Liputan6.com, Jakarta - Dalam menjalankan ibadah puasa, ada banyak pertanyaan seputar hal-hal yang dapat membatalkannya. Salah satu pertanyaan yang sering banget muncul adalah apakah ngupil dapat membatalkan puasa.
KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya, Pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah di Cirebon, memberikan penjelasan mengenai hal ini dalam sebuah ceramah.
Advertisement
"Masalah hidung, memasukkan sesuatu ke lubang hidung itu bisa membatalkan puasa, tapi ada batasannya," ujar Buya Yahya, dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @chobixmesemtv4476.
Advertisement
Dalam penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak semua tindakan yang melibatkan hidung bisa membatalkan puasa. Sementara kata "ngupil"Â dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti mengeluarkan kotoran dari hidung dengan jari.Â
Menurutnya, sesuatu yang masuk ke hidung bisa membatalkan puasa jika mencapai bagian atas rongga hidung yang terhubung ke tenggorokan.
Sebagai contoh, jika seseorang berwudhu dan memasukkan air ke hidung hingga ke bagian dalam, lalu air tersebut masuk ke tenggorokan, maka puasanya batal.
Baca Juga
Â
Simak Video Pilihan Ini:
Ngupil Batalkkan Puasa?
Namun, jika hanya sekadar membersihkan hidung di bagian luar atau mengupil dengan cara yang wajar, maka hal itu tidak membatalkan puasa.
"Kalau sekadar mengupil di bagian batang hidung bawah, itu tidak membatalkan puasa," jelasnya.
Buya Yahya juga menjelaskan bahwa batasan yang menyebabkan batalnya puasa adalah ketika sesuatu yang dimasukkan mencapai bagian atas rongga hidung.
Bagian tersebut merupakan area yang jika terkena sesuatu seperti air atau benda lainnya, bisa langsung terasa hingga ke tenggorokan.
"Kalau yang masuk sampai ke bagian atas, di area yang bisa membuat terasa segar atau panas hingga ke tenggorokan, maka puasanya batal," ungkapnya.
Dalam hal ini, seseorang yang ingin membersihkan hidung atau mengupil tidak perlu khawatir selama tidak memasukkan sesuatu hingga ke bagian yang lebih dalam.
Buya Yahya menekankan bahwa hukum ini sama dengan memasukkan air ke hidung saat berwudhu, di mana dianjurkan untuk tidak berlebihan agar tidak membatalkan puasa.
Advertisement
Meski Tak Batal, Baiknya Hindari
Sehingga, bagi orang yang memiliki kebiasaan mengupil, hal tersebut tidak masalah asalkan dilakukan dengan cara yang wajar dan tidak berlebihan.
Namun, ada baiknya untuk tetap menjaga kesopanan dan menghindari kebiasaan mengupil di tempat umum.
Selain itu, penting untuk memahami bahwa dalam Islam, ada batasan-batasan yang telah ditetapkan agar ibadah puasa bisa dilakukan dengan benar.
Buya Yahya juga mengingatkan agar tidak memperumit masalah puasa dengan kekhawatiran yang berlebihan, namun tetap memahami ilmunya dengan baik.
Dalam berbagai kesempatan, banyak pertanyaan sepele yang sering muncul, termasuk mengenai kebiasaan sehari-hari yang dilakukan saat berpuasa.
Oleh karena itu, memahami hukum-hukum yang berkaitan dengan puasa menjadi hal penting agar ibadah bisa dijalankan dengan lebih tenang dan khusyuk.
Kesimpulannya, mengupil tidak membatalkan puasa selama tidak memasukkan sesuatu hingga ke bagian atas rongga hidung yang terhubung ke tenggorokan.
Islam memberikan kemudahan bagi umatnya dalam menjalankan ibadah, tetapi juga menuntut kehati-hatian dalam menjaga keabsahan puasa.
Dengan memahami aturan ini, seseorang bisa lebih tenang dalam menjalankan puasa tanpa rasa ragu atau takut batal karena hal-hal yang tidak jelas.
Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul
