَ لَيْلَةُ سَبْعٍ وَعِشْرِينَ

"Dari Zirr bin Hubaisy, ia berkata: Aku mendengar Ubay bin Ka'b berkata: 'Dikatakan kepadanya bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata: Barangsiapa yang melakukan shalat malam sepanjang tahun, niscaya akan mendapatkan malam Lailatul Qadar.' Maka Ubay berkata: 'Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya malam itu ada di bulan Ramadan' - ia bersumpah tanpa pengecualian - 'dan demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mengetahui malam apakah itu. Yaitu malam yang Rasulullah SAW perintahkan kepada kami untuk menghidupkannya dengan ibadah, yaitu malam ke-27.'" (HR. Muslim)

3. Hadis Riwayat Tirmidzi tentang Doa Lailatul Qadar

Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca ketika menemui malam Lailatul Qadar. Doa ini diriwayatkan dalam hadis berikut:

Salinعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Dari Aisyah RA, ia berkata: 'Aku bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku mengetahui malam apakah malam Lailatul Qadar, apa yang sebaiknya aku ucapkan padanya?' Beliau menjawab: 'Ucapkanlah: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku).'" (HR. Tirmidzi)

4. Hadis Riwayat Imam Muslim tentang Tanda-tanda Lailatul Qadar

Ilustrasi Islam, muslim, membaca Al-Qur'an
Ilustrasi Islam, muslim, membaca Al-Qur'an. (Photo by Syed Aoun Abbas on Unsplash)... Selengkapnya

Beberapa hadis menjelaskan tentang tanda-tanda malam Lailatul Qadar, salah satunya adalah kondisi matahari pada pagi harinya:

Salinعَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "هِيَ لَيْلَةٌ طَلْقَةٌ بَلْجَةٌ، كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا سَاطِعًا، سَاكِنَةٌ سَاجِيَةٌ، لَا بَرْدَ فِيهَا وَلَا حَرَّ، وَلَا يُرْمَى فِيهَا بِنَجْمٍ، وَإِنَّ مِنْ عَلَامَتِهَا أَنَّ الشَّمْسَ صَبِيحَتَهَا تَخْرُجُ مُسْتَوِيَةً لَيْسَ لَهَا شُعَاعٌ مِثْلَ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ"

"Dari Ubay bin Ka'b, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Malam itu (Lailatul Qadar) adalah malam yang terang benderang, seakan-akan padanya terdapat bulan yang bersinar terang, tenang dan tidak bergerak, tidak dingin dan tidak panas, tidak ada bintang yang jatuh padanya. Dan sesungguhnya di antara tanda-tandanya adalah bahwa matahari pada pagi harinya keluar dengan rata tanpa sinar, seperti bulan pada malam purnama.'" (HR. Imam Muslim)

Dalam hadis lain, Imam Muslim juga meriwayatkan:

Salinعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّهَا لَيْلَةٌ طَلْقَةٌ بَلْجَةٌ لَا حَارَّةٌ وَلَا بَارِدَةٌ تُصْبِحُ الشَّمْسُ صَبِيحَتَهَا ضَعِيفَةً حَمْرَاءَ"

"Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya ia (Lailatul Qadar) adalah malam yang cerah, tidak panas dan tidak dingin. Matahari pada pagi harinya terbit dalam keadaan lemah berwarna merah.'" (HR. Imam Muslim, 762)

5. Hadis Riwayat Ahmad tentang Keberadaan Lailatul Qadar hingga Hari Kiamat

Malam Lailatul Qadar tidak hanya ada pada masa Rasulullah SAW, tetapi akan terus ada hingga hari kiamat. Hal ini sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

Salinعَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَخْبِرْنِي عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ أَفِي رَمَضَانَ هِيَ أَمْ فِي غَيْرِهِ؟ قَالَ: "بَلْ هِيَ فِي رَمَضَانَ". قُلْتُ: أَكَانَتْ مَعَ الْأَنْبِيَاءِ مَا كَانُوا ثُمَّ رُفِعَتْ إِذَا ذَهَبُوا أَمْ هِيَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: "بَلْ هِيَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ"

