Liputan6.com, Lumajang Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa kembali erupsi dengan letusan abu vulkanik mencapai 900 meter di atas puncak pada Kamis malam (27/2/2025)
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis 27 Februari 2025, pukul 18.26 WIB. Tinggi letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut,”ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian Jumat (28/2/2025).
Advertisement
Baca Juga
Kata dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitude maksimum 22 mm dan durasi 172 detik.
Advertisement
Sebelumnya pada pukul 06.15 WIB, Gunung Semeru juga erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 mdpl. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.
Gunung Semeru masih bertstatus waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sector tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi)
Kemudian di luar jarak tersebut, lanjut dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
"Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," katanya.
Selain itu, kata dia, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan