Liputan6.com, Jakarta Sutradara film No Other Land yakni, Hamdan Ballal bebas setelah dianiaya warga Israel di Tepi Barat kemudian ditangkap militer negara tersebut, Senin (24/3/2025). Ia menghirup udara segar keesokan harinya.
Setelah bebas, Hamdan Ballal yang mengantar No Other Land menang Piala Oscar Film Dokumenter Terbak tahun ini membeberkan, dua tentara Israel mengepung ketika pemukim menyerang dengan memukul kepalanya.
Baca Juga
“Semuanya dimulai sekitar pukul 6 sore pada Senin. Kami menyelesaikan puasa di Susya, di Masafer Yatta, selatan Hebron. Seseorang menelepon saya, mengatakan para pemukim telah memasuki desa kami,” kata Hamdan Ballal.
Advertisement
Insiden ini membuat No Other Land yang memotret perjuangan rakyat Palestina kembali dibahas publik. Laporan khas Showbiz Liputan6.com kali ini merangkum 6 fakta film No Other Land yang segera tayang di Indonesia.
1. Puluhan Warga Makin Agresif
The Guardian pada Rabu (26/3/2025) mengabarkan, beberapa saat setelah Hamdan Ballal menerima telepon, situasi memburuk. Warga bersenjatakan tongkat hingga pisau berdatangan. Bahkan, satu orang memegang senapan M16.
“Saya mengambil tiga atau empat foto, kemudian menyadari situasinya memburuk. Ada puluhan pemukim, dan mereka makin agresif,” akunya. Sejumlah warga yang bertopeng mulai menyerang penduduk Palestina termasuk sekelompok aktivis Yahudi.
Advertisement
2. Kunci Rumah dan Jangan Keluar!
Aktivis di Center for Jewish Nonviolence, Josh Kimelman, menjelaskan, bahwa warga yang beringas mulai memecahkan jendela mobil dan mengoyak ban. Saat konflik horizontal meruncing, Hamdan Ballal kepikiran keluarganya di rumah.
“Saat itu, saya memikirkan keluarga saya di rumah,” kata Hamdan Ballal. ‘‘Saya berlari dan memberi tahu istri saya, ‘Kunci rumah dan jangan keluar rumah.’ Mereka bisa menyerang saya, tapi dengan melakukan itu mereka tidak akan menyakiti keluarga saya,” imbuhnya.
3. Sungguh Saya Takut!
Dalam wawancara bersama ABC News yang dipublikasikan pada 26 Maret 2025, Hamdan Ballal mengaku ketakutan setelah dianiaya sejumlah warga Israel. Sebagai manusia, ia merasa maut tinggal sejengkal datang menjemput.
“Saya takut,” cetus Hamdan Ballal. “Sungguh, saya takut. Saya merasa, saat mereka menyerang, saya akan kehilangan nyawa,” ia menyambung. Hamdan Ballal mengaku dipukuli warga di rumahnya hingga memar dan berlumur darah.
Advertisement
4. Diserang 15 Hingga 20 Menit
Kepada ABC News, pekan ini, Hamdan Ballal mengaku berupaya menghalangi warga yang hendak masuk ke rumahnya. Saat itulah ia diserang. Sejumlah pria memukuli kepala dan tubuhnya. Bahkan ada memukul Hamdan Ballal dengan senjata.
"Itu serangan yang sangat, sangat keras,” keluh Hamdan Ballal. “Karena serangan ini sangat keras, saya berdarah di mana-mana. Saya menangis dalam hati. Sakit di seluruh tubuh. Jadi, mereka terus menyerang saya selama 15 hingga 20 menit,” ujarnya.
5. No Other Land Makin Dibicarakan
Dampak serangan ini tak main-main. No Other Land yang menang Film Dokumenter Terbaik di Oscar 2025 kembali dibicarakan. No Other Land adalah hasil kolaborasi aktivis dan jurnalis Palestina serta Israel yakni Basel Adra, Hamdan Ballal, Yuval Abraham, dan Rachel Szor.
Film ini memotret kehidupan di Tepi Barat, yang menghadapi ancaman penggusuran oleh otoritas Israel. Penonton diajak melihat perjuangan rakyat Palestina mempertahankan Tanah Air. Dunia terperenyak atas keberanian 4 sineas tersebut dalam menyuarakan pesan damai.
Advertisement
6. Bakal Tayang Resmi di Indonesia
Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Kamis (27/4/2025), No Other Land terkonfirmasi bakal tayang di Indonesia. Bukan di bioskop melainkan layanan streaming KlikFilm mulai 1 April 2025, bertepatan dengan Idulfitri 2025.
“Penayangan No Other Land di Indonesia diharapkan memberi pemahaman lebih dalam soal situasi di Palestina dan mendorong solidaritas global terhadap perjuangan rakyat di Masafer Yatta dan sekitarnya,” Direktur KlikFilm Frederica, memaparkan.
