Dipecat karena Gagal Menangkan Gerindra, M Taufik: Masa Cuma Saya Doang

Taufik menilai, jika pemecatan dirinya berlandaskan kegagalan dalam pilpres, maka banyak kader Gerindra yang dipecat.

oleh Liputan6.com diperbarui 08 Jun 2022, 17:20 WIB
Diterbitkan 08 Jun 2022, 16:17 WIB
FOTO: Partai Gerindra Pecat M Taufik
Wakil Ketua Mahkamah Partai DPP Gerindra Wihadi Wiyanto (tengah) bersama pimpinan majelis menyampaikan keterangan usai rapat pemecatan Mohamad Taufik sebagai kader Partai Gerindra di DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/6/2022). Gerindra memecat Taufik karena dinilai menyalahi kesepakatan sidang pada Februari lalu, tidak loyal, dan kerap bermanuver di luar jalur kebijakan partai. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menilai alasan pemecatan dirinya dari Gerindra karena tidak berhasil mensukseskan Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019 adalah alasan mengada-ada.

Sebab kegagalan Prabowo dalam kontestasi Pilpres adalah skala nasional, tidak hanya Jakarta. Meski demikian, Taufik tetap menyampaikan permintaan maaf karena gagal mensukseskan Prabowo dalam Pilpres di lumbung Jakarta.

"Iya minta maaf kalau apa yang saya lakukan tidak sesuai dengan ekspektasi kawan itu, capres kalah, senasional loh kalah. Masa karena Pilpres kalah cuma saya doang," kata Taufik dalam konferensi pers Selasa (7/6/2022).

Dia berujar, jika pemecatan berlandaskan kegagalan dalam Pilpres, maka banyak kader Gerindra yang dipecat.

"Masa karena Pilpres kalah terus cuma saya doang (dipecat). Ini bukan soal enggak adil ini berarti mengada-ada argumennya gitu loh," ujarnya.

Diketahui, partai Gerinda resmi memecat Mohamad Taufik. Keputusan tersebut diambil setelah Majelis Kehormatan Partai (MKP) menggelar sidang di DPP Partai Gerindra, Ragunan, Selasa (7/6).

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Kekalahan Gerindra di DKI Jadi Sorotan

Politikus senior M Taufik mengaku belum menerima surat pemecatan dari Partai Gerindra. (Liputan6.com/Winda Nelfira)
Politikus senior M Taufik mengaku belum menerima surat pemecatan dari Partai Gerindra. (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Gerindra Wihadi Wiyanto membeberkan kesalahan-kesalahan fatal yang menyebabkan Mohamad Taufik dipecat dari Partai Gerindra sebagai kader. Wihadi menyebut kesalahan Mohamad Taufik diakumulasi dari pelaksanaan Pilpres 2019 hingga saat ini.

Pertama, selaku kader Partai Gerindra juga sebagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta dan menjabat di DPRD DKI Jakarta dari fraksi Gerindra, dinyatakan telah gagal dalam menjalankan amanah Partai terkait dengan kalahnya perolehan suara pasangan Prabowo-Sandi di DKI Jakarta pada Pilpres 2019.

"Tak hanya itu, pada saat saudara Taufik menjadi Wakil Ketua DPRD, kantor DPD Partai Gerindra tidak ada. Dan juga saat Pilpres DKI kalah itu menjadi catatan juga," kata Wihadi saat diwawancarai di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (7/6).

Infografis Relawan Tokoh Bermunculan Jelang Pilpres 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Relawan Tokoh Bermunculan Jelang Pilpres 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya