Waspada Modus Penipuan Online yang Incar Data Pribadi

Kenali berbagai modus penipuan online seperti phishing, telepon palsu, dan situs palsu yang mengincar data pribadi Anda dan langkah-langkah pencegahannya.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono Diperbarui 06 Apr 2025, 09:00 WIB
Diterbitkan 06 Apr 2025, 09:00 WIB
Awas, Penipuan Mengatasnamakan Bank
Ilustrasi kejahatan siber... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta- Di era digital saat ini, kejahatan siber semakin canggih dan mengincar data pribadi kita. Penipuan online, dengan berbagai modusnya, mengancam keamanan informasi dan keuangan. Mulai dari email phishing yang tampak meyakinkan hingga telepon palsu yang mengelabui korbannya, penting bagi kita untuk waspada dan memahami bagaimana melindungi diri.

Modus penipuan ini merugikan banyak orang, menyebabkan kerugian finansial dan kerusakan reputasi. Korban seringkali tidak menyadari telah menjadi target hingga data pribadi mereka telah disalahgunakan. Oleh karena itu, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang modus penipuan online sangat penting untuk mencegahnya.

Modus Penipuan Online yang Harus Diwaspadai

Berbagai modus penipuan online terus berkembang dan menjadi semakin halus. Berikut beberapa modus yang perlu diwaspadai:

  • Phishing: Penipuan ini seringkali dilakukan melalui email, SMS, atau pesan instan yang tampak berasal dari lembaga resmi. Pesan tersebut biasanya berisi tautan palsu yang mengarahkan ke situs tiruan untuk mencuri informasi pribadi seperti username, password, dan nomor kartu kredit. Contohnya, email yang mengaku dari bank Anda dan meminta Anda untuk mengklik tautan untuk memverifikasi akun.
  • Telepon Palsu: Penipu menelepon mengaku sebagai petugas resmi dan meminta informasi pribadi dengan berbagai dalih. Mereka mungkin meminta data pribadi Anda dengan alasan verifikasi data, pembaruan informasi, atau masalah keamanan akun. Jangan pernah memberikan informasi pribadi melalui telepon kecuali Anda yakin dengan identitas penelepon dan telah menghubungi lembaga terkait secara langsung.
  • Situs Palsu: Penipu membuat situs web tiruan yang mirip dengan situs resmi lembaga atau perusahaan. Korban yang tidak waspada akan memasukkan data pribadi mereka ke situs palsu tersebut. Selalu periksa alamat website dengan teliti sebelum memasukkan data pribadi Anda. Pastikan alamat website benar dan aman (menggunakan HTTPS).
  • Penipuan Menggunakan Surat Palsu: Modus ini melibatkan pengiriman surat resmi palsu yang terlihat meyakinkan. Surat tersebut mungkin meminta pembayaran, pengisian data, atau tindakan lain yang sebenarnya bertujuan untuk mencuri identitas. Waspadai surat yang meminta informasi pribadi atau pembayaran tanpa konfirmasi sebelumnya.
  • Wi-Fi Publik dan Malware: Menggunakan jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman dapat membuat perangkat Anda rentan terhadap serangan malware. Malware dapat mencuri data pribadi Anda tanpa sepengetahuan Anda. Gunakan VPN (Virtual Private Network) saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik untuk melindungi data Anda.
  • Social Engineering: Ini adalah manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi rahasia. Penipu menggunakan taktik persuasif untuk membuat korban memberikan informasi pribadi secara sukarela. Mereka mungkin menyamar sebagai teman, keluarga, atau petugas resmi. Berhati-hatilah terhadap permintaan informasi yang tidak biasa atau mencurigakan.
  • SIM Swap: Modus ini melibatkan pergantian kartu SIM korban tanpa sepengetahuan mereka. Penipu kemudian dapat mengakses akun online korban yang terhubung ke nomor telepon tersebut. Laporkan segera ke operator seluler jika Anda mencurigai adanya aktivitas mencurigakan pada nomor telepon Anda.
  • Scam Jual Beli Online: Penipu menawarkan barang atau jasa dengan harga yang sangat menarik, tetapi barang tersebut tidak pernah dikirim atau kualitasnya jauh berbeda dari yang dijanjikan. Hati-hati dengan penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Lakukan transaksi hanya melalui platform yang terpercaya dan aman.
  • Penipuan Investasi: Penipu menawarkan investasi palsu yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Jangan pernah berinvestasi pada sesuatu yang tidak Anda pahami sepenuhnya atau yang menjanjikan keuntungan yang tidak realistis.
  • Penipuan Lotere dan Hadiah: Penipu mengklaim bahwa Anda memenangkan hadiah atau lotere palsu dan meminta informasi pribadi atau uang untuk 'mengklaim' hadiah tersebut. Jangan pernah menanggapi pesan yang mengklaim Anda memenangkan hadiah atau lotere tanpa partisipasi sebelumnya.

Cara Menghindari Penipuan Online

Untuk melindungi diri dari penipuan online, berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:

  • Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun online Anda.
  • Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk menambahkan lapisan keamanan tambahan.
  • Perbarui perangkat lunak secara berkala untuk mendapatkan tambalan keamanan terbaru.
  • Waspadai email, pesan, dan situs web yang mencurigakan. Jangan klik tautan atau lampiran dari pengirim yang tidak dikenal.
  • Gunakan VPN saat terhubung ke jaringan Wi-Fi publik.
  • Berhati-hati dalam berbagi informasi pribadi di media sosial.
  • Laporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang atau lembaga terkait.
  • Buat cadangan data Anda secara teratur.

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya