Liputan6.com, Jakarta - Peneliti dari Center for Sharia Economics Development (CSED) Institute for Development of Economics & Finance (INDEF), Murniati Mukhlisin, mengungkapkan bahwa bullion (emas) memiliki empat keunggulan sebagai instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah.
Keunggulan ini menjadikan emas bullion sebagai pilihan menarik bagi investor yang ingin menghindari pelanggaran terhadap hukum ekonomi Islam.
Advertisement
Baca Juga
Adapun keunggulan pertama, emas bullion memiliki nilai intrinsik yang sangat dihargai, baik dalam ekonomi konvensional maupun dalam perspektif syariah.
Advertisement
"Keunggulan emas bullion ini adalah penilaian intrinsik dan diakui Islam," kata Murniati dalam diskuis Indef Terkiat Bullion Bank, Rabu (26/2/2025).
Kata Murniati, emas sebagai logam mulia telah lama diakui dalam Islam sebagai alat tukar yang sah dan nilai yang stabil.
Karena tidak tergantung pada kebijakan pemerintah atau lembaga keuangan lainnya, emas memiliki nilai yang tetap dan diakui oleh umat Islam sebagai instrumen yang sesuai dengan prinsip muamalah Islami.
Kedua, salah satu keunggulan emas adalah kemampuannya untuk bertahan terhadap fluktuasi ekonomi global. Emas tidak terpengaruh oleh inflasi, fluktuasi mata uang, atau perubahan harga minyak yang seringkali mempengaruhi instrumen investasi lainnya.
Oleh karena itu, emas dapat menjadi pelindung nilai yang aman dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dan politik global.
"(Emas) tidak terpengaruh oleh inflasi, fluktuasi mata uang dan harga minyak, sesuai dengan prinsip muamala islami dan memang ini secara basic, tapi pastinya ada kaitannya nanti dengan inflasi, harga minyak dan sebagainya," ujarnya.
Keunggulan Lainnya
Ketiga, emas bullion sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip muamalah Islam, yang mengharuskan setiap transaksi ekonomi dilakukan dengan cara yang adil dan transparan.
Dalam Islam, transaksi yang melibatkan ketidakpastian atau unsur riba (bunga) dianggap tidak sah. Emas, sebagai komoditas fisik yang tidak terikat oleh riba, memenuhi kriteria ini dan memberikan kenyamanan bagi para investor yang menginginkan kepastian dalam investasi mereka.
Meskipun investasi emas bullion dianggap aman dan memiliki risiko yang relatif minimal, investor tidak akan memperoleh pendapatan pasif dalam jangka pendek.
Berbeda dengan investasi di sektor riil, seperti properti atau bisnis yang menghasilkan pendapatan pasif, emas bullion tidak memberikan arus kas tetap.
Oleh karena itu, bagi investor yang mencari pendapatan pasif secara rutin, emas mungkin bukan pilihan yang ideal dalam jangka waktu dekat. Namun, untuk tujuan lindung nilai dan akumulasi kekayaan dalam jangka panjang, emas tetap menjadi pilihan yang menguntungkan.
"Jadi, beda dengan misalnya ketika berinvestasi di sektor riil, itu akan mendapatkan pendapatan pasif, ataupun investasi di rumah, rumah kos-kosan, rumah sewa, itu akan mendapatkan pendapatan pasif," katanya.
Keunggulan keempat, emas dapat diwariskan sebagai warisan keluarga sesuai syariah dan paling diminati.
"Tentunya kalau bisa juga nanti untuk persiapan harta waris untuk ahli waris, itu juga bisa dengan berbentuk emas," pungkasnya.
Advertisement
Bank Emas di Indonesia diresmikan Presiden Prabowo
Indonesia memiliki bank emas atau bullion bank pertama. Presiden Prabowo Subianto mengumumkan peluncuran bank emas pada 26 Februari 2025.
Langkah ini bertujuan mencegah emas hasil tambang Indonesia mengalir ke luar negeri dan mendorong investasi emas dalam negeri. PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) ditunjuk sebagai pelopor dalam menjalankan usaha bank emas ini. Demikian mengutip berbagai sumber, Rabu (26/2/2025).
Selama ini, sebagian besar emas Indonesia diekspor dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah rendah. Dengan bank emas, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan nilai tambah sumber daya emas, baik dari hasil tambang maupun stok emas masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan hilirisasi dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah.
Kehadiran bank emas ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah dan aman bagi masyarakat untuk berinvestasi emas.
Masyarakat dapat menabung emas dengan lebih terjangkau dan terlindungi, serta mendapatkan edukasi tentang investasi emas yang aman dan menguntungkan. Transparansi dan keamanan transaksi emas juga akan meningkat berkat sistem penyimpanan yang terjamin dan terstandarisasi.