"Dari Abu Dzar RA, ia berkata: Aku bertanya: 'Wahai Rasulullah, beritahu aku tentang Lailatul Qadar, apakah malam itu pada bulan Ramadan ataukah pada selainnya?' Beliau menjawab: 'Pada bulan Ramadan.' Aku bertanya lagi: 'Apakah ia bersama para nabi selama mereka ada, kemudian diangkat ketika mereka tiada, ataukah ia tetap ada hingga hari kiamat?' Beliau menjawab: 'Bahkan ia tetap ada hingga hari kiamat.'" (HR. Ahmad)

6. Hadis Riwayat Bukhari tentang I'tikaf

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya mencari malam Lailatul Qadar dengan beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan:

Salinعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

"Dari Aisyah RA bahwa Nabi SAW beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah mewafatkannya, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf setelahnya." (HR. Bukhari)

7. Hadis Riwayat Imam Muslim tentang Kesungguhan Beribadah

Pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Rasulullah SAW menunjukkan kesungguhan yang luar biasa dalam beribadah, melebihi malam-malam lainnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut:

Salinعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

"Dari Aisyah RA, ia berkata: 'Apabila telah masuk sepuluh hari (terakhir), Rasulullah SAW mengencangkan ikat pinggangnya (kiasan untuk kesungguhan), menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya.'" (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain disebutkan:

Salinعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَجْتَهِدُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهِ

"Dari Aisyah RA, ia berkata: 'Nabi SAW bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadan) dengan cara yang tidak pernah beliau lakukan pada hari-hari lainnya.'" (HR. Muslim)

 

 

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Hadis Riwayat Ibnu Abbas
Hadis Riwayat Ibnu Abbas Credit: pexels.com/Tayeb... Selengkapnya

Berdasarkan dalil-dalil dari Al-Quran dan hadis di atas, berikut adalah beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar:

1. Beribadah pada Malam Lailatul Qadar Lebih Baik dari Seribu Bulan

Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Qadr ayat 3, beribadah pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada beribadah selama seribu bulan (sekitar 83 tahun). Ini menunjukkan betapa istimewanya malam tersebut dan betapa besarnya pahala yang bisa diperoleh pada malam itu.

2. Malam Turunnya Al-Quran

Malam Lailatul Qadar merupakan malam pertama kali diturunkannya Al-Quran dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia, yang kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama kurang lebih 23 tahun. Ini adalah salah satu keutamaan terbesar malam Lailatul Qadar, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Qadr ayat 1.

3. Malam Penuh Keselamatan

Surah Al-Qadr ayat 5 menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh keselamatan (sejahtera) hingga terbitnya fajar. Pada malam ini, Allah SWT memberikan keselamatan dan ketenangan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

4. Malam Turunnya Para Malaikat dan Ruh (Jibril)

Pada malam Lailatul Qadar, para malaikat dan Jibril turun ke bumi dengan izin Allah SWT untuk mengatur segala urusan (surah Al-Qadr ayat 4). Mereka turun membawa kebaikan, rahmat, dan keberkahan bagi orang-orang yang beriman.

5. Malam Pengampunan Dosa

Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa orang yang berdiri dalam shalat pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ"

"Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda: 'Barangsiapa yang berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni baginya dosa-dosa yang telah lalu.'" (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Malam Penetapan Takdir

Pada malam Lailatul Qadar, Allah SWT menetapkan takdir untuk satu tahun ke depan, sebagaimana disebutkan dalam surah Ad-Dukhan ayat 4. Segala urusan yang penuh hikmah diputuskan pada malam ini, termasuk rezeki, kematian, dan berbagai urusan penting lainnya.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya