Liputan6.com, Jakarta - Masjid Agung Sang Cipta Rasa adalah salah satu masjid yang sangat bersejarah dan memiliki banyak keunikan di Cirebon. Dibangun pada sekitar tahun 1480 M, masjid ini memiliki latar belakang yang menarik dan penuh makna.
Mengutip dari laman Dunia Masjid, Sbtu, 29 Maret 2025, tempat ibadah ini didirikan pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati dengan inisiatif dari Nyi Ratu Pakungwati, dibantu oleh para Wali Songo. Sunan Kalijaga, salah satu wali yang terkenal, berperan penting dalam pembangunan masjid ini, terutama dalam pembuatan tiang utama yang dikenal dengan sebutan sokoguru.
Advertisement
Tiang utama yang terbuat dari potongan-potongan kayu ini melambangkan kebersamaan dan kekuatan komunitas. Awalnya, masjid ini dikenal dengan nama Masjid Pakungwati. Namun, seiring berjalannya waktu, namanya berubah menjadi Masjid Agung Sang Cipta Rasa, yang kini menjadi salah satu ikon budaya dan sejarah di Cirebon.
Advertisement
Masjid ini tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga memiliki arsitektur yang unik. Untuk itu simak enam fakta menarik tentang Masjid Agung Sang Cipta Rasa.
1. Sejarah dan Pembangunan
Seperti yang telah disebutkan, Masjid Agung Sang Cipta Rasa dibangun sekitar tahun 1480 M. Proses pembangunannya melibatkan banyak tokoh penting, termasuk Nyi Ratu Pakungwati dan Sunan Kalijaga. Tiang utama masjid, sokoguru, terbuat dari potongan kayu yang melambangkan kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol persatuan masyarakat.
2. Arsitektur Unik
Arsitektur Masjid Agung Sang Cipta Rasa sangat menarik, karena memadukan berbagai elemen dari budaya Jawa, Hindu Majapahit, dan Islam. Anda bisa melihat perpaduan ini pada berbagai bagian masjid, mulai dari gapura hingga serambi.
Atap masjid yang mirip dengan Joglo juga menambah keunikan desainnya. Dua arsitek utama, Sunan Kalijaga dan Raden Sepat, berkontribusi pada gaya arsitektur yang harmonis ini.
Dilihat dari bentuk kubahnya, memang tidak terlalu istimewa karena bentuknya hampir sama dengan rata-rata masjid kuno di seluruh Nusantara, yakni berkubah limas. Tetapi, jika Anda masuk ke dalamnya maka akan Anda jumpai corak arsitektur yang didominasi warna Tiongkok.
Seluruh dinding masjid dihiasi porselen buatan Tiongkok yang berbentuk piring warna merah danbiru. Kabarnya hiasan piring-piring porselen itu dibuat pada masa Dinasti Ming.
3. Simbolisme Tiga Batu Tegel
Di mihrab masjid, terdapat tiga batu tegel yang dipasang oleh Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, dan Sunan Kalijaga. Batu-batu ini melambangkan Iman, Islam, dan Ihsan, yang sejalan dengan tiga susun atap masjid. Simbolisme ini menunjukkan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.
Advertisement
4. Sumur Zamzam Cirebon
Di halaman Masjid Agung Sang Cipta Rasa, terdapat sumur yang dikenal sebagai Sumur Zamzam Cirebon. Air dari sumur ini diyakini memiliki khasiat penyembuhan dan sering digunakan untuk menguji kejujuran seseorang. Keberadaan sumur ini menambah daya tarik masjid sebagai tempat yang penuh dengan sejarah dan keajaiban.
Selain adanya masjid, di kompleks ini terkubur 29 orang bangsawan keturunan Sunan Gunung Jati yang sampai hari ini masih terpelihara dengan baik. Ada 12 orang juru kunci berpakaian kain dan ikat kepala dengan tugas masing-masing sesuai dengan jenjang kepangkatannya. Secara umum mereka bertugas menjaga dan memelihara makam Sunan Gunung Jati berikut keturunannya serta benda-benda yang ada di sekitarnya.
5. Tradisi Adzan Pitu
Masjid ini juga memiliki tradisi unik yang dikenal dengan nama 'Adzan Pitu.' Dalam tradisi ini, tujuh muazin akan mengumandangkan adzan secara bersamaan menjelang salat Jumat. Tradisi ini bermula dari upaya untuk mengatasi wabah penyakit yang melanda masyarakat pada masa lalu. Tradisi ini menunjukkan bagaimana masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya.
6. Sembilan Pintu dengan Simbolisme
Masjid Agung Sang Cipta Rasa memiliki sembilan pintu, di mana satu pintu utama yang besar hanya dibuka pada hari Jumat atau hari raya besar Islam. Pintu utama ini memiliki ukuran 240 cm, sedangkan delapan pintu lainnya lebih kecil.
Pintu-pintu ini melambangkan kerendahan hati dan kesetaraan di hadapan Tuhan, mencerminkan nilai-nilai spiritual yang dijunjung tinggi dalam agama Islam. Masjid ini terletak di depan Keraton Kasepuhan Cirebon dan dianggap sebagai pasangan dari Masjid Agung Demak, dengan gaya arsitektur yang saling melengkapi.
Selain itu, masjid ini juga dihiasi dengan piring porselen Tiongkok dari Dinasti Ming, yang mencerminkan hubungan Sunan Gunung Jati dengan Tiongkok. Beberapa tiang kayu jati asli masjid juga telah diperkuat dengan besi selama pemugaran pada tahun 1977. Dengan segala keunikan dan keindahannya, Masjid Agung Sang Cipta Rasa tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi di Cirebon.
Advertisement
