Pembekalan Keahlian, Keterampilan, dan Sarana Usaha, Bikin 'PD' Jadi Entrepreneur

Sebanyak 160 warga Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, mendapat pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill) menjadi peracik kopi (barista), tukang jahit, teknisi handphone (servis HP) dan pembudidaya ikan darat.

oleh Reza Efendi Diperbarui 28 Feb 2025, 21:13 WIB
Diterbitkan 28 Feb 2025, 21:13 WIB
pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill)
Warga Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, mendapat pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill)... Selengkapnya

Liputan6.com, Medan Sebanyak 160 warga Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, mendapat pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill) menjadi peracik kopi (barista), tukang jahit, teknisi handphone (servis HP) dan pembudidaya ikan darat.

Tujuannya, sebagai bekal dalam meningkatkan taraf ekonomi keluarga. Pembekalan keahlian dan keterampilan ini diprakarsai Lembaga Pelantihan Kerja Edukasi Training Centre Indonesia (ETCI) bekerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Aceh Tengah dan sejumlah pihak terkait.

Pembekalan berlangsung selama 5 hari di Parkside Petro Gayo Hotel Takengon, Aceh Tengah, Aceh, sejak 24 hingga 28 Februari 2025.

Ketua Panitia, Rahmat mengatakan, para peserta pembekalan keahlian sangat serius mengikuti kegiatan, terutama saat praktik lapangan setelah mendapatkan materi dari narasumber bersertifikat.

"Peserta antusias karena pembekalan fokus pada praktik langsung yang dibimbing praktisi profesional di bidang masing-masing. Baik itu cara meracik kopi, menjahit, servis HP, bahkan bagaimana mengembangkan budidaya perikanan darat," Rahmat mengatakan.

 

Promosi 1

Sesuai Minat para Peserta

pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill)
Pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill)... Selengkapnya

Diungkapkan Rahmat, pelaksanaan pembekalan keahlian ini berlangsung di empat kelas sesuai bidang minat para peserta.

"Untuk peserta barista ada 57 orang, menjahit 65 orang, service HP 13 orang dan peserta bidang pengembangan perikanan darat ada 25 orang. Mereka perwakilan dari 80 desa di Aceh Tengah," ungkapnya.

Selain mendapatkan pembekalan keahlian dan keterampilan, selain sertifikat, para peserta juga memperoleh sarana dan alat dukung dalam membangun usaha sesuai bidang pilihan. Barista mendapatkan 1 set alat peracik kopi yang dapat digunakan untuk membuka gerai kopi.

Demikian juga dengan peserta bidang menjahit, mereka mendapat mesin jahit portable yang bisa digunakan membuka usaha jahitan.

Sedangkan peserta teknisi handphone memperoleh 1 set perangkat servis HP yang bisa digunakan membuka usaha perbaikan HP. Adapun peserta budidaya ikan, dibekali dengan kolam terpal siap pakai beserta bibit ikan.

"Sarana pendukung usaha tersebut diserahkan kepada peserta pada hari terakhir kegiatan," bebernya.

Siap Buka Usaha Mandiri

pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill)
Pembekalan berlangsung selama 5 hari di Parkside Petro Gayo Hotel Takengon, Aceh Tengah, Aceh, sejak 24 hingga 28 Februari 2025... Selengkapnya

Ketua ETCI, Edi Saputra berharap, usai kegiatan, tiap peserta membawa sarana pendukung usaha masing-masing. Peserta juga diharapkan dapat langsung membuka usaha dengan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam upaya meningkatkan ekonomi keluarganya.

"Idealnya, peserta sudah siap buka usaha mandiri sebagai entrepreneur di desanya masing-masing. Bila perlu, buat inovasi dan kreativitas baru, sesuai potensi yang ada di desa masing-masing," harap Edi.

Seorang peserta barista perwakilan Kampung Blang Kekumur, Kecamatan Celana, Akbar mengaku, terinspirasi dan bertekad menjadi barista profesional, karena potensi kopi sangat menjanjikan di Aceh Tengah.

"Bila ada kesempatan lain, saya akan terus mendalami kemampuan menjadi peracik kopi. Biar Jadi barista yang terlatih, andal, dan profesional," Akbar mengungkapkan.

Senada, peserta jahit perwakilan Kampung Takengon Timur, Wulan mengatakan, selain minim keterampilan, kendala terbesar dalam memulai usaha adalah modal awal pembelian alat pendukung usaha.

"Dari kegiatan ini, kita diberi mesin jahit portable. Jadi sudah bisa langsung buka usaha jahit. Semua ini, berkat persatuan dari reje-reje Kampung (Kepala Desa) yang telah sudi mengirim kami ke acara pelatihan ini," sebut Wulan.

Butuh Pembekalan Keahlian

pembekalan keahlian dan keterampilan (life skill)
Masyarakat sangat membutuhkan pembekalan keahlian dan keterampilan sebagai bekal membuka usaha.... Selengkapnya

Seorang Reje Kampung Paya Jeget, Darwin menyatakan, masyarakat sangat membutuhkan pembekalan keahlian dan keterampilan sebagai bekal membuka usaha.

Misalnya, kata Darwin, keterampilan budi daya ikan darat, sesuai dengan program peningkatan ketahanan pangan yang gencar digaungkan Presiden Prabowo Subianto.

"Tujuannya mendukung kemandirian masyarakat sekaligus mendorong peningkatan ekonomi warga desa itu sendiri," Darwin menandaskan.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya