Liputan6.com, Jakarta PT Pegadaian kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menyelenggarakan Bimbingan Teknis dan Uji Kompetensi Fasilitator Pertanian The Gade Integrated Farming yang berkolaborasi dengan Universitas Jendral Soedirman, LSPPO, dan Intani berlangsung pada 13–16 Februari 2025 di The Rich Jogja Hotel, Yogyakarta.
Program ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pemberdayaan bagi kelompok tani di daerah dengan berbagai komoditas unggulan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, para petani diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, pengetahuan, serta daya saing dalam bidang pertanian.
Advertisement
Baca Juga
Selain sesi bimbingan teknis dan uji kompetensi, para peserta juga akan mengikuti kunjungan ke berbagai lokasi pertanian inovatif, seperti Tani Organik Merapi dan PT Indoraya Mitra Persada 168, guna memperdalam pemahaman mereka terkait pertanian organik dan bioteknologi pertanian.
Advertisement
Peserta yang hadir dalam kegiatan ini meliputi fasilitator dan pendamping kegiatan pertanian, petani binaan TJSL PT Pegadaian, serta tamu undangan dari berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor pertanian.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani sehingga mereka dapat mengadopsi teknologi serta inovasi terkini dalam pertanian yang berkelanjutan,” ujar Kepala Divisi ESG PT Pegadaian, Rully Yusuf.
The Gade Integrated Farming The Gade Integrated Farming adalah program inisiatif dari PT Pegadaian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui berbagai pelatihan, pendampingan, serta pengenalan teknologi pertanian berkelanjutan. Program ini sejalan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan komunitas pertanian lokal.
Dapat Tugas Impor 100 Ribu Ton Daging Kerbau, ID Food Masih Negosiasi Harga
Sebelumnya, Holding BUMN Pangan, PT Rajawali Nusantara Indonesia atau ID Food telah mendapatkan mandat untuk impor 100 ribu ton daging kerbau dari India. Namun, hal itu belum dilakukan lantaran belum menemui kecocokan harga.
Direktur Utama ID Food, Sis Apik Wijayanto mengatakan telah ada penugasan itu dari pemerintah. Dia juga masih melakukan negosiasi lantaran harga yang ditawarkan dari India terbilang mahal.
"Jadi, kami sudah menerima (penugasan) itu, namun kemudian, ya kami juga sedang melakukan negosiasi harga," kata Sis Apik dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (17/2/2025).
Dia mengatakan, proses negosiasi itu turut dilakukan bersama Kementerian Pertanian. Harapannya, ada solusi dalam negosiasi antarpemerintah kedua negara (government to government/GtoG).
"Harapannya dengan negosiasi ini, dibantu oleh Kementerian Pertanian, secara GtoG, harapannya bisa menurunkan harga," ungkapnya.
Kepastian harga dalam impor itu, kata Sis Apik, agar bisa menjual daging kerbau sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp 80.000 per kilogram. Dia berharap tindakan itu bisa dilakukan sesegera mungkin.
"Kita juga bertahap untuk melakukan importasi ini dalam waktu dekat ya, tapi paling tidak, jangan sampai harganya di atas HET," tuturnya.
Advertisement
Stok Aman
Meski belum ada tambahan dari impor, Sis Apik memastikan stok daging kerbau di Indonesia masih aman. Terutama untuk menghadapi bulan puasa ramadan dan lebaran Idul Fitri.
Dia mencatat, ID Food menguasai 9 ribu ton daging kerbau dan Perum Bulog memiliki 10 ribu ton daging kerbau. Jumlah itu terbilang cukup mengingat konsumsi daging kerbau nasional hanya 10 ribu ton per bulan.
"Nah ini kami sudah punya 19 ribu ton jika dari ID Food dan Bulog," ucap dia.
Penugasan Impor
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) resmi menugaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan untuk mengimpor 100 ribu ton daging sapi dan 100 ribu ton daging kerbau guna menjaga ketersediaan stok di dalam negeri.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) terkait Penetapan Perubahan Neraca Komoditas Pangan Tahun 2025 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (5/2), pemerintah juga menetapkan kuota impor daging sapi bagi pelaku usaha umum sebesar 80 ribu ton.
