Etika Bertamu dalam Islam yang Baik saat Lebaran, Silaturahmi Makin Berkah

Dalam Islam, bertamu tidak hanya sekadar datang dan berbincang, tetapi juga memiliki adab dan etika yang perlu diperhatikan agar silaturahmi semakin berkah dan membawa kebaikan bagi semua pihak.

oleh Edelweis Lararenjana Diperbarui 03 Apr 2025, 09:08 WIB
Diterbitkan 03 Apr 2025, 09:08 WIB
Ilustrasi Islami, keluarga muslim, silaturahmi, buka puasa
Ilustrasi Islami, keluarga muslim, silaturahmi (Image by rawpixel.com on Freepik)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Lebaran Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga. Salah satu tradisi yang tak terpisahkan dari perayaan ini adalah kegiatan saling berkunjung atau bertamu. Namun, dalam Islam, bertamu tidak hanya sekadar datang dan berbincang, tetapi juga memiliki adab dan etika yang perlu diperhatikan agar silaturahmi semakin berkah dan membawa kebaikan bagi semua pihak.

Islam mengajarkan bahwa bertamu harus dilakukan dengan cara yang sopan dan menghormati tuan rumah. Hal ini mencakup waktu yang tepat untuk berkunjung, batasan durasi bertamu, serta sikap yang harus dijaga selama berada di rumah orang lain. Dengan memahami dan menerapkan adab bertamu yang baik, kita tidak hanya menjaga hubungan baik, tetapi juga menunjukkan akhlak yang mulia sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Berikut berbagai etika bertamu dalam Islam yang perlu diterapkan saat Lebaran. Mulai dari meminta izin sebelum berkunjung, menjaga sopan santun dalam berbicara dan bersikap, hingga meninggalkan rumah tuan rumah dengan doa yang baik. Dengan mengikuti adab-adab ini, kita dapat menjadikan momen silaturahmi sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah dengan penuh keberkahan.

1. Meminta Izin Sebelum Bertamu

Saling Mengucapkan Selamat Hari Raya
Ilustrasi Silaturahmi Credit: pexels.com/mentatdgt... Selengkapnya

Dalam Islam, bertamu tidak boleh dilakukan secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan tuan rumah. Rasulullah SAW mengajarkan untuk meminta izin terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum masuk ke rumah seseorang. Jika tidak diizinkan, sebaiknya kita tidak memaksakan diri dan memahami bahwa tuan rumah mungkin memiliki kesibukan lain.

2. Datang di Waktu yang Tepat

Waktu bertamu sangat penting untuk diperhatikan, terutama saat Lebaran. Hindari datang terlalu pagi, terlalu malam, atau di waktu-waktu istirahat seperti saat makan siang. Sebaiknya, kunjungan dilakukan di waktu yang wajar agar tidak merepotkan atau mengganggu kenyamanan tuan rumah.

3. Berpakaian Rapi dan Sopan

Saat bertamu, mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan sopan menunjukkan rasa hormat kepada tuan rumah. Terlebih dalam suasana Lebaran, berpakaian yang baik juga mencerminkan kebahagiaan dan kesucian hari raya. Hindari pakaian yang terlalu mencolok atau tidak sesuai dengan norma kesopanan.

4. Memberi Salam dengan Ramah

Ketika memasuki rumah seseorang, mengucapkan salam adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Ucapan "Assalamu’alaikum" bukan hanya bentuk sapaan, tetapi juga doa keselamatan bagi tuan rumah. Salam yang diberikan dengan penuh keramahan akan menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan. 

5. Tidak Berlama-lama Bertamu

Mengenalkannya Dengan Pasanganmu
Ilustrasi silaturahmi. Credit: freepik.com... Selengkapnya

Islam mengajarkan agar tidak terlalu lama bertamu, kecuali jika memang diundang untuk tinggal lebih lama. Tuan rumah mungkin memiliki tamu lain atau keperluan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk memahami situasi dan meninggalkan rumah tuan rumah dengan kesadaran diri tanpa menunggu diusir secara halus.

6. Menjaga Perilaku dan Ucapan

Saat bertamu, penting untuk menjaga adab berbicara dan berperilaku. Hindari membahas topik sensitif, bergosip, atau menyinggung perasaan tuan rumah. Bersikap rendah hati, berbicara dengan lembut, serta menghindari kritik yang tidak perlu akan membuat suasana tetap harmonis.

7. Tidak Memeriksa atau Mengomentari Isi Rumah

Mengamati atau bahkan mengomentari kondisi rumah tuan rumah tanpa diminta merupakan sikap yang kurang sopan. Islam mengajarkan untuk menghormati privasi orang lain dan tidak bersikap kepo terhadap barang-barang atau kondisi rumah seseorang. Fokuslah pada silaturahmi, bukan pada hal-hal yang bisa membuat tuan rumah merasa tidak nyaman.

8. Mendoakan Kebaikan untuk Tuan Rumah

Sebelum berpamitan, sebaiknya kita mendoakan kebaikan bagi tuan rumah. Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengucapkan doa keberkahan seperti "Allahumma barik lahum fi rizqihim wa-ghfir lahum wa-rhamhum", yang berarti "Ya Allah, berkahilah rezeki mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka." Dengan doa ini, kunjungan yang dilakukan akan membawa keberkahan bagi kedua belah pihak.

Pertanyaan Umum Seputar Etika Bertamu dalam Islam

1. Apakah boleh bertamu tanpa memberi tahu terlebih dahulu?

Tidak dianjurkan. Islam mengajarkan untuk meminta izin sebelum bertamu agar tidak mengganggu privasi dan kenyamanan tuan rumah. Rasulullah SAW bahkan mengajarkan untuk memberi salam dan meminta izin hingga tiga kali sebelum memasuki rumah seseorang.

2. Kapan waktu yang paling baik untuk bertamu saat Lebaran?

Waktu yang baik untuk bertamu adalah setelah waktu shalat Idul Fitri dan tidak terlalu pagi atau terlalu malam. Hindari bertamu di waktu makan atau istirahat kecuali sudah ada kesepakatan dengan tuan rumah.

3. Apa yang harus dilakukan jika tuan rumah tidak bisa menerima tamu?

Jika tuan rumah tidak dapat menerima tamu, sebaiknya kita memahami dan tidak memaksakan diri. Islam mengajarkan untuk menghormati keputusan tuan rumah dan kembali di lain waktu yang lebih sesuai.

4. Bagaimana cara berpakaian yang sesuai saat bertamu?

Sebaiknya mengenakan pakaian yang bersih, rapi, dan sopan sesuai dengan norma kesopanan Islam. Hindari pakaian yang terlalu mencolok atau berlebihan agar tetap menghormati suasana silaturahmi.

5. Berapa lama waktu yang ideal untuk bertamu?

Waktu bertamu sebaiknya tidak terlalu lama, kecuali jika diundang untuk tinggal lebih lama. Jika tuan rumah terlihat sibuk atau memiliki tamu lain, sebaiknya segera berpamitan dengan cara yang sopan.

6. Apakah boleh membawa oleh-oleh saat bertamu?

Membawa oleh-oleh bukan suatu kewajiban, tetapi sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan kepada tuan rumah. Oleh-oleh bisa berupa makanan ringan, buah, atau sesuatu yang bermanfaat bagi keluarga yang dikunjungi.

7. Bagaimana jika ada perbedaan pandangan atau obrolan yang kurang nyaman saat bertamu?

Sebaiknya tetap menjaga sikap tenang dan menghindari perdebatan yang bisa merusak silaturahmi. Jika ada perbedaan pandangan, lebih baik mengalihkan pembicaraan ke topik yang lebih netral dan menyenangkan.

8. Apakah ada doa khusus ketika meninggalkan rumah tuan rumah?

Rasulullah SAW mengajarkan untuk mendoakan tuan rumah sebelum berpamitan. Salah satu doa yang dianjurkan adalah: "Allahumma barik lahum fi rizqihim wa-ghfir lahum wa-rhamhum." (Ya Allah, berkahilah rezeki mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka).

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya