Liputan6.com, Jakarta Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu kewajiban utama bagi setiap anak. Berbakti tidak hanya diwujudkan dalam sikap hormat dan patuh, tetapi juga melalui doa kedua orang tua rabbighfirli yang tulus. Islam mengajarkan bahwa doa anak yang saleh dapat menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang tua, baik saat mereka masih hidup maupun setelah mereka wafat.
Baca Juga
Advertisement
Doa kedua orang tua rabbighfirli merupakan bentuk kasih sayang dan bakti spiritual yang diajarkan langsung oleh Allah SWT. Doa ini menjadi pengingat bahwa bakti kepada orang tua (birrul walidain) bukan hanya tindakan fisik, namun juga hubungan batin yang senantiasa terjaga melalui doa.
Dengan memanjatkan doa kedua orang tua rabbighfirli, seorang anak tidak hanya memenuhi perintah Allah, tetapi juga menunjukkan rasa syukur atas jasa orang tua yang tak ternilai. Berikut doa kedua orang tua rabbighfirli yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (4/4/2025).
Doa untuk Kedua Orang Tua
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Rabbighfir li, wa li-wālidayya, warḥamhumā kamā rabbayānī ṣaghīrā.
Artinya: Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di waktu kecil.
Doa ini merupakan ungkapan bakti dan cinta seorang anak kepada orang tuanya. Di dalamnya terkandung permohonan kepada Allah SWT agar mengampuni dosa-dosa kedua orang tua dan melimpahkan rahmat serta kasih sayang kepada mereka, sebagaimana kasih sayang yang tulus dan tanpa pamrih mereka curahkan saat merawat dan membesarkan sang anak sejak kecil.
Advertisement
Perintah Berbakti kepada Orang Tua dalam Al-Qur’an
Berbakti kepada orang tua (birrul walidain) merupakan salah satu perintah paling mulia dalam ajaran Islam. Bahkan, kewajiban ini disebutkan berulang kali dalam Al-Qur’an dan langsung diperintahkan oleh Allah SWT. Kedudukannya begitu tinggi, hingga dalam beberapa ayat, ia disandingkan dengan perintah menyembah Allah SWT semata.
Dalam Surah Al-Isra ayat 23, Allah SWT menegaskan
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا٢
Artinya: Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.
Ayat ini menekankan bahwa setelah tauhid, berbakti kepada kedua orang tua adalah bentuk ibadah yang sangat utama. Bentuk baktinya pun bukan sekadar fisik, tetapi juga mencakup sikap, ucapan, dan perlakuan yang lembut. Bahkan, berkata “ah” saja kepada orang tua dilarang, apalagi membentak. Allah menginginkan agar kita memperlakukan orang tua dengan penuh hormat dan kasih sayang, terutama ketika mereka telah berusia lanjut.
Sementara dalam Surah Al-Isra ayat 24, Allah memerintahkan:
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ
Artinya: Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.’
Doa ini menggambarkan bagaimana seorang anak hendaknya senantiasa memohon rahmat Allah untuk orang tuanya, sebagai balasan atas kasih sayang dan pengorbanan mereka sejak masa kecil.
Namun, penting pula dipahami bahwa ketaatan kepada orang tua tidaklah bersifat mutlak dalam segala hal. Dalam Surah Al-Ankabut ayat 8, Allah SWT menegaskan:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًاۗ وَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَاۗ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ٨
Artinya: Kami telah mewasiatkan (kepada) manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beri tahukan kepadamu apa yang selama ini kamu kerjakan.
Ayat ini menunjukkan batasan dalam berbakti, yaitu ketika perintah orang tua bertentangan dengan prinsip tauhid dan ajaran agama. Dalam hal ini, anak tetap diwajibkan untuk bersikap baik dan sopan, namun tidak boleh menaati perintah yang mengarah pada kemaksiatan atau kesyirikan.
Allah juga mengingatkan manusia untuk bersyukur, tidak hanya kepada-Nya, tetapi juga kepada orang tua, sebagaimana dalam Surah Luqman ayat 14:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ ١
Artinya: Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali.
Ayat ini menegaskan bahwa kebaikan dan bakti kepada orang tua harus dilandasi dengan rasa syukur dan penghormatan atas jasa-jasa besar mereka, terutama ibu yang mengandung dan merawat anak dalam kondisi lemah dan penuh pengorbanan.
Dalam kesimpulannya, berbakti kepada orang tua adalah jalan menuju keridhaan Allah. Ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga perintah langsung dari Sang Pencipta yang menyimpan keberkahan dunia dan akhirat. Bahkan, sebagaimana banyak disebut dalam hadis, ridho Allah tergantung pada ridho orang tua.
Cara Berbakti kepada Kedua Orang Tua
Berbakti kepada orang tua tidak hanya menjadi kewajiban dalam agama, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam membesarkan serta mendidik anak-anaknya. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk bakti ini bisa diwujudkan melalui berbagai sikap dan tindakan yang sederhana namun bermakna.
Menurut Harjan Syuhada dan Fida' Abdilah, terdapat beberapa cara berbakti kepada orang tua yang dapat diterapkan dalam keseharian, yaitu:
1. Memperlakukan Orang Tua dengan Baik, Sopan, dan Penuh Kasih Sayang
Berbicara dengan nada lembut, bersikap santun, serta menunjukkan rasa hormat dalam setiap interaksi merupakan bagian penting dari adab kepada orang tua. Kasih sayang kepada orang tua harus terus ditunjukkan, terutama saat mereka memasuki usia senja.
2. Mematuhi Perintah Orang Tua Selama Tidak Bertentangan dengan Agama
Taat kepada orang tua adalah bentuk penghormatan, namun tetap ada batasan yang ditetapkan oleh syariat. Jika perintah orang tua bertentangan dengan ajaran Islam, maka tidak boleh diikuti. Meski demikian, tetap harus bersikap lembut dan tidak menyakiti hati mereka.
3. Mengikuti Nasihat dan Arahan Mereka
Nasihat dari orang tua lahir dari pengalaman hidup yang panjang. Menuruti dan menghargai arahan mereka menunjukkan bahwa kita menghormati pengetahuan dan kepedulian mereka. Hal ini juga mencerminkan sikap rendah hati sebagai anak.
4. Membantu Pekerjaan Sehari-hari
Salah satu bentuk konkret berbakti adalah membantu meringankan beban orang tua dalam urusan rumah tangga. Tindakan seperti membersihkan rumah, membantu memasak, atau mengurus adik bukan hanya membantu secara fisik, tetapi juga merupakan bentuk cinta dan tanggung jawab.
5. Memelihara Orang Tua di Masa Tua atau Saat Sakit
Saat orang tua sudah tidak mampu lagi merawat diri, tanggung jawab berpindah kepada anak. Merawat orang tua dengan sabar dan penuh kasih sayang adalah bentuk bakti tertinggi, terutama di masa ketika mereka membutuhkan perhatian dan dukungan emosional.
Advertisement
