Liputan6.com, Jakarta Universitas Kristen Indonesia (UKI) berduka atas meninggalnya mahasiswa bernama Kenzha Ezra Walewangko. Penyebab tewasnya Kenzha masih misterius.
Rektor UKI, Dhaniswara K. Harjono, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Dia memastikan pihak kampus tidak akan menutup-nutupi kasus ini.
Baca Juga
"Sebagai warga negara yang baik, kita semua menghormati proses hukum yang berlaku," kata Dhaniswara saat konferensi pers, Jumat (7/3/2025).
Advertisement
Dhaniswara mengaku langsung mengambil tindakan begitu mendapat kabar duka itu. Karena ini menyangkut hilangnya nyawa seorang mahasiswanya.
"Saya masih ingat, jam 20.58 WIB saya ditelepon kepala otorita kampus. Saya tanyakan ceritanya, dan langsung perintahkan untuk lapor ke Polres Jakarta Timur," ujar Dhaniswara.
Menurutnya, polisi saat ini masih melakukan investigasi. Pihak kampus terus menunggu hasil pemeriksaan guna mengetahui penyebab pasti kematian Kenzha.
"Kami menyatakan duka cita kepada keluarga korban dan akan terus mengevaluasi kejadian ini," ujar dia.
Dhaniswara mengaku selama delapan tahun menjabat sebagai rektor UKI, tidak pernah ada kejadian seperti ini. Namun, dia tak ingin terburu-buru menyimpulkan sebelum ada hasil resmi dari kepolisian.
"Kami lebih memilih diam dulu, menunggu hasil pemeriksaan. Karena di media beredar banyak spekulasi yang malah bikin bingung," tuturnya.
Meski begitu, kata Dhaniswara, pihak kampus memastikan akan bersikap transparan dan mendukung penuh penyelidikan kepolisian.
"Mudah-mudahan hasilnya, tentunya ya kita dasarkan dengan niat baik kita untuk melakukan pelayanan. Termasuk juga untuk memberitahukan pada waktunya hasilnya secara transparan," kata Dhaniswara.
Â
Kronologi Mahasiswa UKI Tewas di Kampus, Sempat Minum Miras Bareng dan Cekcok
Penyebab kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Walewangko, masih belum diketahui. Korban ditemukan tak bernyawa di area kampus, tepatnya di Taman Perpustakaan UKI, Jakarta Timur, pada Selasa malam, 4 Maret 2025.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, lima orang saksi telah dimintai keterangan guna mengetahui secara lengkap insiden yang terjadi. Mereka adalah dari pihak keluarga korban, teman korban hingga dari pihak kampus maupun sekuriti.
Menurut keterangan, korban bersama teman-temannya sempat menenggak minuman keras (miras) jenis arak Bali di area taman perpustakaan. Kejadian itu berujung cekcok.
"Terjadi cekcok mulut yang mana saksi tidak mengetahui penyebabnya, setelah itu suasana kembali mereda saksi, korban beserta temannya kembali minum bersama," kata Ade Ary kepada wartawan, Jumat (7/3/2025).
Ade Ary mengatakan, pertengkaran kembali pecah pada pukul 19:30. Pihak keamanan kampus sempat melerai, lalu korban dipapah oleh rekannya menuju pintu keluar.
Rekannya saat itu mengira korban hendak pulang mengambil sepeda motornya, rupanya korban malah berjalan ke arah pagar kampus sambil berteriak dan mengoyak pagar hingga akhirnya terjatuh bersama pagar tersebut.
"Korban diangkat oleh seseorang yang tidak teman korban kenal dengan kondisi muka dan hidung yang mengeluarkan darah," ujar dia.
Korban kemudian dievakuasi ke IGD RS. UKI Cawang Jakarta Timur. Namun nahas nyawanya tak tertolong, korban dinyatakan meninggal dunia.
Dia menyebut Polres Metro Jakarta Timur yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga saat ini, polisi masih mendalami penyebab pasti kematian korban. "Telah dilakukan cek dan olah TKP," ujar dia.
Â
Advertisement
Infografis
