Beribadah pada Malam Lailatul Qadar Pahalanya Seperti Ibadah Seumur Hidup, Ini Penjelasannya

Pahala Lailatul Qadar setara dengan ibadah 83 tahun lebih. Ini penjelasan keutamaannya dan kenapa jangan disia-siakan.

oleh Rizka Nur Laily Muallifa Diperbarui 26 Mar 2025, 12:08 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 12:08 WIB
Malam 25 Ramadan, Ribuan Jamaah Khusyuk Menjemput Lailatul Qadar di Masjid Istiqlal
Ribuan jemaah melaksanakan sholat tasbih selama ibadah malam atau qiyamul lail di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (16/4/2023) dini hari WIB. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Setiap malam di bulan Ramadan adalah berkah, tapi ada satu malam yang keutamaannya melampaui semua malam lainnya: Lailatul Qadar. Malam ini dijanjikan Allah SWT sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, satu malam ibadah bisa setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah tanpa henti. Padahal rata-rata angka harapan hidup orang Indonesia saat ini hanya 72.39 tahun. Artinya beribadah pada malam Laiatul Qadar pahalanya setara dengan beribadah seumur hidup bagi umat muslim Indonesia.

Namun sayangnya, malam ini datang tanpa tanggal pasti. Allah SWT merahasiakan waktunya agar umat Islam bersungguh-sungguh mencarinya di malam-malam terakhir Ramadan. Mereka yang menemukannya disebut akan mendapatkan pahala luar biasa yang tak bisa dibayangkan secara logika biasa.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qadr ayat 3: "Lailatul Qadr khairun min alfi syahr" (Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan). Dan Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari)

Promosi 1

Kenapa Malam Lailatul Qadar Disebut Lebih Baik dari Seribu Bulan

Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan bahwa Lailatul Qadar adalah malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Jika dikonversi, seribu bulan berarti 83 tahun 4 bulan—umur rata-rata manusia. Maka tidak berlebihan jika malam ini menjadi rebutan umat Islam di seluruh dunia.

Allah menyebut nama "Lailatul Qadar" tiga kali dalam QS. Al-Qadr untuk menunjukkan kemuliaan malam itu. Malam ini tidak hanya istimewa karena pahalanya, tapi juga karena pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan, sebagai cahaya petunjuk umat manusia.

Kata “lebih baik” dalam ayat tersebut juga menandakan bahwa keutamaannya tidak hanya menyamai, tapi bahkan melebihi nilai ibadah selama 1.000 bulan. Dengan catatan, ibadah yang dilakukan di malam itu harus dilandasi dengan iman dan harapan pahala dari Allah SWT.

Pahala yang Didapatkan

Orang yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan ibadah seperti shalat malam, zikir, atau membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala seolah ia beribadah sepanjang 83 tahun. Bahkan, satu bacaan tasbih atau satu rakaat shalat bisa bernilai luar biasa besar jika dilakukan di malam ini.

Bayangkan jika Anda membaca satu juz Al-Qur’an, shalat witir, dan berdzikir sepanjang malam—semua itu dinilai oleh Allah seperti Anda melakukannya terus-menerus selama delapan dekade. Inilah karunia luar biasa yang tidak diberikan pada umat terdahulu.

Hal ini dijelaskan dalam hadits: “Barang siapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka, bukan hanya pahala, tetapi juga pengampunan dosa dijanjikan dalam satu malam saja.

 Doa yang Dikabulkan, Dosa yang Dihapuskan

FOTO: Berburu Malam Lailatul Qadar Sambil Itikaf di Masjid
Warga membaca Alquran saat melakukan itikaf pada malam ke-27 bulan puasa Ramadhan 1443 H di Masjid Asy-Syuhada, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/4/2022). Itikaf dilakukan pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan dengan membaca Alquran, dzikir, dan selawat untuk mencari rida Allah SWT. (merdeka.com/Imam Buhori)... Selengkapnya

Selain pahala, malam ini juga merupakan malam pengabulan doa. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa para malaikat turun ke bumi, membawa kedamaian dan mendoakan orang-orang yang beribadah sepanjang malam. Artinya, doa-doa yang dipanjatkan malam itu memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan.

