Akhirnya, Guru Ngaji Cabul di Tangerang Ditangkap

Polisi menangkap W (40), guru ngaji yang diduga mencabuli anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama dengan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota pada Rabu 29 Januari 2025 pukul 08.30 WIB.

oleh Ady Anugrahadi diperbarui 30 Jan 2025, 13:20 WIB
Diterbitkan 30 Jan 2025, 13:20 WIB
Ilustrasi - Borgol pelaku kejahatan narkotika. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang)
Polisi menangkap W (40), guru ngaji yang diduga mencabuli anak di bawah umur di Tangerang, Banten. Foto ilustrasi. (Foto: Liputan6.com/Polres Pemalang)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Polisi menangkap W (40), guru ngaji yang diduga mencabuli anak di bawah umur. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama dengan Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota pada Rabu 29 Januari 2025 pukul 08.30 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan untuk mencari W. Dari hasil penyelidikan didapatkan petunjuk keberadaan guru ngaji cabul itu.

"Tim Opsnal langsung menuju daerah Serang, Banten, dan berhasil mengamankan pelaku di Kampung Rancapanjang, Desa Sehat, RT/RW: 05/01, Kelurahan Seuat, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten," kata Ade Ary dalam keterangan tertulis, Kamis (30/1/2025).

Guna kepentingan penyidikan, pelaku langsung dibawa ke Polda Metro Jaya. Ade Ary mengatakan, pelaku kini telah ditetapkan sebagai tersangka. "Sudah tersangka," kata Ade Ary.

Dalam kasus ini, guru ngaji tersebut dijerat Pasal 76E jo. Pasal 82 UU No. 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kasus ini diusut setelah polsi menerima laporan dari orangtua korban di Polres Metro Tangerang Kota. Laporan Polisi Nomor: LP/B/1533/XII/2024/PMJ/RESTRO TNG KOTA, tanggal 23 Desember 2024.

Ade Ary mengatakan tindakan pencabulan oknum guru ngaji terbongkar setelah orangtua korban mendengarkan cerita dari anaknya.

Dari keterangan orangtua korban, tersangka W memaksa anaknya untuk melakukan hal-hal tidak senonoh. Ternyata bukan hanya satu, ada anak lain yang diduga mengalami peristiwa serupa. Catatan kepolisian, ada empat anak yang jadi korban perbuatan biadab pelaku.

 

 

Guru Ngaji di Tangerang Cabuli 4 Anak di Bawah Umur

pencabulan
Ilustrasi pencabulan.... Selengkapnya

Sebelumnya, seorang guru mengaji diduga mencabuli anak di bawah umur. Polisi menyelidiki kasus ini usai menerima laporan dari orangtua salah satu korban pencabulan berinisial J.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengatakan laporan dugaan pencabulan diterima Polres Metro Tangerang Kota pada 23 Desember 2024.

"Benar, telah menerima laporan dari seorang wanita berinisial J, tentang dugaan peristiwa perbuatan cabul terhadap anak," kata Ade Ary kepada wartawan, Kamis (9/1/2025).

Terkait hal ini, pihak kepolisian langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi. Sementara itu, korban diarahkan untuk melakukan visum.

Hasil pemeriksaan, dugaan pencabulan guru ngaji terjadi di Kampung Dukuh, RT 1 RW 2, Kelurahan Sudimara Selatan, dan Kecamatan Ciledug, Tangerang pada kurun waktu November 2024.

Kini, Polres Metro Tangerang Kota akan mengusut tuntas kasus dugaan pencabulan ini secara prosedural, profesional, dan proporsional.

"Jadi mohon waktu, Polres Metro Tangerang Kota berkomitmen akan mengusut kasus ini hingga tuntas," ujar Ade Ary.

Terpisah, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, menyatakan pihaknya masih mengejar pelaku. Diketahui, dia telah meninggalkan kediamannya di Kampung Dukuh, Kelurahan Sudimara Selatan, Kecamatan Ciledug.

Adapun, terduga pelaku kabur pada 29 November 2024 sebulan sebelum orangtua korban membuat laporan ke polisi.

"Saat penyelidikan, kami telah melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku berinisial W (40) sebanyak 2 kali, yakni di tanggal 27 Desember 2024 dan 30 Desember 2024, namun terduga pelaku tersebut tidak hadir," ujar Zain dalam keterangannya, Kamis (9/1/2025).

"Lalu setelah melalui gelar perkara, statusnya dinaikkan ke tahap penyidikan pada tanggal 3 Januari 2025, karena terdapat alat bukti yang cukup telah terjadi peristiwa pidana," kata Zain.

Zain mengungkapkan, sementara ini ada empat anak di bawah umur yang teridentifikasi menjadi korban pencabulan sang ustaz.

"Sementara yang melapor 4 orang. Kalau ada masyarakat yang jadi korban agar melaporkan ke kita," ucap Zain.

Di sisi lain, Polres Metro Tangerang Kota juga melakukan pendampingan untuk pemulihan dan trauma yang dialami korban.

Dalam hal ini, kepolisian turut menggandeng psikolog dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan dinas terkait.

Infografis: Deretan kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan Tahun 2011 (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis: Deretan kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan Tahun 2011 (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya