Liputan6.com, Jakarta PT Berdikari sebagai bagian dari BUMN Pangan turut serta dalam Operasi Pasar Murah (OPM) jelang Ramadan dan Idul Fitri 2025. Dengan menyediakan harga daging kerbau di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Program OPM ini turut melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Satgas Pangan.
Advertisement
Baca Juga
Berdikari bersama jaringan BUMN Pangan, asosiasi petani, dan pengusaha komoditas menyediakan harga daging kerbau beku senilai Rp 75.000 per kg. Lebih rendah dari HET Rp 80.000 per kg dan lebih murah dibandingkan harga di Malaysia.
Advertisement
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan, ketahanan pangan nasional tetap terjaga meski negara lain mengalami krisis.
"Kita patut bersyukur karena kita telah mempersiapkan diri dan bergerak cepat. Di saat negara lain mengalami krisis pangan, kita punya cadangan beras yang kuat. Bahkan parlemen Malaysia minta Kementerian Pertanian Malaysia belajar ke Indonesia," ujar Mentan dalam keterangan tertulis, Kamis (27/2/2025).
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menambahkan, OPM ini dilakukan di 514 kabupaten/kota di 38 provinsi secara serentak. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk BUMN Pangan.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Ada peternak layer nasional, RNI, Bulog, Berdikari, PPI bersama Badan Pangan Nasional yang menyiapkan ini semua," kata Arief.
Pangan Nasional
Sekretaris Perusahaan PT Berdikari, AS Hasbi Al-Islahi, turut menegaskan komitmen Berdikari dalam mendukungketahanan pangan nasional. Guna mengimplementasikan asta cita program Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ketahanan pangan nasional yang berkeadilan.
"Hal ini untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau. Kami terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan operasi pasar ini berjalan dengan optimal dan tepat sasaran," ungkapnya.
Untuk memperluas cakupan OPM, pemerintah juga menggandeng PT Pos Indonesia serta memanfaatkan jaringan BUMN Pangan dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di berbagai daerah.
OPM yang berlangsung 24 Februari-28 Maret 2025 ini telah berjalan di 215 Pulau Jawa dan 110 di luar Pulau Jawa, dengan target ekspansi ke 4.500 gerai. "Sinergi antara pemerintah dan BUMN Pangan diharapkan dapat meredam lonjakan harga pangan Ramadan dan memastikan distribusi yang merata di seluruh Indonesia," pungkas Hasbi.
Â
Domba Hasil Kawin Silang
Dalam rangka mengawal program swasembada pangan, Berdikari juga telah berinovasi melalui panen 41 Domba Garut Dorper Commercial Cross (GDCC) F2. General Manager Corporate Strategy & Digital Transformation PT Berdikari Teddy Margamulia, mengatakan, panen perdana ini berkolaborasi dengan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran (Unpad).
"Pentingnya sinergi industri dan akademisi untuk mendorong kemajuan industri pangan di Indonesia, khususnya peternakan. Kerja sama PT Berdikari bersama Fapet Unpad ini merupakan awal untuk pengembangan dan riset dalam bidang pangan lainnya," ujar Teddy beberapa waktu lalu.
Sementara General Manager Bisnis Ruminansia PT Berdikari Akhmad Johari menilai, domba GDCC F2 dapat meningkatkan kualitas ternak lokal. Sehingga mampu mendukung peternakan domba nasional.
"Dengan panen ini, diharapkan bahwa genetik ternak lokal dapat bersaing dan mendukung peternakan domba nasional. Bahkan nantinya dapat memenuhi permintaan pasar global," jelas Johari.
Â
Advertisement
Lebih Tahan Penyakit
Sedangkan Manager Business Development & Subsidiary PT Berdikari, Ady Wibowo menyebut, panen GDCC menjadi solusi bagi perseroan menjaga ketahanan pangan nasional.
"Panen perdana GDCC ini membuktikan dedikasi PT Berdikari dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk ketahanan pangan nasional dan meningkatkan daya saing industri peternakan Indonesia," ungkapnya.
Adapun domba GDCC merupakan hasil persilangan antara domba Garut betina dengan domba dor perjantan. Memiliki keunggulan berupa domba yang lebih tahan terhadap penyakit dan pertumbuhan bobot yang tinggi.
Hasil panen domba ini memiliki value yang lebih tinggi, jika dibanding dengan domba biasa tanpa persilangan. Hasil panen GDCC ini diharapkan menjadi solusi bagi pemenuhan kebutuhan daging domba dalam negeri, peningkatan kualitas genetik ternak, serta inovasi dalam manajemen reproduksi domba di Indonesia.
