Ortu Milenial dan Gen Z Makin Incar Sekolah Swasta, Apa Alasannya?

Salah satu faktor utama yang mendorong pergeseran ini adalah kebijakan sistem zonasi di sekolah negeri serta keinginan orangtua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih sesuai dengan karakter anak.

oleh Pipit Ika Ramadhani Diperbarui 15 Feb 2025, 09:40 WIB
Diterbitkan 15 Feb 2025, 09:40 WIB
Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Ajaran 2020/2021 Sesuai Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 (Foto: Istimewa)
Tren memilih sekolah untuk anak telah mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. (Foto: Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Tren memilih sekolah untuk anak telah mengalami pergeseran signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika dahulu sekolah negeri unggulan menjadi rebutan, kini banyak orangtua milenial dan gen Z lebih memilih sekolah swasta sebagai opsi utama.

Salah satu faktor utama yang mendorong pergeseran ini adalah kebijakan sistem zonasi di sekolah negeri serta keinginan orangtua untuk mendapatkan pendidikan yang lebih sesuai dengan karakter anak.

Pakar Pendidikan, Monic Christian mengatakan, salah satu alasan banyak orangtua beralih ke sekolah swasta adalah kebijakan zonasi.

Kebijakan zonasi yang diterapkan pemerintah bertujuan untuk pemerataan pendidikan, di mana penerimaan siswa sekolah negeri tidak lagi berdasarkan seleksi akademik, melainkan berdasarkan lokasi tempat tinggal serta kuota tertentu bagi anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi.

Meskipun memiliki niat baik, dalam pelaksanaannya kebijakan ini justru membuat lingkungan belajar di sekolah negeri menjadi lebih heterogen.

"Anak-anak dengan potensi akademik tinggi bisa kehilangan motivasi karena pembelajaran menjadi lebih lambat, sementara anak-anak yang membutuhkan lebih banyak bantuan juga kesulitan mengikuti. Akibatnya, banyak orang tua yang merasa sekolah swasta lebih bisa mengakomodasi kebutuhan akademik dan perkembangan anak mereka,” kata Monic, dikutip dari tayangan Mom on Duty Liputan6, Jumat (14/2/2025).

Tren Pendidikan yang Dicari Orangtua

Selain faktor zonasi, orang tua Milenial dan Gen Z kini juga lebih mempertimbangkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat anak.

Namun, tren ini juga diiringi oleh fenomena FOMO (Fear of Missing Out), di mana banyak orangtua ingin anak mereka masuk ke sekolah yang dianggap bergengsi, seperti Sekolah Penggerak Kurikulum (SPK) atau sekolah berbasis internasional, tanpa mempertimbangkan apakah sekolah tersebut benar-benar cocok untuk anak mereka.

“Sekolah terbaik bukan hanya soal kurikulum, tetapi tentang kecocokan antara metode pengajaran dan karakter anak. Anak dan sekolah itu ibarat benih dan tanah—harus sesuai agar bisa tumbuh dengan baik,” kata Monic.

 

Akses Lebih Mudah

Akses Lebih Mudah

Ilustrasi siswa, pelajar, murid SMA, anak sekolah
Ilustrasi siswa, pelajar, murid SMA, anak sekolah. (Photo by Ed Us on Unsplash)... Selengkapnya

Merujuk berbagai sumber lain, alasan orangtua menyekolahkan anaknya di sekolah swasta atau berbasis bahasa inggris atau internasional, adalah akses yang lebih mudah ke universitas luar negeri. Banyak sekolah swasta internasional menawarkan kurikulum seperti Cambridge, IB (International Baccalaureate), atau kurikulum nasional dengan muatan bilingual.

Dengan lingkungan belajar yang berbahasa Inggris, siswa lebih siap menghadapi ujian internasional dan seleksi universitas di luar negeri. Di samping itu, Bahasa Inggris kini menjadi bahasa utama di dunia kerja, terutama di sektor teknologi, bisnis, dan industri kreatif. Generasi muda yang menguasai bahasa Inggris dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk bekerja di perusahaan multinasional atau menjalankan bisnis yang berorientasi global.

Sekolah swasta berbahasa Inggris sering kali menawarkan fasilitas dan metode pembelajaran yang lebih inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pendekatan yang menekankan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi.

 

Koneksi dengan Jaringan Internasional

Dengan bersekolah di institusi yang memiliki koneksi global, siswa memiliki kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan teman-teman dari berbagai negara, baik melalui program pertukaran pelajar maupun kompetisi akademik internasional. Ini memberikan perspektif yang lebih luas dan mempersiapkan mereka untuk menjadi warga dunia.

Jika dulu orangtua lebih mengutamakan sekolah negeri dengan kurikulum nasional, kini banyak yang sadar penguasaan bahasa Inggris sejak dini adalah investasi penting bagi masa depan anak-anak mereka. Mereka rela mengeluarkan biaya lebih untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih baik.

Dengan meningkatnya permintaan, sekolah-sekolah swasta yang menawarkan pendidikan berbahasa Inggris pun semakin berkembang di berbagai kota di Indonesia. Tren ini menunjukkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z semakin sadar akan pentingnya pendidikan yang berorientasi global dan siap menghadapi tantangan di era digital.

 

 

Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya