Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran perangkat ponsel pintar (smartphone) mengubah wajah industri ponsel di dunia. Smartphone kini telah berhasil menyisihkan posisi ponsel fitur (feature phone) di ranah industri ponsel global.
Bahkan menurut Sales Director of Overseas for Mobile Phone Haier, ZZ Wang, pasar ponsel fitur yang masih berkembang hanya tinggal Afrika Selatan saja. Negara di benua Afrika tersebut bisa dibilang satu-satunya negara yang memperlihatkan angka penetrasi yang baik untuk ponsel fitur.
"Pasar ponsel fitur yang masih cukup baik itu ada di kawasan Afrika Selatan. Negara lainnya lebih cenderung menyerap smartphone daripada model ponsel lama seperti ponsel fitur," ungkap ZZ yang dijumpai tim Tekno Liputan6.com di Jakarta.
ZZ melanjutkan, negara maju dan berkembang seperti Indonesia dan India angka pertumbuhan ponsel fitur sudah terbilang berhenti. Masyarakat di negara-negara tersebut lebih memilih untuk memakai perangkat ponsel pintar ketimbang ponsel fitur.
"Orang di negara maju dan berkembang sudah tak lagi melirik ponsel fitur. Mereka lebih cenderung memilih smartphone karena fungsi dan kebutuhannya yang lebih tercukupi dengan perangkat itu," tambah ZZ.
Haier juga menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar besar bagi penjualan perangkat smartphone buatannya selain di kampung halamannya Tiongkok. Demi memudahkan fokus ekspansi perusahaannnya di Indonesia, Haier saat ini tengah menyiapkan pabrik ponsel miliknya di wilayah Cikarang, Jawa Barat.
"Semoga akhir tahun ini pabrik khusus untuk membuat smartphone milik kami di Cikarang telah siap beroperasi. Investasi yang sudah kami gelontorkan untuk pabrik tersebut sekitar US$ 1 juta dengan kapasitas produksi sekitar 200 ribu ponsel setiap bulan," tandas ZZ.
Penduduk di Negara Ini Masih Doyan Ponsel Jadul
Afrika Selatan bisa dibilang satu-satunya negara yang memperlihatkan angka penetrasi yang baik untuk ponsel fitur.
Diperbarui 29 Agu 2014, 10:14 WIBDiterbitkan 29 Agu 2014, 10:14 WIB
Ponsel di era 90-an dan awal 2000-an memang masih lebih mengandalkan keunikan desain sebagai modal utama penarik minat konsumen. ... Selengkapnya
Advertisement
Video Pilihan Hari Ini
Produksi Liputan6.com
powered by
POPULER
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Berita Terbaru
Respons Kemlu RI Soal Penerapan Tarif Resiprokal AS yang Diterapkan Donald Trump Termasuk ke Indonesia
Strategi Indonesia Hadapi Kebijakan Tarif Resiprokal Amerika Serikat
Timnas Indonesia Cetak Sejarah di Ranking FIFA usai Kualifikasi Piala Dunia 2026
PKB: Tarif AS Alarm Serius, Pemerintah Harus Respons dengan Berani
10 Cara Memaafkan Orang yang Sulit Dimaafkan, Move On dari Rasa Sakit
Angkot Tak Beroperasi hingga 7 April 2025 Saat Libur Lebaran, Jalur Puncak Bogor Lancar Tanpa Hambatan
Hongaria Nyatakan Keluar dari ICC Saat PM Israel Kunjungi Budapest
Kapolres Bandara Soetta Patroli Saat Arus Balik Lebaran 2025
Tips Cerdas Menghadapi Pria yang Suka Love Bombing, Jangan Sampai Tertipu
Klub Liga Italia Bologna Tertarik Gaet Dua Bek Timnas Indonesia
Nintendo Switch 2 Rilis Juni 2025, Intip Bocoran Spesifikasi dan Harganya
6 Peristiwa Penting di Bulan Syawal dalam Sejarah Islam, Penuh Peristiwa Penting dan Berkah