Liputan6.com, Bandung - Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan tren edit foto baru yang bisa dibuat dengan mudah menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Adapun tren tersebut mengubah foto biasa menjadi gaya animasi populer Studio Ghibli.
Melansir dari beberapa sumber, warganet bisa mengubah foto mereka dengan menggunakan fitur dari salah satu platform AI yaitu ChatGPT. Fiturnya diketahui menggunakan model terbaru GPT-4o yang dikembangkan oleh OpenAI.
Advertisement
Baca Juga
Fiturnya juga diklaim menjadi generator gambar AI paling canggih namun saat ini menuai pro dan kontra dari publik. Salah satunya terkait hak cipta hingga pandangan dari sang pencipta animasi Studio Ghibli.
Advertisement
Sebagai informasi, tren mengubah foto menjadi animasi Studio Ghibli pertama kali beredar setelah OpenAI merilis fitur pembaruan dalam pembuatan gambarnya. ChatGPT menyebutkan fitur ini bisa mengubah foto menjadi ilustrasi apapun termasuk anime.
Kemudian banyak pengguna terutama influencer mulai mencoba fitur tersebut untuk foto-foto mereka seperti foto sehari-hari, foto dengan pasangan, foto bersama keluarga, hingga foto pemandangan bisa menjadi gaya animasi ala film khas Studio Ghibli.
Setelah viral, tren tersebut akhirnya menuai pro dan kontra terutama di antara kalangan pencinta seni. Pasalnya, Studio Ghibli dikenal sebagai salah satu perusahaan animasi buatan tangan dengan sentuhan humanis.
Sementara itu, pihak Studio Ghibli sendiri belum memberikan klarifikasi terkait tren foto tersebut. Namun, sejumlah warganet yang kontra membagikan pernyataan lama dari salah satu pendiri Studio Ghibli yaitu Hayao Miyazaki yang menentang AI.
“Saya benar-benar muak. Saya tidak akan pernah ingin memasukkan teknologi ini ke dalam karya saya sama sekali,” ucapnya dalam sebuah pernyataan pada 2016.
Tanggapan Kontra di Media Sosial
Tren foto Studio Ghibli mendapatkan pro dan kontra di media sosial terutama di antara para pencinta seni. Beberapa di antaranya menentang tindakan tersebut terutama dari pernyataan salah satu pendirinya, Hayao Miyazaki.
Kontra tersebut tidak hanya terjadi di antara masyarakat Indonesia tetapi juga mendapatkan tanggapan dari sejumlah warganet negara lain. Adapun di Indonesia sendiri artis Sheila Dara turut memberikan tanggapan atas tren viral tersebut.
“sori party pooper tapi aku sed deh liat ghibli style bisa di-generate dengan ai ini… nyari style yang ikonik gitu kan pasti melewati proses kultivasi bertaun2 ya… trus ini emang ada consent-nya kah dari creator-nya…,” tulisnya (@sheiladaisha).
Sebagai informasi, tren foto menjadi gaya animasi populer bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya sempat viral tren foto AI menjadi gaya Disney, Pixar, Illumination, dan masih banyak lagi.
Advertisement
Fitur Berbayar
Masyarakat yang mengubah fotonya menjadi gaya animasi Studio Ghibli harus menggunakan versi ChatGPT Plus yang telah menggunakan GPT-4. Adapun untuk berlangganan versi ini mempunyai biaya $30 atau sekitar Rp331.200.
Kemudian pengguna yang telah berlangganan bisa mengeditnya dengan mengunggah foto yang diinginkan. Selain itu, pengguna juga harus memasukan prompt atau perintah teks yang berisi tentang mengubah foto menjadi ilustrasi bergaya Studio Ghibli dan detail lainnya.
Melansir dari beberapa unggahan, para pengguna biasanya menggunakan perintah teks untuk membuat foto jadi gaya Studio Ghibli dan menggunakan detail warna hingga latar belakang yang dimiripkan dengan film hits Ghibli seperti Spirited Away, Ponyo, dan lain-lain.
Setelah menggunakan prompt tersebut, pengguna tinggal menunggu hasil ilustrasi dan menambahkan hasil variasi lain sesuai selera.
