Inilah Barisan Orang yang Rugi di Bulan Ramadhan Menurut Buya Yahya, Simak Baik-Baik

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa banyak orang yang hanya melihat Ramadhan sebagai waktu untuk menahan lapar, tetapi tetap melakukan kebiasaan buruk yang seharusnya ditinggalkan.

oleh Liputan6.com Diperbarui 28 Mar 2025, 03:20 WIB
Diterbitkan 28 Mar 2025, 03:20 WIB
buya yahya 2221
KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya (YouTube)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan selalu datang dengan penuh keberkahan. Kesempatan untuk memperbanyak ibadah, meningkatkan keimanan, dan memperbaiki diri terbuka lebar bagi setiap muslim. Namun, tidak semua orang mampu memanfaatkan bulan Ramadan ini dengan baik.

Di antara manusia, ada yang tidak menyadari betapa agungnya Ramadhan. Bulan penuh ampunan dan rahmat ini justru berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas dalam kehidupannya.

Pendakwah yang tinggal di Cirebon KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya menyampaikan bahwa orang yang tidak merasakan kerinduan terhadap Ramadhan adalah orang yang merugi.

Banyak yang hanya menjalani Ramadhan sebagai rutinitas tahunan, tanpa ada perubahan berarti dalam diri mereka. Tidak ada semangat untuk meningkatkan ibadah, dan tidak ada keinginan untuk mengurangi maksiat.

Dilansir  dari tayangan video di kanal YouTube @al-bahjahblitarofficial8802, Buya Yahya menekankan pentingnya memahami keutamaan Ramadhan agar tidak termasuk dalam golongan yang merugi.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga waktu untuk memperbaiki diri. Sayangnya, ada yang menjalani puasa sekadar menggugurkan kewajiban tanpa memahami esensinya.

 

Promosi 1

Simak Video Pilihan Ini:

Ramadhan Waktu Terbaik untuk Bersihkan Diri

Melihat Kebersamaan Umat Muslim Berbuka Puasa Ramadhan di Masjid Istiqlal
Kebersamaan Umat Muslim Berbuka Puasa Ramadhan di Masjid Istiqlal(Liputan6 com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Orang yang memasuki Ramadhan tanpa ada niat untuk memperbanyak amal, dan keluar dari Ramadhan tanpa ada perubahan dalam dirinya, termasuk orang yang merugi.

Seharusnya, setiap muslim menjadikan Ramadhan sebagai momen refleksi dan perbaikan diri. Bukan hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam akhlak dan hubungan sosial.

Jika seseorang menjalani Ramadhan tanpa ada peningkatan dalam kebaikan, maka puasanya hanya menjadi formalitas tanpa makna.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa banyak orang yang hanya melihat Ramadhan sebagai waktu untuk menahan lapar, tetapi tetap melakukan kebiasaan buruk yang seharusnya ditinggalkan.

Padahal, Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah.

Orang yang beruntung di bulan Ramadhan adalah mereka yang merasakan perubahan dalam hidupnya. Ibadah bertambah, dosa berkurang, dan hati semakin dekat kepada Allah.

Sebaliknya, orang yang merugi adalah mereka yang tetap dalam keadaan yang sama, seakan Ramadhan tidak memberikan dampak apa pun dalam hidupnya.

 

Ramadhan adalah Madrasah Kehidupan

Warga Dubai Sholat Tahajud di Malam Lailatul Qadar
Umat Muslim melaksanakan sholat Tahajud selama Malam Lailatul Qadar di Masjid Naif, Dubai. 10 hari menjelang berakhirnya bulan Ramadhan, umat muslim melakukan Itikaf untuk meraih malam kemuliaan (Lailatul Qadar) dengan membaca Alquran, Shalat Tahajud dan berzikir. (AFP/Karim Sahib)... Selengkapnya

Ada yang tetap bermalas-malasan dalam beribadah, tetap menghabiskan waktu dengan hal yang sia-sia, dan tidak berusaha memperbaiki diri meskipun kesempatan itu telah diberikan.

Puasa yang tidak diiringi dengan peningkatan ketakwaan hanya akan menjadi sekadar ritual tanpa esensi. Inilah yang harus dihindari oleh setiap muslim.

Ramadhan adalah madrasah kehidupan, tempat untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri agar menjadi pribadi yang lebih baik setelahnya.

Jika seseorang tidak memanfaatkan kesempatan ini, maka ia termasuk dalam golongan yang merugi. Karena kesempatan untuk bertemu Ramadhan tidak selalu datang setiap tahun.

Banyak orang yang tahun lalu masih bisa menjalani Ramadhan, tetapi tidak mendapatkan kesempatan untuk bertemu Ramadhan tahun ini.

Oleh karena itu, siapa pun yang masih diberikan umur untuk bertemu dengan bulan suci ini, hendaknya bersyukur dan memanfaatkannya sebaik mungkin.

Buya Yahya menutup ceramahnya dengan pesan agar setiap muslim tidak menyia-nyiakan Ramadhan. Jangan sampai bulan ini berlalu tanpa ada perubahan dalam diri kita.

Sebab, keberuntungan di bulan Ramadhan bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi dari sejauh mana perubahan yang terjadi dalam diri seseorang setelahnya.

Penulis: Nugroho Purbo/Madrasah Diniyah Miftahul Huda 1 Cingebul

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya