Liputan6.com, Beijing - Sebuah perusahaan di China dikritik usai memberlakukan sanksi ala penjara kepada karyawan yang bekerja. Mereka sama sekali dilarang menggunakan ponsel atau meninggalkan kantor.
Kontroversi tersebut baru-baru ini mencuat di media sosial China setelah Super Deer, atau Xiaolumama dalam bahasa Mandarin, sebuah perusahaan produk perawatan gigi di Hefei, provinsi Anhui di Tiongkok timur, terungkap memiliki aturan kerja yang ketat dan gaya manajemen yang keras.
Baca Juga
Menurut data perusahaan, Super Deer, yang didirikan pada tahun 2016, menguasai 75 persen pangsa pasar dalam produk benang gigi pada paruh pertama tahun 2023. Penjualan tahunannya dilaporkan mencapai 400 juta yuan.
Advertisement
Namun, salinan peraturan kantor perusahaan yang beredar daring mengungkapkan bahwa karyawan dilarang keras menggunakan ponsel atau meninggalkan tempat perusahaan selama jam kerja, dikutip dari laman SCMP, Kamis (3/4/2025).
Beberapa karyawan juga mengungkapkan bahwa mereka tidak diizinkan meninggalkan kantor bahkan selama jam istirahat makan siang dan hanya boleh duduk di meja mereka untuk memesan makanan.
Kegagalan untuk mematuhi aturan akan mengakibatkan tindakan hukuman seperti dipaksa membersihkan kantor.
Beberapa bahkan menggambarkan pengalaman kerja mereka seperti "di penjara".
Liu Chang, seorang karyawan perusahaan, mengatakan kepada Zhengzai News bahwa dia pernah ditegur oleh atasannya karena menggunakan earphone saat istirahat makan siang.
Hal ini membuatnya menggunakan jam tangan pintar untuk berkomunikasi secara diam-diam dengan keluarganya selama jam kerja.
Karyawan lain mengungkapkan tindakan yang lebih ketat dan disiplin seperti menghukum pekerja karena gagal meletakkan kursi mereka dengan benar, memberikan waktu terbatas untuk istirahat ke toilet, dan memeriksa apakah karyawan berada di meja mereka.
Selain itu, perusahaan menghadapi tuduhan lain karena menahan kontrak kerja karyawan secara ilegal, menghindari tanggung jawab asuransi sosial, dan memberhentikan karyawan secara tidak sah.
Penyelidikan Dilakukan
Pada tanggal 25 Maret 2025, Unit Pengawasan Keamanan Tenaga Kerja Hefei mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan penyelidikan.
Perusahaan belum menanggapi kontroversi tersebut.
Hou Shichao, seorang pengacara dari Kantor Hukum Hebei Chizhou, mengatakan: “Kecuali jika perusahaan dapat membenarkan tindakan pembatasan ini dengan alasan yang masuk akal seperti keselamatan atau kerahasiaan tempat kerja, kebijakan tersebut mungkin melanggar hak karyawan untuk beristirahat dan kebebasan pribadi mereka secara tidak sah.”
Insiden tersebut memicu reaksi keras di dunia maya.
“Saya pernah pergi wawancara di sana sebelumnya. Saat istirahat makan siang, saya menonton video dengan earphone dan HRD datang untuk memperingatkan saya. Pada dasarnya, bahkan saat istirahat makan siang, HRD memantau kamera pengawas perusahaan untuk menangkap orang. Itu menjijikkan,” kata seorang pengamat daring.
Yang lain berkata: “Saya tidak akan membeli apa pun dari mereka lagi.”
Sementara yang ketiga berkata: “Ini sangat tidak manusiawi, perusahaan ini harus bangkrut.”
Advertisement
