Liputan6.com, Jakarta Anime Sakamoto Days telah menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar anime dan manga. Mengisahkan Taro Sakamoto, seorang pembunuh bayaran legendaris yang ditakuti di dunia kriminal Jepang. Cerita ini membawa kita ke dalam perjalanan hidupnya setelah pensiun.
Setelah jatuh cinta, Sakamoto memilih untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang sebagai pemilik toko kelontong bersama istri dan anaknya. Namun, masa lalunya yang kelam kembali menghantuinya ketika musuh-musuh lamanya muncul untuk membalas dendam.
Advertisement
Baca Juga
Dalam situasi yang mendesak, Sakamoto harus kembali menggunakan keahliannya untuk melindungi keluarganya dan orang-orang yang dicintainya. Anime ini bukan hanya sekadar aksi, tetapi juga memadukan elemen komedi dan drama keluarga yang membuatnya semakin menarik untuk ditonton. Dengan karakter-karakter yang kuat dan alur cerita yang menegangkan, Sakamoto Days berhasil menyentuh hati penontonnya.
Advertisement
Diproduksi oleh TMS Entertainment, anime ini disutradarai oleh Masaki Watanabe dengan skenario yang ditulis oleh Taku Kishimoto. Desain karakter oleh Yō Moriyama dan musik oleh Yuki Hayashi, menambah daya tarik visual dan audio dari anime ini.
Netflix pun telah melisensikan serial ini untuk rilis streaming di seluruh dunia, sehingga semakin banyak orang dapat menikmati kisah Sakamoto.
Detail Tayang dan Produksi
Sakamoto Days mulai tayang pada 11 Januari 2025 di TV Tokyo dan afiliasinya. Anime ini akan tayang dalam dua cours, dengan cours kedua dijadwalkan tayang pada Juli 2025. Dengan format tayang yang menarik ini, penggemar bisa menikmati petualangan Sakamoto dalam dua bagian yang berbeda. Hal ini memberikan kesempatan bagi penonton untuk lebih mendalami karakter dan alur cerita yang kompleks.
Karakter utama dalam anime ini adalah Taro Sakamoto, mantan pembunuh bayaran legendaris yang kini berusaha menjalani hidup normal. Selain itu, ada Shin, karyawan toko kelontong yang memiliki kemampuan telepati, dan Aoi Sakamoto, istri Taro yang selalu mendukungnya.
Karakter-karakter lain yang muncul juga tak kalah menarik, termasuk berbagai musuh dan rekan-rekan Sakamoto dari masa lalunya, yang menambah kedalaman cerita.
Advertisement
Penerimaan dan Respons Penggemar
Sakamoto Days telah menerima sambutan yang beragam dari penggemar. Meskipun mendapatkan rating tinggi di Netflix, beberapa penggemar manga merasa kecewa dengan adaptasi anime ini.
Kritik terutama ditujukan pada beberapa adegan aksi yang dianggap kurang memuaskan dan beberapa bagian cerita yang dipotong. Hal ini memicu diskusi di kalangan penggemar mengenai kemungkinan remake di masa depan.
Namun, meskipun ada kritik, anime ini tetap menarik perhatian banyak orang. Kombinasi antara aksi menegangkan, komedi ringan, dan kisah keluarga yang mengharukan, membuat Sakamoto Days layak untuk ditonton.
Banyak penonton yang merasa terhubung dengan karakter-karakter dalam cerita ini, terutama dalam menghadapi tantangan dan konflik.
Musik dan Lagu Tema
Musik juga menjadi salah satu daya tarik dari anime Sakamoto Days. Lagu pembuka berjudul "Hashire Sakamoto" (走れSAKAMOTO, artinya 'Larilah, Sakamoto') dinyanyikan oleh Vaundy. Sementara lagu penutupnya berjudul 'Futsū' (普通, artinya 'Biasa') dinyanyikan oleh Conton Candy.
Kedua lagu ini berhasil menciptakan suasana yang tepat untuk setiap episode, menambah pengalaman menonton yang lebih mendalam.
Secara keseluruhan, Sakamoto Days adalah anime yang menarik perhatian karena perpaduan unik antara aksi, komedi, dan drama keluarga. Meskipun terdapat beberapa kritik terhadap adaptasi animenya, Sakamoto Days tetap patut ditonton bagi penggemar genre ini maupun pembaca manga aslinya.
Manga Sakamoto Days karya Yuto Suzuki juga telah beredar lebih dari 7 juta kopi hingga Desember 2024, menunjukkan popularitas yang terus meningkat.
Mari kita nantikan kelanjutan kisah Sakamoto dan bagaimana ia menghadapi tantangan dari masa lalunya!
Advertisement
