Liputan6.com, Beijing - China mendesak Jepang dan Korea Selatan agar mandiri dari Barat. Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Kepala Kebijakan Luar Negeri Partai Komunis China sekaligus diplomat paling senior negara itu Wang Yi pada Senin (3/7/2023).
"Tidak peduli seberapa pirang Anda mewarnai rambut, seberapa mancung hidung Anda, Anda tidak akan pernah bisa menjadi orang Eropa atau Amerika, Anda tidak akan pernah bisa menjadi orang Barat," kata Wang Yi di hadapan delegasi Jepang dan Korea Selatan yang menghadiri Forum Internasional untuk Kerja Sama Trilateral di Qingdao seperti dilansir CNN, Rabu (5/7/2023). "Kita harus tahu di mana akar kita berada."
Baca Juga
Forum kerja sama trilateral China, Jepang, dan Korea Selatan telah digelar sejak tahun 2011.
Advertisement
Wang Yi pun mengajak Jepang dan Korea Selatan bekerja sama dengan China demi kemakmuran bersama, merevitalisasi Asia Timur, merevitalisasi Asia, dan memberi manfaat bagi dunia.
Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pidato Wang Yi pada pembukaan forum trilateral mengirim sinyal jelas tentang potensi pengelompokan kembali tiga negara.
"Dalam pidato pembukaannya, Wang Yi meminta Jepang dan Korea Selatan untuk mempromosikan nilai-nilai Asia yang inklusif, menumbuhkan rasa otonomi strategis, menjaga persatuan dan stabilitas regional, menolak kembalinya mentalitas Perang Dingin dan bebas dari perundungan serta hegemoni," ungkap Kementerian Luar Negeri China.
Mengutip pernyataan Wang Yi, Kementerian Luar Negeri China menggarisbawahi, "Nasib kawasan ini ada di tangan kita sendiri."
Jepang dan Korea Selatan Lebih Mesra dengan AS Dibanding China
Dalam beberapa tahun terakhir, alih-alih semakin dekat, hubungan China dengan Jepang dan Korea Selatan kian berjarak. Sebaliknya, relasi Jepang dan Korea Selatan dengan Amerika Serikat (AS) semakin akrab.
Semakin dekatnya Jepang dan Korea Selatan dengan AS tidak lain merupakan bagian dari upaya pemerintahan Joe Biden untuk menyatukan sekutu dan mitra dalam melawan pengaruh China yang meningkat di Pasifik. Ikatan trilateral ini kian diperkuat oleh isu keamanan yang dipicu oleh Korea Utara.
Jepang, Korea Selatan, dan AS telah menggelar latihan militer bersama tahun ini untuk meningkatkan koordinasi melawan ancaman rudal Korea Utara. Mereka juga telah mengeluarkan pernyataan bersama tentang ketegangan di Selat Taiwan – wilayah yang menurut Jepang dan Korea Selatan sangat penting bagi keamanan mereka – yang memicu kemarahan Beijing.
Dalam serangan terselubungnya ke AS, Wang Yi pada Senin menuduh kekuatan besar tertentu di luar kawasan melebih-lebihkan perbedaan ideologis untuk menabur konfrontasi dan perpecahan demi mencari keuntungan geopolitik.
"Jika tren ini dibiarkan berkembang, tidak hanya akan sangat mengganggu kelancaran kemajuan kerja sama trilateral, tetapi juga memperburuk ketegangan dan konfrontasi di kawasan," tegas Wang Yi.
Advertisement
