Liputan6.com, Jakarta Nu’aiman bin Amr bin Raf’ah adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Bani Najjar, Madinah. Ia termasuk dalam 70 orang Anshar yang berbaiat pada Nabi dalam Bai’at Aqabah Kedua, sekitar tahun 622 Masehi. Meskipun dikenal sebagai pejuang tangguh yang ikut dalam Perang Badar, Uhud, dan Khandaq, Nuaiman justru terkenal karena sifat jenakanya.
Baca Juga
Advertisement
Tidak hanya di medan perang, kisah-kisah lucu Nuaiman mewarnai kehidupan Rasulullah dan para sahabat. Mulai dari menjual temannya sebagai "budak" hingga menghadiahkan makanan kepada Nabi tanpa membayar, ia selalu berhasil membuat orang tertawa. Namun, di balik kelucuannya, Nuaiman juga pernah ditegur Nabi karena kebiasaan buruknya.
Dikutip dari Al Islam.org, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Katakan apa pun kecuali yang baik tentang Nu'aiman, karena dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
Berikut kisah Nu’aiman bin Amr sahabat Rasulullah yang dikenal lucu dirangkum Liputan6.com, Jumat (21/3/2025).
Nu'aiman bin Amr Pernah Menjual Sahabatnya
Dikutip dari Alim.org, suatu ketika, Nuaiman ikut dalam perjalanan dagang bersama Abu Bakar dan sahabat lainnya. Karena kelaparan, ia meminta makanan dari Suwaybit bin Harmalah yang bertugas menyediakan logistik, namun ditolak. Akhirnya, ia menjual Suwaybit ke orang Arab sebagai budak hanya demi lelucon.
Para pembeli menyeret Suwaybit yang berteriak keras mengaku sebagai orang merdeka. Abu Bakar segera meluruskan kesalahpahaman, menebus Suwaybit, lalu semua tertawa bersama. Ketika kisah ini diceritakan kepada Nabi Muhammad SAW di Madinah, beliau dan para sahabat juga tertawa terbahak-bahak.
Advertisement
Dikenal Sahabat Nabi yang Jenaka
Nuaiman terkenal dengan prank unik kepada Nabi dan para sahabat. Pernah, ia mengirimkan makanan lezat ke rumah Nabi seolah-olah sebagai hadiah, padahal belum dibayar. Ketika penjual datang menagih.
“Bayarlah, wahai Rasulullah!” kata Nuaiman dan semua pun tertawa dikutip dari Al-Fukaha Wa Al-Mazaah karya Zubair bin Bukkar dari Alim.org.
Nabi tidak marah, justru ikut menikmati lelucon tersebut bersama para sahabat. Dalam satu kesempatan lain, ia juga menyembelih unta milik delegasi yang ditambatkan di depan masjid karena dorongan keisengan para sahabat.
Nabi mencari-cari Nuaiman yang sembunyi di parit, membersihkan tanah di wajahnya sambil tertawa bersama.
Ancaman Nabi Kepada Nuaiman yang Kecanduan Alkohol
Di balik kelucuannya, Nuaiman juga pernah jatuh dalam kebiasaan buruk minum alkohol. Nabi SAW beberapa kali memerintahkannya dicambuk, bahkan pernah berkata, “Jika ia kembali (minum) maka bunuhlah dia.”
Sahabat lain, Umayr, sempat meluapkan amarahnya dengan berkata, “La’natullah ‘alaih — semoga kutukan Allah menimpanya.” Mendengar itu, Nabi menegur Umayr dengan berkata, “Jangan...Sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.”
Meski tegas, Nabi tidak pernah mengusir Nuaiman dari lingkungan sahabat. Harapannya selalu agar Nuaiman bertobat, sebagaimana ia telah berjasa besar dalam perang-perang besar Islam.
Advertisement
Ikut Semua Pertempuran Bersama Nabi
Nuaiman bukan hanya pelawak, tetapi juga pejuang sejati. Ia ikut Bai’at Aqabah Kedua dan terlibat dalam semua pertempuran besar bersama Nabi SAW, termasuk Badar, Uhud, dan Khandaq. Kiprahnya membuktikan bahwa ia memiliki keberanian yang luar biasa.
Meski kerap membuat orang tertawa, ia berdiri di garis depan ketika Islam dipertaruhkan. Rasulullah SAW bersabda;
“Katakan apa pun kecuali yang baik tentang Nu'aiman, karena dia mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Nu'aiman bin Amr bin Rafa'ah, sahabat Nabi Muhammad SAW, diperkirakan meninggal pada tahun 652 M.
