Liputan6.com, Jakarta Sebuah taman mungil seukuran koran di Kota Nagaizumi, Jepang, kini memegang Rekor Guinness sebagai taman terkecil di dunia.
Satu dekade yang lalu, Mill Ends Park di Portland, Oregon, dianggap sebagai taman terkecil di dunia. Dengan diameter hanya dua meter, taman itu cukup untuk satu pohon dan beberapa tanaman kecil.
Advertisement
Namun, taman baru di Nagaizumi jauh lebih kecil. Terletak dekat balai kota Nagaizumi, di Prefektur Shizuoka, Jepang, taman ini hanya berukuran 2,6 kaki persegi (0,24 meter persegi), seukuran halaman koran.
Advertisement
Taman ini terdiri dari sepetak rumput, dua plakat batu, serta sebuah bangku bagi pengunjung untuk duduk dan mengagumi lingkungan sekitar.
Meski telah ada sejak akhir 1980-an, taman ini baru diakui oleh Guinness sebagai taman rekreasi terkecil di dunia. Berikut ulasan lengkapnya yang telah dilansir Liputan6.com dari Odditycentral, Jumat (21/3/2025).
Mengalahkan Rekor Mill Ends Park
Menurut Shuji Koyama, kepala divisi manajemen konstruksi Kota Nagaizumi, taman tersebut dibuat pada tahun 1988 untuk memanfaatkan ruang kosong di tepi jalan.
Inspirasi muncul setelah seorang staf pemerintah mengunjungi Amerika Serikat dan melihat Mill Ends Park di Portland, Oregon, yang berdiameter 2 meter. Karena itu, mereka memutuskan untuk membuat taman yang lebih kecil lagi.
"Saat itu, seorang anggota staf pergi berlibur ke AS, dan mereka menemukan pemegang rekor sebelumnya untuk taman terkecil – Mill Ends Park di Portland, Oregon. Jadi mereka ingin membuat taman yang lebih kecil," kata Koyama.
Advertisement
Menarik Wisatawan untuk Berfoto
Warga Nagaizumi sudah lama menyebut taman ini sebagai yang terkecil di dunia, dan banyak wisatawan datang hanya untuk berfoto di sana. Bulan lalu, Guinness resmi mengukuhkan rekornya setelah melakukan pengukuran profesional.
Seorang surveyor profesional dibawa untuk mengukur area yang tepat dari taman dan memastikan bahwa taman tersebut memenuhi persyaratan prasyarat untuk diakui sebagai taman – ruang hijau di mana orang dapat beristirahat dan bersantai.
Kini, pemerintah setempat berencana merawat taman ini dengan lebih baik serta membuatnya lebih menarik untuk media sosial, agar semakin banyak wisatawan tertarik berkunjung ke kota tersebut.
"Kami ingin terus memelihara taman bersama masyarakat, serta menciptakan lanskap yang lebih ramah media sosial sehingga lebih banyak orang akan menemukan atraksi kota kami," kata Shuji Koyama.