Rasulullah SAW juga mengajarkan satu doa khusus untuk malam ini. Saat ditanya oleh Aisyah RA doa apa yang sebaiknya dibaca, beliau menjawab: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” (Ya Allah, Engkau Maha Pengampun, dan menyukai ampunan, maka ampunilah aku). (HR. Tirmidzi)

Lailatul Qadar juga bisa menjadi malam penghapus dosa besar, jika seseorang bersungguh-sungguh dalam ibadahnya. Maka, orang yang merasa hidupnya penuh kesalahan sebaiknya menjadikan malam ini sebagai titik balik pertobatan.

Keberkahan Hidup dan Limpahan Rezeki

Beribadah di malam Lailatul Qadar juga dipercaya dapat membuka pintu rezeki dan membawa keberkahan dalam kehidupan. Dalam riwayat lain, Rasulullah menyebut bahwa siapa saja yang beribadah di malam itu dengan penuh iman dan ikhlas, akan dibukakan jalan kemudahan, termasuk urusan duniawi.

Para ulama mengatakan bahwa keberkahan malam ini bukan hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga menyentuh kehidupan nyata: kesehatan, ketenangan, rumah tangga, dan ekonomi. Itu sebabnya, banyak yang menggunakan malam ini untuk bersedekah, berinfak, atau membayar zakat.

Dengan harapan, Allah akan melipatgandakan segala amal kebaikan, termasuk niat baik dalam mencari nafkah dan membahagiakan keluarga. Semua ini bisa berbalas kebaikan tak terhingga ketika diniatkan ikhlas di malam penuh kemuliaan ini.

Ibadah tanpa Tahu Malamnya, Tetap Dapat Pahalanya

Malam 25 Ramadan, Ribuan Jamaah Khusyuk Menjemput Lailatul Qadar di Masjid Istiqlal
Malam lailatul qadar diketahui sebagai malam yang penuh berkah. Beribadah pada malam ini dianggap lebih baik daripada beribadah di malam lainnya, sekalipun selama seribu bulan. (merdeka.com/Nanda F. Ibrahim)... Selengkapnya

Banyak orang takut “tidak kebagian” Lailatul Qadar karena merasa tidak tahu kapan tepatnya malam itu terjadi. Tapi Islam tidak membebani umatnya untuk harus tahu waktu pastinya. Justru, hikmahnya ada pada usaha sungguh-sungguh menghidupkan seluruh 10 malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil.

Rasulullah tidak pernah menyebut tanggal pasti malam Lailatul Qadar, tapi selalu menganjurkan untuk mencarinya di malam-malam ganjil. Karena itu, siapa pun yang beribadah ikhlas selama 10 malam terakhir, meski tidak tahu kapan malamnya, tetap mendapatkan pahalanya.

Orang yang tak merasakan secara spiritual datangnya malam Lailatul Qadar tetap akan mendapatkan ganjaran penuh jika ibadahnya dilandasi keimanan dan keikhlasan. Artinya, Lailatul Qadar bukan soal “merasakan”, tapi soal meniatkan dan menjalankan ibadah dengan sungguh-sungguh.

Pertanyaan Seputar Topik

Apa itu Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, di mana amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Kapan Lailatul Qadar terjadi?

Waktu pasti Lailatul Qadar dirahasiakan, namun dianjurkan untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Apa saja amalan yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar?

Amalan yang dianjurkan termasuk sholat Tarawih, sholat Tahajud, berdoa, berdzikir, dan bersedekah.

Bagaimana cara memohon ampunan di malam Lailatul Qadar?

Memohon ampunan dapat dilakukan dengan melaksanakan sholat Lailatul Qadar dengan penuh keikhlasan dan taubat, serta berdoa kepada Allah SWT.

 

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya