Liputan6.com, Jakarta Bagi pecinta hewan peliharaan, meninggalkan mereka saat mudik bisa menjadi dilema besar. Bagaimana memastikan mereka tetap aman, sehat, dan nyaman selama ditinggal? Salah satu ketakutan terbesar para pemilik hewan adalah apakah hewan kesayangan mereka akan tetap baik-baik saja selama ditinggalkan.
Namun, dengan persiapan yang matang dan metode yang tepat, kucing, ikan channa, dan burung dara tetap bisa terawat meskipun pemiliknya sedang bepergian dalam waktu lama. Beberapa pemilik berbagi pengalaman dan tips mereka agar hewan kesayangan tetap sehat dan aman selama mereka mudik.
Baca Juga
Bagi pemilik kucing, meninggalkan mereka sendirian di rumah selama berhari-hari bukanlah pilihan yang bijak. Kucing bisa merasa stres, kekurangan makanan, atau bahkan mengalami kejadian tak terduga yang membahayakan mereka. Itulah mengapa banyak pemilik memilih menitipkan kucing mereka di klinik hewan (vet) selama mudik.
Advertisement
“Saya nggak pernah meninggalkan anabul sendirian di rumah berhari-hari, pasti akan dititipkan ke vet. Kalaupun ditinggal seharian, makanan dan minuman harus tersedia banyak untuk antisipasi jika pulang tidak sesuai jadwal,” ujar Yoga, seorang pemilik kucing asal Bekasi kepada Liputan6.com, Kamis (27/3/2025)..
Menitipkan kucing ke vet menjadi solusi terbaik agar mereka tetap terawat. Sebelum menitipkan, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Kucing harus dalam kondisi sehat karena beberapa klinik menetapkan syarat bahwa hewan yang dititipkan harus bebas dari penyakit. Pemilik juga disarankan membawa makanan sendiri agar kucing lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
Tak hanya itu, pemilik juga harus memilih tempat penitipan dengan cermat. “Saya selalu melihat review vet dulu di Google, lalu melakukan survei langsung ke lokasi. Saya tanya-tanya soal fasilitasnya, kebersihan kandang, dan bagaimana mereka merawat kucing yang dititipkan,” tambahnya.
Jika hanya pergi dalam waktu singkat, kucing masih bisa ditinggal di rumah dengan persiapan yang matang. “Kalau bepergian jauh, saya lebih memilih menitipkan kucing di vet. Tapi kalau cuma perjalanan pendek, cukup bawa litterbox, makanan, dan bantal untuk tidurnya di mobil,” ujar Yoga.
Membawa Kucin dalam Perjalanan
Bagi yang membawa kucing dalam perjalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mereka tetap nyaman. Litterbox harus selalu tersedia agar kucing bisa buang air dengan nyaman. Selain itu, siapkan juga kain atau bantal sebagai alas tidur karena kucing cenderung lebih banyak tidur saat berada di mobil.
“Kalau kucing buang air di litterbox, kotorannya harus langsung dibuang karena mobil ber-AC dan nggak bisa buka jendela. Sejauh ini saya pernah membawa kucing selama 5–8 jam perjalanan, dan mereka tetap tenang, tidak ada reaksi apapun,” tambahnya.
Banyak pemilik lebih memilih menitipkan kucing mereka di vet dibandingkan membawa mereka dalam perjalanan jauh atau meninggalkan mereka sendirian di rumah dalam waktu lama. Hal ini demi kenyamanan dan keamanan hewan kesayangan mereka.
Advertisement
Ikan Channa: Bisa Bertahan 12 Hari Tanpa Makan, Ini Rahasianya!
Berbeda dengan kucing yang butuh perhatian lebih, ikan channa memiliki daya tahan luar biasa dan bisa bertahan lama tanpa makan. Para penghobi ikan channa biasanya sudah melatih ikan mereka untuk berpuasa secara berkala, biasanya selama 3–4 hari sebelum diberi makan kembali. Dengan latihan tersebut, ikan channa dapat bertahan hingga 12 hari tanpa makanan saat pemiliknya mudik.
“Selama saya mudik, ikan channa saya bisa bertahan sampai 12 hari tanpa makan. Itu karena saya sudah sering melatih mereka berpuasa 3 sampai 4 hari sekali,” kata Tony, seorang penghobi ikan channa.
Sebelum berangkat, beberapa langkah perawatan harus dilakukan agar ikan tetap sehat. Air akuarium diganti dengan yang baru agar tetap bersih, bioform dibersihkan untuk mencegah penumpukan kotoran, dan lingkungan akuatik dipastikan tetap stabil.
“Mereka semua punya daya tahan tubuh yang cukup kuat selama perawatannya benar,” tambah Tony.
Jenis makanan ikan channa cukup beragam, mulai dari katak, mogot, cacing sutra, hingga pelet racikan khusus. Untuk melatih mentalnya, ulat Hongkong dan katak diberikan seminggu sekali, sementara pelet diberikan setiap 4 hari sekali dalam jumlah 4–6 butir.
“Ikan channa itu di alam liar bisa bertahan hidup di lumpur kalau sungai atau sawahnya kering. Jadi, kalau sudah dilatih berpuasa dan air tetap bersih, mereka aman ditinggal lama,” ungkapnya.
Burung Dara: Bisa Ditinggal Seminggu, Pasti Pulang Sendiri!
Bagi pemilik burung dara, meninggalkan mereka saat mudik bukanlah masalah besar. Burung dara memiliki daya tahan hidup yang kuat dan bahkan bisa mencari makanan sendiri di lingkungan sekitar.
“Burung dara saya biasanya bisa nggak pulang semingguan lebih. Soalnya mereka bisa cari makan sendiri di sekitar rumah atau kebun,” ujar Asep, Warga Bogor yang gemar memelihara burung dara.
Sebelum berangkat, pakan burung biasanya diperbanyak hingga dua kali lipat dari jumlah biasanya, dan air minum ditambah hingga tiga kali lipat lebih banyak. Dengan persiapan ini, burung tetap memiliki cukup asupan meskipun pemiliknya pergi dalam waktu lama.
“Saya biasanya buka pintu kandangnya sebelum mudik. Nanti mereka bakal tetap pulang karena burung dara itu setia sama pasangannya,” lanjutnya.
Menariknya, banyak pemilik burung dara mengalami fenomena unik, di mana burung mereka kembali dengan burung lain. “Paling lama seminggu baru pulang. Tapi kadang-kadang pas balik malah bawa teman baru. Nggak tahu itu burung dara siapa, tiba-tiba jadi tambah banyak,” katanya sambil tertawa.
Burung dara memiliki naluri pulang yang sangat kuat. Bahkan jika dilepas selama seminggu, mereka tetap akan kembali ke kandangnya untuk makan dan berkumpul dengan pasangannya.
Advertisement
