Jadi Salah Satu Lumbung Padi Nasional, Banyuwangi Gerakan Menanam Padi Serentak

Menjadi salah satu daeah lumbung padi nasional, Kabupaten Banyuwangi turut dalam Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 Provinsi.

oleh Hermawan Arifianto Diperbarui 25 Apr 2025, 14:10 WIB
Diterbitkan 25 Apr 2025, 14:10 WIB
Pemerintah Banyuwangi lakukan tanam padi serantak bersama presiden Prabowo (Istimewa)
Pemerintah Banyuwangi lakukan tanam padi serantak bersama presiden Prabowo (Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Banyuwangi - Menjadi salah satu daeah lumbung padi nasional, Kabupaten Banyuwangi turut dalam Gerakan Menanam Padi Serentak di 14 Provinsi, Rabu (23/4/2025). Kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Pemulatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan itu dihadiri langsung Presiden Prabowo dan diikuti secara virtual oleh 150 kabupaten/kota penghasil padi di 14 provinsi, salah satunya Banyuwangi. 

Di Banyuwangi penanaman serentak dilakukan di areal persawahan kelompok tani Sumbersari, seluas 2,5 hektare dengan menggunakan varietas padi Siliwangi, di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi.

"Banyuwangi mendukung program swasembada pangan nasional yang digagas oleh Presiden. Banyuwangi akan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi daerah. Salah satunya dengan menambah luasan tanam padi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk menjelaskan bahwa luas tanam padi di Banyuwangi sejak Januari sampai April 2025 telah mencapai 41.874 hektare. "Ini akan terus kita dorong hingga mencapai target 151.048 hektare di tahun ini, termasuk dengan memanfaatkan lahan non-sawah," kata Ipuk.

Upaya lainnya, Pemkab juga membuat kebijakan dengan memperketat izin pembangunan di atas lahan persawahan. Pemkab juga mendorong produktivitas dengan penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati, POC (Pupuk Organik Cair) hingga optimalisasi mekanisasi pertanian.

“Total hingga 2024, pemkab sudah menyalurkan POC sebanyak 137.130 liter untuk lahan seluas 13.713 hektare. Selain itu, pemkab juga memberikan pendampingan intensif kepada para petani,’’ ujarnya.

Dengan berbagai program yang dilakukan tersebut, stok beras di Banyuwangi terus terjaga. Berdasarkan neraca ketersediaan dan kebutuhan pangan pokok, di awal 2025 Banyuwangi mengalami suplus 27.037 ton beras. Ke depan Banyuwangi juga akan meningkatkan ketersediaan air baku melalui embung atau penampungan air. Di antaranya embung lider, kerawang dan Singolatri.

“Kami sudah mengajukan pembangunan tiga embung besar baru baik ke pemprov dan pusat. Ini melengkapi 337 bendungan daerah yang masih berfungsi dengan baik.” tambah Ipuk. 

Infografis Harga Beras Naik hingga Beli Beras Dibatasi
Infografis Harga Beras Naik hingga Beli Beras Dibatasi (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya