Sholat Qadha atau Sholat Ada', Mana yang Lebih Didahulukan?

Mengqadha sholat yang terlewat merupakan suatu kewajiban. Akan tetapi, jika sudah masuk waktu sholat selanjutnya, manakah yang harus dikerjakan terlebih dahulu?

oleh Putry Damayanty Diperbarui 04 Apr 2025, 09:30 WIB
Diterbitkan 04 Apr 2025, 09:30 WIB
tata cara sholat jamak dzuhur dan ashar
tata cara sholat jamak dzuhur dan ashar ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Sholat adalah tiang agama dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat Muslim. Setiap waktu pelaksanaannya memiliki ketentuan yang telah ditetapkan dalam syariat.

Namun, tidak jarang ada situasi tertentu di mana seseorang terlewat melaksanakan sholat pada waktunya, baik karena lupa, tertidur, atau bahkan kesibukan yang tidak bisa dihindari.

Dalam kondisi seperti ini, maka wajib hukumnya untuk mengqadha sholat sesegera mungkin. Namun, barangkali masalah prioritas antara sholat ada’ dan qadha’ ini dapat membingungkan bagi sebagian orang.

Apakah lebih baik untuk mengqadha sholat yang terlewat, atau tetap mendahulukan sholat pada waktunya? Berikut penjelasannya mengutip dari laman NU Online.

 

Saksikan Video Pilihan ini:

Perbedaan Sholat Ada’ dan Qadha

tata cara sholat qodho
tata cara sholat qodho ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya

Terkhusus untuk sholat wajib, setiap Muslim yang telah baligh wajib hukumnya menjalankan sholat lima waktu dalam sehari semalam sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Jika seseorang menjalankan sholat pada waktunya itu dinamakan ada’ (tepat waktu), dan jika seseorang menjalankan sholat di luar waktunya itu dinamakan qadha (di luar waktu sholat) seperti seseorang yang lupa melaksanakan sholat maghrib karena kesibukan atau hal lain yang membuatnya lupa, maka setelah ingat ia wajib mengqadhanya.

Contoh lain seperti seseorang yang terlelap tidur malam lalu terbangun ketika matahari telah bersinar, maka saat itu juga ia wajib mengqadanya. Sebagaimana hadis Rasulullah:

إذا نام أحدكم عن الصلاة أو نسيها فليصلها إذا ذكرها

"Jika seseorang tertidur sampai tidak melaksanakan shalat atau juga lupa, maka ketika ia ingat wajib melaksanakan saat itu juga."

Lalu bagaimana jika seseorang lupa bahwa ia belum menjalankan sholat Zuhur, dan baru teringat ketika telah masuk waktu sholat Ashar? Maka ia wajib mengqadha sholat Zuhur tersebut di waktu Ashar. Sedangkan ia juga berkewajiban menjalankan sholat Ashar pada waktunya (ada’), manakah yang harus didahulukan, sholat qadha ataukah sholat ada’?

Ketentuan Mendahulukan Sholat Qadha atau Sholat Ada'

Sholat - Vania
Ilustrasi Ramadhan/Fimela.com by Adrian Putra... Selengkapnya

Seseorang boleh memilih antara mendahulukan sholat Ashar atau sholat qadha Zuhur, dengan catatan jika ia menjalankan sholat qadha Zuhur terlebih dahulu, waktu sholat Ashar tidak dikhawatirkan terlewati, tetapi jika dikhawatirkan habisnya waktu Ashar, maka sholat ashar wajib didahulukan, seperti yang terdapat dalam kitab Tuhfatu al-Thullab karangan Imam Zakariya Al-Anshari:

يقضي الشخص ما فاته من مؤقت وجوبا في الفرض متى تذكره وقدر على فعله إلا إن خاف فوت حاضرة فيبدأ بها

"Seseorang wajib meng-qadha’ sholat (fardlu) yang telah terlewat waktunya ketika ia telah ingat dan memungkinkan untuk melaksanakannya, keuali jika dikhawatirkan terlewatinya menjalankan sholat ada’ (pada waktunya), maka ia harus mendahulukan sholat ada’ terlebih dahulu."

Hal ini memberi penjelasan tentang wajibnya mengadha sholat fardlu bagi orang yang lupa atau sedang tertidur ketika telah ingat karena keduanya tidak terkena taklif (kewajiban) dari syariat, akan tetapi seseorang boleh memilih di antara mendahulukan sholat qadha atau sholat ada’ terlebih dahulu, jika memang tidak dikhawatirkan terlewatnya waktu sholat ada’ maka sholat qadha boleh didahulukan, akan tetapi jika terdapat kekhawatiran terlewatnya waktu sholat ada’ maka sholat qadha harus diakhirkan dan mendhulukan sholat ada’.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya