Alih Kelola Kampus Tak Jelas, Mahasiswa STIKes Yogyakarta Demo Tuntut Kepastian Masa Depan

Sejumlah aliansi mahasiswa STIKes Yogyakarta turun ke jalan, untuk memperjuangkan hak pendidikan yang disebabkan oleh alih kelola dengan Universitas Kalbis Jakarta.

oleh Silvia Estefina Subitmele Diperbarui 28 Feb 2025, 22:45 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 22:45 WIB
Sejumlah Mahasiswa STIKes Yogyakarta Tolak Alih Kelola Kampus
Sejumlah aliansi mahasiswa Stikes Yogyakarta turun ke jalan, untuk memperjuangkan hak pendidikan yang disebabkan oleh alih kelola dengan Universitas Kalbis Jakarta. Sumber: Dokumentasi Pribadi... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Rencana alih kelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yogyakarta oleh Universitas Kalbis sejak Mei 2024, telah menimbulkan polemik di kalangan mahasiswa dan dosen. Proses ini bermula dari kesulitan keuangan yang dihadapi Yayasan Samodra Ilmu Cendekia (YSIC), akibat pinjaman yang belum terselesaikan kepada pihak Bank. Sebagai solusi, Universitas Kalbis menawarkan pengambilalihan pengelolaan kampus, dengan klaim dapat membantu menyelesaikan utang tersebut. 

Namun, keputusan ini diambil tanpa transparansi dan tanpa melibatkan mahasiswa maupun tenaga pendidik dalam prosesnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan dampak yang akan terjadi. Seiring berjalannya waktu, penolakan terhadap alih kelola semakin menguat. Mahasiswa dan dosen menyoroti berbagai ketidakjelasan, mulai dari masa depan mahasiswa penerima KIP, mahasiswa reguler, hingga nasib tenaga pendidik yang tidak mendapat kepastian jaminan kerja.

Di tengah ketidakpastian ini, mahasiswa dan dosen tetap berjuang untuk menuntut transparansi dan kepastian nasib mereka. Tepatnya pada Rabu (26/02), puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi di depan kampus mereka yang berlokasi di Jl. Nitikan Baru No.69, Sorosutan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Kami telah berusaha menyampaikan aspirasi kami, termasuk dalam aksi dan orasi yang dilakukan. Harapan kami sederhana, yaitu agar pihak STIKes segera mengambil keputusan yang jelas bagi kami. Penundaan yang terus terjadi justru semakin menambah kebingungan. Setiap ada pertemuan, kami selalu berharap ada jawaban yang pasti, tapi yang terjadi justru semakin tidak jelas." ujar Ria salah satu mahasiswa yang ikut demonstrasi.

Adapun aksi demo ini turut melibatkan perwakilan orang tua mahasiswa serta Aliansi Mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta, yang terdiri dari SEMMI, DPD Permahi DIY dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND). Selain itu, demonstrasi ini juga didampingi oleh kuasa hukum, Imanuel R. Balak, S.H., M.H.Li. Gerakan ini menjadi simbol perlawanan terhadap keputusan yang dianggap tidak adil, serta upaya mendorong dialog terbuka agar semua pihak dapat menemukan solusi terbaik. Berikut Liputan6.com ulas selengkapnya pada Kamis (27/2/2025).

 

 

 

Promosi 1

Kronologi yang Menjadi Pemicu Mahasiswa Melakukan Aksi

Sejumlah Mahasiswa STIKes Yogyakarta Tolak Alih Kelola Kampus
Sejumlah aliansi mahasiswa Stikes Yogyakarta turun ke jalan, untuk memperjuangkan hak pendidikan yang disebabkan oleh alih kelola dengan Universitas Kalbis Jakarta. Sumber: Dokumentasi Pribadi... Selengkapnya

Proses alih kelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yogyakarta oleh Universitas Kalbis Jakarta mulai mencuat sejak Mei 2024, ketika Yayasan Samodra Ilmu Cendekia (YSIC) mengumumkan rencana tersebut dalam rapat koordinasi bersama dosen dan karyawan. Keputusan ini diambil sebagai upaya penyelesaian permasalahan keuangan yayasan, dengan Universitas Kalbis yang telah memberikan uang muka sebagai bagian dari proses alih kelola.

Namun, berbagai aspek dalam alih kelola ini masih menyisakan banyak pertanyaan, terutama terkait status dosen dan mahasiswa. Para tenaga pendidik juga diberikan tiga opsi diantaranya tetap bergabung dengan Universitas Kalbis, tetap berada di bawah yayasan, atau mengundurkan diri, tanpa kejelasan lebih lanjut mengenai hak dan konsekuensinya. Bahkan dalam berbagai pertemuan, mereka menyampaikan aspirasi agar alih kelola dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh aspek, termasuk keberlangsungan akademik, kesejahteraan tenaga pendidik, serta kepastian tempat perkuliahan tetap di Yogyakarta.

Hampir sebagian besar mahasiswa merasa tidak mendapatkan informasi yang transparan, mengenai alasan dan dasar hukum alih kelola kampus. Keputusan ini juga dinilai mendadak dan tidak melalui konsultasi dengan pihak yang terdampak.

"Prosesi alih kelola ini terjadi, tapi tanpa ada keterbukaan dengan mahasiswa. Mereka tiba-tiba disodorkan pernyataan bahwa kampus akan dikelola oleh pihak lain. Apa tidak membingungkan? Bahkan ada teman-teman mahasiswa yang sudah di semester akhir, di mana seharusnya saat ini mulai fokus pada tugas akhir dan persiapan kelulusan, tapi malah menghadapi kebingungan, tentang di mana mereka akan melanjutkan studi." Papar Imanuel Balak selaku kuasa hukum para dosen dan mahasiswa.

Sebagai respons atas ketidakjelasan ini, mahasiswa menuntut adanya keterbukaan dan dialog antara seluruh pihak terkait, termasuk yayasan, STIKes, mahasiswa, dan dosen. Mereka menginginkan pertemuan yang melibatkan semua pihak agar bisa memperoleh jawaban yang pasti dan solusi yang adil bagi semua. 

 

Teguran LLDIKTI dan Alih Kelola STIKes Yogyakarta

Sejumlah Mahasiswa STIKes Yogyakarta Tolak Alih Kelola Kampus
Sejumlah aliansi mahasiswa Stikes Yogyakarta turun ke jalan, untuk memperjuangkan hak pendidikan yang disebabkan oleh alih kelola dengan Universitas Kalbis Jakarta. Sumber: Dokumentasi Pribadi... Selengkapnya

Permasalahan alih kelola Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yogyakarta tidak hanya berakar pada utang yayasan, tetapi juga berhubungan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi oleh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) adalah kepemilikan lahan kampus yang memenuhi standar minimal. Sejak mendapatkan teguran dari LLDIKTI terkait luas lahan yang tidak sesuai dengan ketentuan, pihak STIKes diberikan kesempatan maksimal 10 tahun untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Alih-alih menemukan solusi untuk pemenuhan syarat lahan, yayasan justru semakin terbebani oleh utang yang menumpuk. Pinjaman kepada Bank yang belum terselesaikan semakin memperumit situasi, membuat yayasan kesulitan untuk mempertahankan keberlanjutan kampus. Akhirnya, dalam upaya mengatasi permasalahan keuangan dan memenuhi regulasi, pihak yayasan memilih melakukan alih kelola kepada Universitas Kalbis.

"Mahasiswa selama ini menjalankan kewajiban mereka dengan membayar biaya kuliah dan berbagai iuran lainnya. Lalu, uang itu sebenarnya digunakan untuk apa? Kami ingin tahu, apakah dana yang telah dibayarkan benar-benar digunakan untuk pembangunan fasilitas kampus, atau malah dipakai untuk menyewa tempat lain? Kenapa kampus ini tiba-tiba harus dialihkelolakan?" Kata Imanuel Balak.

Adapun rentetan keputusan ini diambil dengan harapan, dapat mempertahankan izin operasional STIKes Yogyakarta, meskipun konsekuensinya adalah perubahan besar bagi mahasiswa dan tenaga pendidik. Dengan berbagai dinamika yang terjadi, pertanyaan besar pun muncul: apakah alih kelola ini benar-benar solusi terbaik, atau justru memperburuk kondisi pendidikan di STIKes Yogyakarta? 

 

 

 

Puluhan Mahasiswa Lakukan Aksi Demo 2 Hari Berturut-turut

Sejumlah Mahasiswa STIKes Yogyakarta Tolak Alih Kelola Kampus
Sejumlah aliansi mahasiswa Stikes Yogyakarta turun ke jalan, untuk memperjuangkan hak pendidikan yang disebabkan oleh alih kelola dengan Universitas Kalbis Jakarta. Sumber: Dokumentasi Pribadi... Selengkapnya

Aksi demonstrasi dilakukan oleh puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yogyakarta yang digelar di depan kampus pada 26 Februari 2025, menjadi wujud nyata dari kekhawatiran mereka terhadap rencana alih kelola kampus. Mahasiswa merasa bahwa keputusan ini diambil tanpa adanya transparansi dan tanpa melibatkan mereka sebagai pihak yang terdampak langsung.

Demonstrasi ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga mendapat dukungan dari orang tua serta berbagai aliansi mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menilai bahwa proses alih kelola ini penuh dengan ketidakpastian dan berpotensi merugikan mahasiswa yang telah berjuang untuk menyelesaikan studinya di STIKes Yogyakarta. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan intimidasi terhadap mereka yang menolak kebijakan ini, seperti pencabutan status KIP serta ancaman akademik lainnya.

"Salah satu hal yang membuat situasi ini semakin sulit adalah posisi mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP). Saya sempat berbicara dengan beberapa mahasiswa yang berada dalam posisi ini, dan mereka merasa terancam. Jika mereka harus pindah kampus, maka ada kemungkinan beasiswa KIP mereka akan dicabut. Ini menjadi dilema besar bagi mereka. Bagaimana mungkin mereka harus mencari perguruan tinggi baru sementara mereka khawatir tidak lagi mendapatkan bantuan yang selama ini mereka andalkan?" Ungkap seorang mahasiswa bernama Ria saat dihubungi Liputan6.com pada Rabu (26/2/2025).

Dengan adanya aksi ini, mahasiswa berharap pihak yayasan dan Universitas Kalbis bersedia membuka ruang dialog yang lebih luas agar solusi yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan mahasiswa. Mereka menginginkan kepastian mengenai sistem akademik, keberlanjutan program studi, serta hak mereka dalam menyelesaikan pendidikan tanpa hambatan administratif maupun finansial.

"Kami telah berusaha menyampaikan aspirasi kami, termasuk dalam aksi dan orasi yang dilakukan. Harapan kami sederhana, yaitu agar pihak STIKes segera mengambil keputusan yang jelas bagi kami. Situasi ini tidak hanya berdampak pada administrasi kampus, tetapi juga secara langsung menghambat proses akademik. Kami yang seharusnya sudah memasuki semester baru dengan jadwal perkuliahan yang jelas, malah masih berkutat dalam ketidakpastian," tambah Ria.

Bagi mahasiswa STIKes Yogyakarta, masa depan mereka bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan sebuah perjalanan pendidikan yang harus dihormati dan dijaga hak-haknya.

Sementara itu hingga berita ini ditayangkan pihak perwakilan STIKes Yogyakarta maupun Universitas Kalbis Jakarta belum memberikan pernyataan apapun terkait aksi demonstrasi mahasiswa.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya